BAHASA INDONESIA KELAS TINGGI SD

STRATEGI PEMBELAJARAN

BAHASA LISAN DI KELAS TINGGI SD

  1. Hakikat pembelajaran bahasa lisan

Pembelajaran bahasa lisan mencakup aspek menyimak dan berbicara. Dalam pembelajaran sehari hari, kata mendengar, mendengarkan dan menyimak sering kita gunakan.

Menyimak sebagai salah satu keterampilan berbahasa tidak kalh pentingnya dengan berbicara, membaca dan menulis. Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis mutlak disajikan secara terpadu dalam pembelajaran keterampilan berbahasa di SD.

Peristiwa menyimak diawali dengan mendengarkan bunyi secara langsung atau melalui rekaman radio, telepon maupun televise. Bunyi bahasa yang ditangkap oleh telinga kita diidentifikasi jenis dan pengelompokkannya menjadi suku kata, kata, frase, klausa kalimat dan wacana. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa menyimak merupakan proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menafsirkan, menilai dan mereaksi terhadap makna termuatpada wacana lisan. Jadi peristiwa menyimak pada hakikatnya merupakan rangkaian kegiatan penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi.

Komunikasi dengan menggunakan bahasa disebut komunikasi verbal dan komunisai menggunakan gerak-gerik, isyarat, atau bendera sebagai alatnya disebut komunikasi nonverval. Pada kenyataannya komunikasi verbal yang kita gunakan atau lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan disekolah.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa menyimak merupakan proses memahami pesan yang disampaikan melalui bahasa lisan. Sebalikya, berbicara adalah proses penyampaian pesan dengan menggunakan bahasa lisan.

Berdasarkan jenis bahasa yang digunakan, menyimak dan berbicara termasuk  keterampilan berbahasa lisan. Dengan berbicara seseorang menyampaikan informasi melalui ujaran kepada kita dan dengan menyimak kita menerima informasi dari seseorang. Pada kenyataannya, peristiwa berbicara selalu dibarengi dengan peristiwa menyimak atau peristiwa menyimak pasti ada peristiwa berbicara.

Dari uraian di atas kita ketahui bahwa dalam komunikasi lisan, pembicara dan penyimak berpadu dalam satu kegiatan yang respirokal (saling). keduanya dapat berganti-ganti peran secara spontan dari pembicaraa menjadi penyimak dan sebaliknya.

 

  1. Strategi pembelajaran berbahasa lisan dan penerapannya

Melatih dan meningkatkan  keterampilan berbahasa lisan siswa merupakan salah satu tugas sebagai seorang guru SD.

Agar stragegi yang di pilih dan diterapkan dapat mencapai sasarannya, maka perlu di perhatikan bebrapa prinsip yang melandasi pembelajaran bahasa lisan yaitu :

  1. Pembelajaran berbahasa lisan harus diarahkan pada kompetensi dasar sasaran yang diketahui oleh guru maupun siswa.
  2. Pembelajaran keterampilan berbahsa lisan disusun dari yang sederhana ke yang lebih kompleks sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa siswa.
  3. Pembelajaran keterampilan berbahasa lisan harus mampu menumbuhkan partisipasi aktif dan terbuka sesuai tingkat perkembangan kognitig.
  4. Pembelajaran keterampilan berbahasa lisan harus diarahkan untuk mengajar dan bukan untuk menguji, artinya skor yang diperoleh siswa hendaknya dipandang sebagai balikan bagi guru.

Seseorang calon guru agar supaya memperoleh hasil yang baik dalam pembelajaran bahsa lisan , strategi pembelajaran yang digunakan harus mutlak dan memenuhi tujuh butir kriteria yaitu :

  1. Relevan dengan kompetensi dasar sasaran sesuai jenjang kelas
  2. Menantang dan merangsang siswa untuk belajar
  3. Menantang kreatifitas siswa secara individual maupun kelompok
  4. Memudahkan siswa memahami materi pembelajaran
  5. Mengarahkan aktifitas belajar siswa pada kompetensi sasaran sesuai indikator pendukung
  6. Mudah diterapkan dan tidaj menuntut disediakan peralatan yang rumit
  7. Menciptakan suasana belajar yang menyenangakan

Apabiala ketujuh butir kriteria atau strategi yang digunakan terpenuhi makan pembelajaran tersebut akan mencerminkan hal yang disebut PAKEM (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).

Strategi pembelajaranh berbahasa lisan dapat mencerminkan pendekatan PAKEM tersebut banyak ragamnya. Strategi- strategi  dimaksud ditengahkan bersama contoh pembelajaran sebagai berikut ini :

  1. Bermain tebak-teabakan

Bermaiin tebak-tebakan ini dapat pulas di bentuk dalam mengajukan dan menjawab pertanyan.

  1. Menjawab pertanyaan

Latihan menjawab pertanyaan secara lisan berdasarkan bahan semakan sangat menunjang perkembangan berbahasa lisan.

  1. Menyelesaikan cerita

Kegiatan diawali dengan bercerita. Guru atau seorang siswa bercerita yang lainnya menyimak cerita yang dilisankan.

  1. Bercerita

Kegiatan bercerita harus dirancang dengan baik. Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, guru sedah meminta siswa memilih cerita yang menarik, boleh berupa dongeng, bolehbjuga berupa pengalaman yang menarik, lucu dan mengesankan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Setelah itu siswa mengahafal jalan cerita agar pelaksanaan bercerita di depan kelas tidak mengalami kesulitan.

  1. Member petunjuk

Memberi petunujuk seperti petunjuk mengenai arah atau letak suatu tempat memerlukan sejumlah persyaratan

  1. Bertelepon

Bertelepon merupakan komunikasi jarak jauh. Cirri khas bertelepon adalah jelas, singkat dan luga.

  1. Dramatisasi kreatif

Dramatisai atau bermain drama adalah bentuk mementaskan lakon atau cerita secara kreatif. Dikatakan kreatif karena pemain yang menciptakan suasana yang dapat menghidupkan lakon atau cerita.

Secara sederhana perbedaan penggunaan bahas lisan dan tulis dapat dilihat dalam  tabel berikut.

Tabel 1 Perbedaan Penggunaan Bahasa Lisan dan Tulis

Aspek Subaspek Ragam bahasa
Tata bahasa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kosa kata

Bentuk kata

 

 

 

 

 

 

 

Ragam Bahasa Lisan

(1) Nia sedang baca majalah

(2) Ari maunulis surat

(3) Tapi kamu nggak boleh nolak lamaran itu

Ragam Bahasa Tulis

(1) Nia sedang membaca majalah

(2) Ari akan menulis surat

(3) Tetapi kamu tidak boleh menolak lamaran itu.

Struktur Kalimat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ragam Bahasa Lisan

(1) Mereka tinggal di Menteng.

(2) Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan

lalu lintas.

(3) Saya akan tanyakan soal itu.

Ragam Bahasa Tulis

(1) Mereka bertempat tinggal di Menteng.

(2) Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi

kemacetan lalu lintas.

(3) Akan saya tanyakan soal itu.

Ragam Bahasa Lisan

(1) Ariani bilang kita harus belajar.

(2) Kita harus bikin karya tulis.

(3) Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak.

Ragam Bahasa Tulis

(1) Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.

(2) Kita harus membuat karya tulis.

(3) Rasanya masih terlalu muda buat saya, Pak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMBELAJARAN MEMBACA

DI KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR

 

KEGIATAN MEMBACA DI KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR

 

Kebiasaan membaca sanggat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari di era globalisasi ini.  Tahu membaca tetapi tidak memiliki kebiasaan membaca tidak ada bedanya dengan orang yang tidak tahu membaca. Membaca dalam kaitan dengan menyerap informasi dimaksud bertujuan antara lain :

  1. Membantu memecahkan masalah
  2. Memperkuat keyakinan/ kepercayaan pembaca
  3. Member pengalaman estetis
  4. Meningkatkan prestasi
  5. Memperluas pengetahuan dan sebagainya

Kegiatan membaca tidak timbul secara alamiah tetapi ada faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu

  1. faktor dalam diri (intern) : (1) Tuntutan kebutuhan pembaca, (2) adanya rasa persaingan antar sesame
  2. faktor ekstern : (1) tersedianya waktu, (2) tersedianya sarana, (3) adanya dorongan, (4) adanya hadiah atau yang sejenisnya dalam waktu-waktu tertentu.

Oleh karena itu membaca sebagai kegiatan keterampilan perlu dilatihkan secara baik sejak di Sekolah Dasar.

Berdasarkan jenisnya membaca dikelas tinggi meliputi  :

  1. Membaca teknis

Kemampuan membaca teknis merupakan syarat penting dalam memahami isi bacaaan. Oleh, karena itu kemampuan membaca teknis merupakan kemampuan yang mutlak dikuasai siswa sebelum kegiatan membaca dalam hati. Untuk kegiatan membaca teknis, bahan bacaan hendaknya dipilih bacaan yang mudah yaitu yang tidak banyak mengandung makna konotatif (bukan makna sebenarnya) atau yang disebut makna figiratif. Yang diutamakan dalam membaca teknis ialah kemampuan menyuarakan bacaan secara wajar. Dalam membaca teknis, guru memperhatikan siswa yang lamban atau gagap.

Secara umum, kegiatan membaca teknis di Sekolah Dasar bertujuan untuk (1) menambah kelancaran siswa dalam membaca, (2) menyempurnakan pelafalan dan (3) menyempurnakan lagu kalimat lengkap tekanan dan nada.

  1. Membaca dalam hati

Membaca dalam hati adalah jenis membaca yang dilakukan tanpa menyuarakan hal yang dibaca . sesungguhnya membaca dalam hati adalah kegiatan orang dewasa yang hanya menggunakan media mata dan ingatan. Oleh sebab itu untuk Sekolah Dasar, aturan tersebut masih perlu diperlonggar.

Untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami bacaan, Smith dan Barret (dalam Supriyadi. 1991) menyarankan kepada guru agar dalam menyusun pertanyaan untuk mengembangkan pemahaman siswa hendaknya didasrkan pada 4 taksonomi atau ranah atu tingkatan, yaitu (1) pemahaman harfiah, (2) pemahaman inferensial, (3) pemahaman evaluasi, (4) pemahaman apresiasi.

Untuk mencapai tingkat pemahaman yang optimal, perlu meningkatkan siswa tentang hambatan yang mengganggu kelancaran dalam hati antara lain adalah (1) membaca dengan vokalisasi, baik dengan suara terdengar, berbisik atau mulut yang komat-kamit walaupun tanpa suara, (2) membaca dengan gerekan kepala yang mengikuti baris demi baris bacaan, (3) membaca kata demi kata dan (4)  bahan bacaan yang banyak mengandung kata-kata sulit.

  1. Membaca cepat dengan teknik mengukur kecepatan membaca dan mengukur kecepatan pemahaman siswa
  2. Membaca cepat teknik skimming

Membaca skimming merupakan cara membaca efisien. Jadi skimming adalah keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisiensi.

  1. Membaca cepat dengan teknik scaning (membaca sepintas)

Membaca scaning merupakan cara membaca yang cepat menemukan informasi tanpa membaca yang lain-lain, jadi langsung ke masalah yang dicari yaitu fakta khusus atau informasi tertentu (Soedarso. 1996).

  1. Membaca denah

Membaca denah berarti kegiatan memahami seluk beluk dan arah atau jalur serta makna gambar atau peta.

 

 

 

 

 

 

STRATEGI PEMBELAJARAN MENULIS

DI KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR

 

  1. Kegiatan menulis di kelas tinggi sekolah dasar

Kegiatan menulis merupakan keterampilan tertinggi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Menulis pada hakikatnya menyampaikan idea tau gagagsan dan pesan dengan menggunakan lambang grafis. Untuk memiliki kemampuan menulis ini, diperlukan suatu proses menulis.

  1. Menulis fiksi dan strategi pembelajaran fiksi

Menulis fiksi, pada hakikatnya merupakan menulis kreatif yaitu menulis dengan maksud untuk mengungkapkan perasaan atau emosi, misalnya menulis puisi, cerpen atau drama.

Prinsip pembelajaran menulis fiksi mencakup aspek tujuan pemilihan bahan dan penilaian yang akan dilakukan. Ada pun prinsipnya yaitu :

  1. Prinsip menetapkan tujuan

Tujuan yang dimaksudkan disini adalah kompetensi dasar apakah yang ingin dimahirkan kepada siswa. Kompetensi dasar yang dimaksud. Hal ini itu memungkinkan terciptanya suasana belajar yang menyenagkan sehingga siswa dapat belajar secara optimal dan terarah.

Oleh, karena itu jika mengharapkan siswa menjadi kompeten dalam menulis cerita rekaan, siswa harus memiliki hasil belajar yang tertera dalam kurikulum. Hasil belajar itu mutlak memenuhi rambu-rambu indikator yang dituntut oleh KTSP.

  1. Pemilihan bahan
  2. Penilaian

Penilaian dalam pembelajaran menulis fiksi bertujuan untuk memotivasi siswa, bukan utuk menghakimi siswa. Penilaian terhadap karangan siswa, sebaiknya berupa komentar untuk kekurangan dan pujian untuk kelebihan yang ada dalam karangan itu, yang ditulis pada kertas pekerjaan siswa.

Contoh cerita fiksi anak-anak : pantun dan puisi bebas.  Model-model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengajak siswa menulis puisi beraneka ragam diuraikan oleh mulyati sebagai berikut :

  1. Menjadi juru hipnotis
  2. Menulis bersama
  3. Menulis keinginan atau harapan
  4. Menulis nonfiksi dan strategi pembelajaran nonfiksi

Karangan nonfiksi adalah karangan yang ditulis berdasarkan kenyataan yang termaksud dalam tulisan  non fiksi adalah surat, iklan, pengumuman, naskah pidati, laporan dan makalah.

  1. Menulis surat

Salah satu bentuk pemberian informasi secara tertulis adalah surat. Surat itu ada yang tergolong surat dinas, adapula yang tergolong surat pribadi. Apabila surat dari satu pihak ke pihak yang lain berisi informasi tentang urusan dinas dan bersifat resmi, maka disebut surat dinas atau surat resmi.

Syarat-syarat wajib diperhatikan pada waktu membuat surat resmi adalah (1) surat di atur menurut bentuk lazim dipakai yaitu : ad tanggal, alamat penerima, bagian pembuka, bagian isi, bagian akhir surat tanda tangan dan alamat pengirim. Di samping itu surat resmi memakai formst tertentu, (2) surat harus menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas sehingga, tidak menimbulkan kemungkinan terjadinya salah paham., (3) surat harus dalam keadaan bersih dan rapi tanpa coret.

  • Menulis iklan

Iklan tertulis merupakan salah satu bentuk pemberitahuan secar tertulis yang dimuat dalam surat kabar atau majalah. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pembaca terhadap sesuatu yang dikemukakan.

Ada beberapa iklan yang  dikenal dimasyarakat yaitu : ikaln keluarga, iklan pengumuman dan undangan, iklan  pasaran tenga kerja, iklan jual  beli, iklan sewa-menyewa dan iklan propaganda.

  1. Menulis pengumuman

Iklan adalah sejenis pengumuman. Tetapi diantara keduanya ada sedikit perbedaan . pengumuman tidak perlu majas dan peribahasa sebagai pengumuman hanya bermaksud memberitahukan kepada khalayak tentang sesuatu. Oleh karena itu pengumuman harus ditulis dengan bahasa yang lugas, bahasa pengumuman tidak boleh  menimbulkan kemungkinan slah tafsir. Pengumuman dapat ditulis dalam bentuk surat.

  • Menulis pidato

Bahasa yang digunakan dalam menulis naskah pidato adalah bahasa yang dipahami oleh pendengar. Bahasa yang benar menurut kaidah dan indah gaya bahasanya tidak berguna kalau tidak dipahami oleh pendengar.

  1. Menulis laporan
  2. Laporan berasal dari kata lapor. Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan. Laporan sama dengan berita. Ada berbagai jenis laporan yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, antara lain ialah (1) laporan cuaca, (2) laporan penelitian.
  3. Menulis makalah

Makalah adalah tulisan resmi tentang sesuatu hal untuk dibawakan di muka umum atau sering disusun untuk diterbitkan. Makalah biasanya dibawakan oleh seorang pakar bidang ilmu tertentu dalam sebuah acara ilmiah seprti seminar, symposium, dan sebagainya. Makalah yang disusun pelajar atau maha siswa harus bersifat ilmiah.

EVALUASI PEMBELAJARAN

BAHASA INDONESIA

Istilah evaluasi biasanya berkawan akrab dengan istilah “pengukuran” dan n”penilaian” serta “skor” dan “nilai”. Pelaksanaan evaluasi pendidikan pada prakteknya dilaksankan dalam dua tahap, yaitu tahap pengumpulan data/ informasi  dan tahap ppengelolaan data/ informasi.  Tahap pertama yaitu tahap pengumpulandata merupakan tahap pengukuran. Tahap kedua dari pelaksanaan proses evaluasi adalah tahap penilaian atau tahap pertimbangan.

Istilah evaluasi pendidikan/ pengajaran mengacu pada pengertian suatu prose kegiatan yang dilakukan guru guna mendapatkan informasi/ data mengenai hasil belajar siswa dan mengolah serta menafsirkannya menjadi nilai-nilai. Hasil evaluasi diperlukan guna dijadikan landasan untuk berbagi keputusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Keputusan-keputusan dimaksud antara lain program perbaikan, pengayaan, kenaikan kelas, kelulusan siswa dan sebagainya.

Jenis/ bentuk Pelaksanaan Evaluasi di SD meliputi ulangan harian, pemberian tugas dan ulangan umum. Ulanag harian juga dikenal dengan istilah “tes formatif”. Penyelenggaraan evaluasi pada akhir semester biasanya disebit ulangan umum atau tes sumatif yang dilaksanakan secra tertulis dan serentak untuk semua kelas.

Evaluasi memiliki dua teknik yakni teknik  tes merupakan teknik yang digunakan untuk melaksanakan tes berupa pertanyaan yang harus dijawab, pertanyaa yang harus ditanggapi atau tugas yang harus ditanggapi, atau tugas yang harus dilaksanakan oleh yang diuji  dan  teknik nontes merupakan prosedur yang harus dilalui untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik minat, sikap atau kepribadian dan penilaian yang bersifat prose. Alat evaluasi nontes dapat dilaksanakan melalui pengamatan skala sikap, angket, catatan harian, wawancara atau ceklist

Dalam KTSP Bidang Studi Bahasa Indonesia di SD dijelaskan bahwa ruang lingkup pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi mendengarkan, membaca, berbicara dan  menulis. Komponen kebahasaan dan kesastraan terintegrasi dalam pengembangan materi pembelajaran. Hal-hal itulah yang dijadikan cakupan komponentes bahasa Indonesia. Tes kompetensi kebahasaan terbagi dalam dua spek tes yakni tes struktur dan tes kosa kata. Tes yang berkenaan dengan aspek keterampilan berbahasa meliputi tes keterampilan yang bersifat reseptif dan tes keterampilan yang bersifat produktif.

 

 

 

 

 

 

HAKIKAT KOMUNIKASI

LISAN DAN TULISAN

 

  1. Karakteristik komunikasi

Karakteristik komunikasi meliputi (1) komunikasi itu unik, (2) komunikasi merupakan suatu proses yang dinamis, (3) komunikasi itu terikat konteks, (4)  komunikasi itu simbolik dan komunikasi merupakan suatu transaksi.

  1. Komunikasi itu unik

Unik ini termasuk dalam dua hal :

  • Orang memiliki kebutuhan dan kebiasaan yang relatif berbeda ketika dalam berkomunikasi. Kebiasaan itu dibentuk dari pengetahuan, pengalaman, potensi, serta karakter seseorang. Adapun kebutuhan, datangnya dari tujuan dan harapan yang timbul. Termasuk ke dalam kebbutuhan adalah keinginan untuk iakui, dihibur, diberi ide atau informasi, dukungan atau motivasi dan sebagainya.
  • Suatu peristiwa atau pengalaman komunikasi yang pernah terjadi tak akan dapat terulang lagi dengan cara yang sama persis.
  1. Komunikasi merupakan suatu proses yang dinamis

Sebagai suatu proses, komunikasi adalah suatu aktivitas yang selalu berubah, terus-menerus, tak pernah benar-benar tuntas, dan tidak selalu jelas awal ahirnya. Peristiwa yang dialami sebelumnya sekalipun yang tidak mempengaruhi komunikasi yang terjadi saat itu, dan peristiwa komunikasi saat ini akan mempengaruhi peristiwa dan situasi komunikasi saat mendatang. Proses itu disebut dinamis karena semua faktor yang terlibat dalam komunikasi orang, latar (tempat dan waktu), peristiwa, perilaku, media secra terus-menerus berinteraksi.

Jadi, dalam berkomunikasi kita dituntut untuk memahani situasi orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Cara berbahasa, ekspresi muka, gerak tubuh, aktivitas yang sedang terjadi, pengalaman masa lalunya, atau hal-hal lainnya, merupakan bahan pertimbangan untuk menentukan komunikasi seperti apa yang harus kita lakukan agar maksud komunikasi tercapai dengan baik.

  1. Komunikasi itu terikat konteks

Yang dimaksud dengan konteks disini adalah segala sesuatu yang melingkupi peristiwa komunikasi. Termasuk kedalamnya adalah situasi komunikasi, tradisi atau adat istiadat, dan budaya masyarakat. Ketidak berhasilan komunikasi dapat terjadi karena para pelaku komunikasi tidak memahami dengan baik hal-hal tersebut. Ujudnya berupa kesalahpahaman atau ketersinggungan yang dapat mengakibatkan ketidak sampaian pesan. Pahamilah suatu komunikasi itu berdasarkan situasinya serta konteks mitra komunikasi.

  1. Komunikasi itu simbolik

Kesimbolikan itu karena pada dasrnya manusia berpikir dan berlaku simbolis. Symbol atau lambang merupakan sesuatu yang digunakan dan dianggap mewakili sesuatu hal yang disepakati para pemakaiannnya.

Simbol itu dapat berupa, bahasa gerak tubuh, ekspresi muka, gambar, warna, aroma, busana, atau kode-kode tertentu. Raut wajah, lambaian tangan, kedipan mata, cara berdiri atau berjalan, dan gerakan tubh lainnya merupakan symbol menunjukkan perasaan, pikiran atau sikap seseorang. Warna dapat menunjukkan unsure politik tertentu, kematian dan kegembiraan. Begitu pula dengan aroma, seperti bau kemenyan atau parfum, dapat menunjukkan makna atas suasana tertentu.

Diantara sekian banyak symbol, bahasa merupakan symbol yang paling banyak digunakan ndalam berkomunikasi. Karena bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan sesuatu hal dari yang sederhana sampai yang rumit dan dari yang konkret hingga abstrak, baik yang berlangsung pada saat lampau, kini,  maupun mendatang; baik untuk sesuatu yang bersifat ataupun khayal.

  1. Komunikasi merupakan suatu transaksi

Sebagai suatu transaksi, didalam komunikasi terjadi proses kegiatan menyampaikan dan menerima pesan.

Keberhasilan suatu komunikasi adakn ditentukan oleh kemampuan komunikator menyesuaikan diri dengan mitra komunikasinya dan peran yang dimainkan, tujuan, serta situasi dan konteks. Dikelas, secara tidak sadar dalam diri para siswa terbentuk pemahaman bagaimana mereka berlaku dan berkomunikasi.

  1. Fungsi komunikasi

Yang termasuk fungsi komunikasi adalah berikut ini :

  1. Fungsi personal, yaitu tindak komunikasi untuk mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya, seperti sedih, gembira, senang dan benci.
  2. Fungsi instrumental (direktif), yaitu kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, seperti bujuk rayu, nasihat, adu pendapat, pembelaan diri, permintaan, dan perintah.
  3. Fungsi interaksional, yaitu perilaku komunikasi untuk menjalin kontak dan hubungan sosial, seperti sapaan, basa-basi, simpati, dan penghibur.
  4. Fungsi informatif, yaitu aktivitas komunikasi untuk menyampaikan informasi, ilmu pengetahuan, dan budaya, seperti penyuluhan, pemberian pelajaran, tukar berita dan sarasehan.
  5. Fungsi heuristik, yaitu tindak komunikasi yang dimaksudkan untuk brlajar atau memperoleh informasi, seperti pertanyaan atau penjelasan mengenai suatu hal.
  6. Fungsi imajinatif, yaitu kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk memenuhi rasa estetis (keindahan), seperti puisi, cerita, drama, dan lagu.
  7. Proses komunikasi

Proses komnunikasi bersifat aktif karena melibatkan serangkaian kegiatan berikut yang berlangsung terus-menerus.

  1. Penyediaan atau pengkodean

Penyediaan adalah suatu aktivitas mental yang dilakukan komunikator atau penyampaian pesan untuk memilih dan menyusun lambang yang sesuai untuk memuat pesan yang akan dikomunikasikannya.

  1. Pengiriman kode

Pengiriman kode yaitu penyampaian pesan melalui lambang verbal atau nonverbal sebagai saluran atau sarana komunikasi.

  1. Unsure-unsur komunikasi
  2. Komunikator dan komunikan

Komunikator adalah orang atau pihak yang memberikan pesan baik melalui aktivitas verbal/ bahasa (bicara dan menulis) ataupun nonverbal/ selain bahasa (gerak tubuh, ekspresi muka, busana atau tanda-tanda tertentu).

Komunikan adalah orang atau pihak yang menerima pesan. Istilah komunikasi dalam modul ini sama maknanya dengan penerima pesan.

  1. Pesan

Pesan adalah informasi, ide, atau perasaan yang disampaikan atau diterima oleh orang-orang atau pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi.

  1. Saluran

Saluran (channel) adalah sesuatu atau sarana yang dilalui oelh pesan untuk menghubungkan komunikator dengan komunikan.

  1. Konteks

Komunikan itu terikat konteks artinya suatu komunikasi tidak akan terlepas dari tempat, waktu, dan situasi yang menyertainya.

  1. Balikan

Balikan (feedback) adalah respon atau tanggapan yang muncul dari penerima dan penyampaian pesan. Bentuknya berupa verbal dan nonverbal

 

HAKIKAT DAN PROSES KOMUNIKASI

LISAN DAN TULISAN

Komunikasi merupakan penyampaian dan penerimaan pesan diantara dua orang atau lebih yang dilakukan melalui symbol verbal dan nonverbal.

Symbol verbal adalah bahasa yang merupakan sistem lambang yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Bertolak dari definisi itu, bahasa memiliki ciri :

  1. Sitematik

Yang terdiri atas seperangkat aturan. Perangkat itu merupakan subsistem yang mencakup tiga komponen utama, yaitu bentuk, isi dan pengumuman.

  1. Simbolik

Yang terdiri atas lambang-lambang yang memiliki konsep atau arti tertentu.

  1. arbitrer atau mansuka

artinya, umumnya bunyi-bunyi bahasa yang disusun dengancara tertentu hanya bersifat kebetulan.

  1. Konvesional

Penetapan lambang-lambang atau aturan bahasa yang mengacu kepada makna atau konsep tertentu dilakukan atas dasar kesepakatan masyarakat pemakainya.

  1. sarana ekspresi diri dan interaksi sosial

sebagai sarana ekspresi diri, bahasa digunakan untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan ide, pikiran , dan perasaan seseorang.

  1. serta lambang identitas suatu kelompok masyarakat.

 

Symbol nonverbal atau lambang komunikasi selain bahasa merupakan sarana komunikasi nonverbal. Termasuk kedalamnya adalah unsur pralinguistik, kinestik atau gerak unsur tubuh, tioe tubuh, keatraktifan, pakaian, sentuhan, ruang dan jarak, serta waktu.

Dalam komunikasi lisan, kedua symbol itu muncul bersamaan karena sifatnya saling mendukung dan melengkapi. Fungsi utamanya adalah untuk menunjukkan sikap dan emosi yang sebenarnya dari komunikator (pembicara) dan komunikan (penyimak).

Dilihat dari ragamnya komunkasi verbal  terdiri atas komunikasi lidan dan komunikasi tertulis. Komunikasi lisan adalah suatu kegiatan komunikasi yang menggunakan suara sebagai saranya. Termasuk kedalamnya adalah berbicara dan menyimak.

Berbicara adalah suatu proses penyampaian pesan yang dilakukan secara lisan. Sebagai proses, dalam kegiatan berbicara terdapat liam unsur yang terlibat , yaitu pembicar, isi pembicara, saluran , penyimak, dan tanggapan penyimak.

Menyimak adalah suatu proses penerimaan pesan yang disampaiakan oleh orang lain. Sebagai proses, kegiatan menyimak terdiri atas tahap penerimaan rngsangan lisan, pemusatan perhatian, serta pemahaman makna atas pesan yang di sampaikan. Penyimak akan dapat menyimak dengan baik bila ia memiliki kemampuan berkonsentrasu, menangkap bunyi tuturan, meningat hal-hal penting, serta memahami unsur linguistic dan non linguistic secara memadai.

Komunikasi tertulis adalah kegiatan komunikasi yang menggunakan saran tulisan yang dapat menggambarkan atau mewakili komunikasi lisan ke dalamnya adalah menulis dan membaca.

Menulis adalah proses penyampaian pesan kepada piahk lain secara tertulis. Sebagai proses, menulis terdiri atas tahap prapenulisan, menulis, dan pascapenulisan. Adapun membaca merupakan proses penyampaian pesan secar tertulis dari pihak lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENINGKATAN KEMAMPUAN

MEBACA DAN MENULIS

Peran guru dalam peningkatan kemampuan Membaca dan Menulis Siswa Kemampuan dalam mewujudkan (mengaktualisasikan) secar maksimal untuk meraih prestasi terbaik dari setiap aktivitas belajar diberbagai jenjang, jenis dan jalur pendidikan. Aktualisasi potensi tersebut menyangkut :

  1. Kemampuan kognitif

Merujuk pada pengembangan kemampuan berpikir logis dan kemampuan berpikir kreatif

  1. Kemampuan afektif

Meliputi kemampuan seseorang mengembangkan perasaan dan emosinya secara lebih profesional dan bertanggung jawab kearah tercapainya leseimbangan antara rasio, indera, persepsi emajinasi, dan karsa. Pengembangan kemampuan yang dimaksudkan adalah untuk mempertinggi keteguhan seseorang terhadap penuaian tugas dan tanggung jawa.

  1. Dimensi psikomotorik

Ditandai dengan keterampilan dan day tahan fisik yang prima dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.

Kemampuan baca-tulis dikenal sebagai kunci pembuka untuk memasuki dunia yang lebih luas. Melalui pengajaran baca-tulis  yang baik adan dapat di pacu penguasaan kemampuan berpikir kritis-kreatif dan perkembangan dimensi aktif anak akan dpat dioptimalkan.

Pengintegrasian permainan dalam pengajaran membaca dan menulis. Upaya pengintegrasian permainan dalam pembekajaran bahasa Indonesia inisangat tepat karena pembelajaran bahasa Indonesia memerlukan lingkungan alamiah sebagai wahana pembelajaran dan lingkungan alamiah tersebut dapat diciptakan melalui permainan.  Dengan lingkungan belajar yang harafiah anak dapt memperoleh :

  1. Dapat memproduksi bahasa mereka sendiri dan akhirnya kelak dapat memahami struktur bahasa yang mereka gunakan.
  2. Dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan
  3. Merasa aman, tidak merasa takut jika berbuat kesalahan.

Integrasi permainan dalam pembelajaran membaca dan memulis merupakan salah satu ciri reformasi penyelenggaraan pendidikan. Permaianan dipandang sebagai suatu aktivitas yang memiliki karakteristik sendiri. Aktivitas dilaksanakan atas dasar motivasi intrinsic si pelaku bebas menentukan pilihan, berorientasi pada proses bukan pada hasil, bersifat nonliteral dan menyenangkan.

Membaca merupakan proses memperoleh makna dari barang cetak. Kegiatan membaca mencakup tahap persiapan, tahap perkembangan, dan tahap transisi. Pembelajaran membaca sangat tepat digunakan sebagai sarana untuk membimbing anak menjadi pembaca yang mandiri dan menumbuhkan minat baca.

Proses menulis mencakup pramenulis, penulisan draf, revisi, penyuntingan, dan publikasi atau pembahasan. Seperti halnya perkembangan membaca, perkembangan anak dalam menulis juga terjadi perlahan-lahan. Dalam tahap ini anak perlu mendapat bimbingan dalam memahami dan menguasai cara mentransfer pikiran ke dalam tulisan.

 

Advertisements

PENDIDIKAN IPS SD

MATERI IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) DI SD

  1. PENGERTIAN IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) DI SD

IPS ialah suatu program pendidikan yang merupakan suatu keseluruhan yang pada pokoknya mempersoalkan manusia dalam lingkungan alamnya, fisik maupun sosialnya yang bahannya diambil dari berbagai ilmu sosial seperti geografi, sejarah, antropologi, sosiologi, ilmu politik dan psikologi sosial. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik disiapkan dan diarahkan agar mampu menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

Pelajaran IPS di SD mengajarkan  konsep- konsep ilmu sosial  untuk membentuk subyek didik  menjadi warga negara yang baik. Istilah IPS  mulai dipergunakan  secara resmi di Indonesia  sejak tahun 1975. Pelajaran IPS di Sekolah Dasar merupakan mata pelajaran terdiri dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial, humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan Sapriya . Materi IPS untuk jenjang sekolah dasar tidak terlihat aspek disiplin ilmu karena lebih dipentingkan adalah dimensi pedagogik dan psikologis serta karakteristik kemampuan berpikir peserta didik

Adanya mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar para siswa diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan wawasan tentang konsep-konsep dasar ilmu sosial dan humaniora, memiliki kepekaan dan kesadaran terhadap masalah sosial di lingkungannya, serta memiliki ketrampilan mengkaji dan memecahkan masalah- masalah sosial tersebut.

Penerapan pembelajaran IPS pada jenjang pendidikan sekolah dasar tidak hanya berorientasi pada pengembangan sosial tetapi juga berorientasi pada pengembangan keterampilan berfikir kritis, dan kecakapan-kecakapan dasar siswa yang berpihak pada kenyataan kehidupan sosial kemasyarakatan sehari-hari serta memenuhi kebutuhan sosial siswa di masyarakat.

Sementara itu, fungsi pengajaran IPS di SD adalah untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, dan keterampilan sosial dan kewarganegaraan peserta didik agar dapat direfleksikan dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Pengertian IPS merujuk pada kajian yang memusatkan perhatiannya pada berbagai aktivitas manusia dalam berbagai dimensi kehidupan sosial sesuai dengan karakteristik manusia sebagai makhluk sosial.

 

 

 

 

  1. HAKIKAT IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) DI SD

Pendidikan IPS di Sekolah Dasar mempelajari kehidupan sosial berdasarkan pada kajian geografi, ekonomi, antropologi, tatanegara dan sejarah. Mata pelajaran ini mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) disusun secara sistematis, komprehensif dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat.

Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar yaitu sebagai berikut:

  • Membina pengetahuan siswa tentang pengalaman manusia dalam kehidupan bermasyarakat pada masa lalu, sekarang, dan akan datang
  • Menolong siswa untuk mengembangkan kemampuan umum mencari dan mengolah informasi
  • Menolong siswa untuk mengembangkan niai/sikap demokratis dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Menyediakan kesempatan kepada siswa untuk ambil bagian dalam kehidupan sosial.

 

  1. TUJUAN IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) DI SD

Tujuan pendidikan IPS di Sekolah Dasar adalah sebagai berikut :

  1. Membekali anak didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupannya kelak di masyarakat .
  2. Membekali anak didik dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
  3. Membekali anak didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyaratkat dan berbagai bidang keilmuan serta bidang keahlian.
  4. Membekali anak didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif dan keterampilan terhadap pemanfaatn lingkungan hidup yang menjadi bagian dari kehidupan tersebut.
  5. Membekali anak didik dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan kehidupan, masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

 

 

 

Secara lebih jelas tujuan pembelajaran IPS di tingkat Sekolah Dasar berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 adalah sebagai berikut:

  1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
  2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
  3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk , di tingkat lokal, nasional, dan global.

 

  1. KARAKTERISTIK IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) DI SD

Untuk mempelajari karakteristik IPS di SD dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu :

  1. Materi IPS

Ada 5 macam sumber materi IPS antara lain:

  • Segala sesuatu atau apa saja yang ada dan terjadi di sekitar anak sejak dari keluarga, sekolah, desa, kecamatan sampai lingkungan yang luas negara dan dunia dengan berbagai permasalahannya.
  • Kegiatan manusia misalnya: mata pencaharian, pendidikan, keagamaan, produksi, komunikasi, transportasi.
  • Lingkungan geografi dan budaya meliputi segala aspek geografi dan antropologi yang terdapat sejak dari lingkungan anak yang terdekat sampai yang terjauh.
  • Kehidupan masa lampau, perkembangan kehidupan manusia, sejarah yang dimulai dari sejarah lingkungan terdekat sampai yang terjauh, tentang tokoh-tokoh dan kejadian-kejadian yang besar.
  • Anak sebagai sumber materi meliputi berbagai segi, dari makanan, pakaian, permainan, keluarga.

 

  1. Strategi Penyampaian Pengajaran IPS

Strategi penyampaian pengajaran IPS, sebagaian besar adalah didasarkan pada suatu tradisi, yaitu materi disusun dalam urutan: anak (diri sendiri), keluarga, masyarakat/tetangga, kota, region, negara, dan dunia.

 

 

 

Adapun kriteria keserasian bersekolah adalah sebagai berikut.

  • Anak harus dapat bekerjasama dalam kelompok dengan teman-teman sebaya, tidak boleh tergantung pada ibu, ayah atau anggota keluarga lain yang dikenalnya.
  • Anak memiliki kemampuan sineik-analitik, artinya dapat mengenal bagian-bagian dari keseluruhannya, dan dapat menyatukan kembali bagian-bagian tersebut.
  • Secara jasmaniah anak sudah mencapai bentuk anak sekolah.

 

Ada sejumlah karakteristik yang dapat diidentifikasi pada siswa SD berdasarkan kelas-kelas yang terdapat di SD.

  • Karakteristik pada Masa Kelas Rendah SD (Kelas 1,2, dan 3)
    1. Ada hubungan kuat antara keadaan jasmani dan prestasi sekolah
    2. Suka memuji diri sendiri
    3. Apabila tidak dapat menyelesaikan sesuatu, hal itu dianggapnya tidak penting
    4. Suka membandingkan dirinya dengan anak lain dalam hal yang menguntungkan dirinya
    5. Suka meremehkan orang lain
  • Karakteristik pada Masa Kelas Tinggi SD (Kelas 4,5, dan 6).
    1. Perhatiannya tertuju pada kehidupan praktis sehari-hari
    2. Ingin tahu, ingin belajar, dan realistis
    3. Timbul minat pada pelajaran-pelajaran khusus
    4. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah.

 

  1. CARA MENGEMBANGKAN MATERI IPS (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL)

DI SD

Pengembangan materi pembelajaran yang baik selalu menggunakan ketentuan untuk melibatkan anak dalam perencanaan kegiatan pembelajaran. Keterlibatan dan partisipasi berguna untuk mengklarifikasi tujuan pembelajaran bagi anak-anak dan memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi secara psikologis kegiatan yang harus dilakukan dalam materi. Guru harus merencanakan bersama dengan anak-anak berbagai tugas belajar spesifik yang dilakukan dalam materi tertentu, seperti daftar pertanyaan tentang informasi yang diinginkan, membuat grafik mengenai apa yang harus dilakukan, mencari, dan mendaftar sumber informasi, membuat laporan kemajuan, menyatukan saran, dan merencanakan kegiatan lanjutan.

Secara umum, pengembangan materi pembelajaran terdiri dari urutan prosedur yang saling terkait. Dalam bentuk yang paling sederhana, pola ini bisa digambarkan sebagai berikut:

  • Mengidentifikasi masalah dan mengumpulkan informasi terkait;
  • kegiatan pemecahan masalah, seperti membaca, wawancara, mendengarkan, melihat, mengumpulkan, menggunakan referensi, menggambar peta. Aplikasi melalui kegiatan ekspresif seperti mendiskusikan, mengilustrasikan, memamerkan, mendramatisir, membangun, menggambar, dan menulis.
  • Meringkas, generalisasi, dan mentransfer ke situasi baru sehingga identifikasi masalah-masalah baru yang bersifat lebih kompleks, selanjutnya siklus tersebut kemudian diulang.

 

Prosedur ini mencakup konsumsi dan kegiatan ekspresif. Anak-anak tidak hanya menerima pengetahuan tetapi juga harus bertindak berdasarkan pengetahuan yang diperoleh. Selain itu, mereka harus menggeneralisasikan dan menerapkan pengetahuan mereka untuk masalah-masalah dan situasi baru.

 

Selanjutnya, pada tahap pengembangan, setiap periode kelas harus memberikan tiga kegiatan pembelajaran: (1) kesiapan, (2) bekerja belajar, dan (3) ringkasan dan evaluasi. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan belajar untuk semua tingkatan kelas :

  • Berbagi
  • Konstruksi
  • Percobaan
  • Mendengarkan
  • Diskusi
  • Menuliskan Pengalaman
  • Drama Kegiatan
  • Seni Pengalaman
  • Karyawisata
  • Pengolahan

 

 

 

 

 

Sumber:

http://www.kajianteori.com/2013/02/pengertian-ips-hakikat-pembelajaran-ips.html

http://www.kampus-info.com/2012/05/hakekat-pengajaran-ips-di-sekolah-dasar.html

http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENDIDIKAN_IPS_DI_SD/BBM_1.pdf

http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Mata%20Kuliah%20Awal/Pengembangan%20Pendidikan%20IPS%20SD/BAC/Pengembangan_Pendidikan_IPS_SD_UNIT_1.pdf

http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PENDIDIKAN_IPS_DI_SD/BBM_1.pdf

http://pjjpgsd.dikti.go.id/file.php/1/repository/dikti/Mata%20Kuliah%20Awal/Kajian%20IPS%20SD/BAC/Kajian_IPS_1_0.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MATERI KULIAH PENDIDIKAN IPS SD

  1. TRADISI DALAM PEMBELAJARAN IPS

Pendidikan IPS yang ditinjau dari aspek materi, akan cenderung mengarah pada tiga tradisi pembelajaran yaitu:

  1. Pewarisan Nilai Kewarganegaraan (Citizenship Transmission)

IPS sebagai pewarisan nilai-nilai kewarganegaraan tujuan utamanya adalah mempersiapkan anak didik menjadi warga negara yang baik. Nilai dan budaya bangsa akan dijadikan landasan untuk pengembangan bangsanya. Setiap bangsa atau negara mendidik warganya berdasarkan nilai dan budaya yang dimilikinya.

Menurut R.Barr dalam citizenship transmission tradition, nilai-nilai tertentu yang dipandang sebagai ”nilai-nilai yang baik” ditanamkan dalam upaya untuk mengajari siswa menjadi warga negara yang baik. Komponen yang teramat penting dari nilai tersebut ialah bagaimana supaya anak didik dapat menerapkan nilai-nilai tersebut secara rasional dan kritis yang didukung pertimbangan keimanan (beliefs), dan sikap (attitudes).

Jadi, Citizenship transmitter (transfer nilai kewarganegaraan) adalah pendidikan IPS yang disajikan sebagai pengetahuan untuk membangun perilaku siswa sebagai warga negara yang baik yang juga berhubungan dengan penamaan tingkah laku, pengetahuan, pandangan, dan nilai yang harus dimiliki oleh peserta didik.

 

  1. IPS Diajarkan Sebagai Pendidikan Ilmu- Ilmu Sosial

Ketika Ilmu Pengetahuan Sosial diajarkan sebagai Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, terdapat dua pemahaman yaitu :

  • IPS diajarkan sebagai Ilmu-ilmu Sosial secara terpisah (separated approach)

Tujuan utama dari IPS diajarkan sebagai ilmu-ilmu sosial adalah mendidik anak untuk memahami ilmu-ilmu sosial. Ilmu sosial objek kajianya adalah perilaku dalam kaitannya dengan usaha manusia memenuhi kebutuhan hidup, lingkungan, kekuasaan, dan lain-lain. Ilmu-ilmu sosial yang terdiri atas ekonomi, antropologi, geografi, sejarah, sosiologi,dll yang semuanya itu merupakan bahan yang disampaikan kepada siswa sesuai dengan ciri masing-masing , yang biasanya disampaikan dengan terpisah (separated approach).

  • IPS diajarkan sebagai ilmu –ilmu sosial secara terpadu (integrated approach)

IPS diajarkan sebagai kombinasi dari berbagai disiplin ilmu – ilmu sosial ( seperti ekonomi, geografi, sosiologi, dan lain-lain) yang mengkaji masalah-masalah di sekitar lingkungan masyarakat (environmental studies). IPS harus diajarkan dengan mengkombinasikan atau menggabungkan beberapa disiplin ilmu .

  • Reflective Inquiry

Pengertian inquiry juga mengidentifikasi masalah-masalah sosial melalui berfikir kritis,  yang dirancang untuk melibatkan para pelajar dalam proses penalaran mengenai hubungan sebab akibat dan menjadikan mereka fasih dan cermat dalam mengajukan pertanyaan, membangun konsep, dan merumuskam serta menguji hipotesis. Ketika IPS diajarkan sebagai reflective inquiry, maka penekanan yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan motivasi agar siswa dapat berpikir. Guru membantu siswa untuk menggunakan pikirannya secara logis dan mengadakan penelitian secara ilmiah untuk mendapatkan jawaban atas issu-issu, pertanyaan-pertanyaan, atau masalah-masalah yang diajukan. Guru tidak mengajar siswa untuk menghapalkan issu atau masalah tersebut, tetapi mengevaluasi bahan-bahan tersebut secara kritis.

Sehingga Reflective inquiry adalah proses pengembangan kemampuan berfikir siswa secara rasional, berlogika dengan baik, sehingga siswa memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan dengan benar yang didasarkan kecerdasan dan kemampuan siswa dalam mengklarifikasikan struktur nilai.

Kemudian, menurut Woolover dan Scott menyatakan bahwa tradisi IPS adalah

  • Social Studies As Citizenship Transmission.

Meneruskan nilai-nilai lama yang dianggap penting oleh masyarakat kepada generasi muda (siswa/peserta didik).  Nilai-nilai yang dipandang sebagai “nilai-nilai yang baik” ditanamkan dalam upaya untuk mengajari siswa menjadi warga negara yang baik. Dimana biasanya menggunakan pendekatan indoktrinasi.

 

  • Social Studies As Personal Development.

Membantu siswa untuk mengembangkan secara penuh potensi sosial, emosional, fisik dan kognitif.

 

  • Social Studies As Reflective Inquiry.

Mendorong dan melatih siswa mengembangkan dan menggunakan keterampilan berfikir reflektif.  Kemudian mendidik siswa untuk lebih belajar berfikir dan untuk mengkaji masalah-masalah sosial secara kritis. Memfokuskan pada pembuatan keputusan dan pemecahan dari masalah sosial, termasuk masalah yang kontroversial. Materi dirancang dalam bentuk problematika dan siswa dilatih untuk mampu memecahkan problematika sosial tersebut dengan menggunakan langkah-langkah berfikir reflektif.

 

 (4) Social Studies As Social Science Education.

Membuat siswa mampu memahami ilmu-ilmu sosial. Menekankan pengajaran konsep dasar,  teori dan metode dari disiplin ilmu-ilmu sosial,  meyakinkan bahwa siswa (peserta didik) akan menjadi warga negara yang baik jika mereka  dapat memahami  dan  menerapkan konsep dan metode ilmu-ilmu sosial.

 

  • Social Studies As Rational Decision Making And Social Action.

Mengajari anak didik (siswa) membuat keputusan yang rasional dan bertindak sesuai keputusannya tersebut.

 

  1. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN IPS

Pemilihan atau seleksi konsep-konsep ilmu-ilmu sosial guna pengembangan materi pembelajaran IPS sesuai dengan kebutuhan pembelajaran pada tingkat yang berbeda tidaklah mudah, namun harus didasarkan pada beberapa prinsip, seperti yang dikemukakan oleh Buchori Alma dan Harlasgunawan yang menyatakan prinsip-prinsip berikut ini.

  1. Keperluan

Konsep yang akan diajarkan harus konsep yang diperlukan oleh peserta didik dalam memahami “dunia” sekiitarnya. Oleh sebab itu, lingkungan hidup yang berbeda memerlukan konsep yang lain pula.

  1. Ketepatan

Perumusan yang akan diajarkan harus tepat sehingga tidak member peluang bagi penafsiran yang salah (salah konsep).

  1. Mudah dipelajari

Konsep yang diperoleh harus dapat disajikan dengan mudah. Fakta dan contohnya harus terdapat dilingkungan hidup peserta didik serta sudah dikenal oleh para peserta didik tersebut.

  1. Kegunaan

Konsep yag akan diajarkan hendaknya bena-benar berguna bagi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan benegara Indonesia pada umumnya serta masyarakat lingkungan dimana ia hidup bersama dalam keluarga, dan masyarakat terdekat pada khususnya.

 

 

 

 

  1. RUANG LINGKUP PEMBELAJARAN IPS

Keanekaragaman kelompok masyarakat dengan karakternya yang berbeda-beda, merupakan unsur ruang lingkup IPS lainnya yang sangat menarik untuk diamati dan dipelajari. Perkembangan kehidupan sosial dengan segala aspeknya dari waktu ke waktu, mulai dari tahap yang sederhana sampai tingkat modern, merupakan sisi lain dari ruang lingkup IPS. Proses perkembangan tersebut biasa dikonsepkan sebagai proses sosial, merupakan pokok bahasan IPS yang memberikan “citra” kepada kita berkenaan dengan dinamika dan perubahan sosial manusia.

 

Materi dan ruang lingkup IPS menurut Preston dan Herman adalah sebagai berikut:

  • Kelas I SD disajikan keluarga dan lingkungannya.
  • Kelas II SD mendapat sajian tentang lingkungan pertetanggaan dan komunitasnya di wilayah yang berbeda, umumnya di negara sendiri. Akan tetapi adakalanya juga negara lain pun diungkapkan.
  • Kelas III SD dihadapkan dengan komunitas sendiri dan luar negeri, yang lebih dititikberatkan ialah tentang masalah sumber komunitas sendiri, kebutuhan pangan, sandang dan papan, bentuk-bentuk komunikasi dan transportasi serta kehidupan di kota.
  • Kelas IV SD memperoleh bahan belajar tentang beberapa lingkungan wilayah dan kebudayaan di dunia. Titik berat terutama tentang kebudayaan dan komunitas tertentu dalam kebudayaan tersebut. Terkadang yang mendapat perhatian adalah segi geografinya, dan hanya sedikit saja yang menitikberatkan pada wilayah dan kebudayaan di negara sendiri.
  • Kelas V SD membahas sejarah, geografi, sosiologi, dan antropologi negara sendiri. Dalam beberapa program diungkapkan pula tentang negara tetangga.
  • Kelas VI SD menurut Preston dan Herman dibahas tentang sejarah, geografi, dan beberapa segi dari wilayah tertentu di dunia, terutama di belahan dunia sebelah timur, misalnya sebagai sampel adalah negara-negara Amerika Latin dan Kanada. Sejumlah kecil program menyajikan secara luas studi permasalahan dan perkembangan kultural, sosial dan ekonomi.

 

Menurut materinya, Ruang Lingkup materi IPS adalah :

  1. Merupakan perpaduan atau integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
  2. Terkait dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan dan kebangsaan, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta tuntutan dunia global.
  3. Jenis materi IPS dapat berupa fakta, konsep dan generalisasi, terkait juga dengan aspek kognitif, afektif, psikomotorik dan nilai-nilai spiritual

 

Ruang lingkup pengajaran IPS dibatasi sampai pada gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah.Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar peserta didik SD. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006, menyatakan bahwa ruang lingkup mata pelajaran IPS sekolah dasar meliputi aspek-aspek sebagai berikut:

  1. Manusia, tempat, dan lingkungan.
  2. Waktu, keberlanjutan, dan perubahan.
  3. System sosial dan budaya.
  4. Perilaku ekonomi dan kesejahteraan.

 

  1. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM IPS

Kurikulum dikembangkan  berdasarkan prinsip-prinsip berikut.

  1. Berpusat Pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, Dan Kepentingan Peserta Didik Serta Lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan  berdasarkan prinsip bahwa peserta didik  memiliki posisi sentral  untuk mengembangkan potensinya  agar menjadi manusia  yang  berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, bertanggung jawab. Untuk mendukung  pencapaian tujuan  pengembangan  kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan  dan kepentingan peserta didik.

 

  1. Beragam Dan Terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan  keragaman karakteristik peserta didik ,kondisi daerah,dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama,suku, budaya, adat istiadat, serta status social ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi  komponen muatan wajib kurikulum ,muatan local ,dan pengembangan diri  secara terpadu ,serta disusun  dalam keterkaitan  dan kesinambungan  yang bermakna dan tepat antar substansi.

 

  1. Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni

Kurikulum  dikembangkan atas dasar  kesadaran  bahwa ilmu pengetahuan ,tehnologi dan seni berkembang secara dinamis .Oleh karena itu ,semangat dan isi kurikulum  mendorong peserta didik  untuk mengikuti dan  memanfaatkan  secara tepat  perkembangan  ilmu pengetahuan ,tehnologi dan seni.

 

  1. Relevan Dengan Kebutuhan Kehidupan

Pengembangan  kurikulum  dilakukan dengan melibatkan  pemangku kepentinga (stake holders) untuk menjamin relevansi pendidikan  dengan kebutuhan kehidupan , termasuk dalam kehidupan kemasyarakatan,dunia usaha dan dunia kerja.Oleh karena itu ,pengembangan keterampilan  pribadi,keterampilan bepikir,keterampilan social, keterampilam  akademik, dan keterampilan vokasional.

 

  1. Menyeluruh Dan Berkesinambungan

Substansi kurikulum  mencakup keseluruhan  dimensi kompetensi ,bidang kajian keilmuan  dan mata pelajaran  yang direncanakan  dan disajikan secara berkesinambungan  antar semua jenjang pendidikan.

 

  1. Belajar Sepanjang Hayat

Kurikulum  diarahkan  kepada proses pengembangan ,pembudayaan dan pemberdayaan  pererta didik yang berlangsung sepanjang hayat .Kurikulum  mencerminkan  keterkaitan  antara unsure-unsur pendidikan  formal, ,nonformal dan informal , dengan memperhatikan  kondisi  dan tuntutan  lingkungan  yang selalu berkembang  serta arah pengembangan  manusia seutuhnnya.

 

  1. Seimbang Antara Kepentingan  Nasional  Dan Kepentingan  Daerah

Kurikulum  dikembangkan  dengan memperhatikan  kepentingan nasional dan kepentingan daerah   untuk membangun  kehidupan  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan  nasional dan kepentingan daerah  harus saling mengisi  dan memberdayakan  sejalan dengan motto Bhineka Tunggal  Ika dalam kerangka  Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

  1. DIMENSI PROGRAM PENDIDIKAN IPS SECARA KOMPHERENSIF

Pencapaian pendidikan IPS di sekolah diperlukan pemahaman dan pengembangan program pendidikan yang komprehensif. Program pendidikan IPS yang komprehensif menurut Sapriya yaitu program yang mencakup empat dimensi, yaitu :

 

  • Dimensi pengetahuan (Knowledge

Pengetahuan adalah kemahiran dan pemahaman terhadap sejumlah informasi dan ide-ide. Tujuan pengetahuan ini membantu siswa untuk belajar lebih banyak tentang dirinya, fisiknya dan dunia sosial. Dimensi yang menyangkut pengetahuan sosial mencakup;(1) fakta;

(2) konsep;(3) generalisasi yang dipahami siswa.

 

  • Dimensi keterampilan (Skills)

            Keterampilan adalah pengembangan kemampuan-kemampuan tertentu sehingga digunakan pengetahuan yang diperolehnya. Keterampilan ini dalam IPS terwujud dalam bentuk kecakapan mengolah dan menerapkan informasi yang penting untuk mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang mampu berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat demokratis. Keterampilan tersebut mencakup: Keterampilan meneliti, keterampilan berpikir, keterampilan partisipasi sosial dan keterampilan berkomunikasi.

 

  • Dimensi nilai dan sikap (Values and Attitudes);

            Dimensi nilai dan sikap merupakan seperangkat keyakinan atau prinsip perilaku yang telah mempribadi dalam diri seseorang atau kelompok masyarakat tertentu yang terungkap ketika berpikir dan bertindak. Nilai adalah kemahiran memegang sejumlah komitmen yang mendalam, mendukung ketika sesuatu dianggap penting dengan tindakan yang tepat. Sedangkan sikap adalah kemahiran mengembangkan dan menerima keyakinan-keyakinan,interes, pandangan-pandangan, dan kecenderungan tertentu.

            Dimensi nilai dan sikap terdiri atas nilai substansif dan nilai prosedural. Nilai substantif adalah keyakinan yang telah dipegang oleh seseorang dan umumnya hasil belajar, bukan sekedar menanamkan atau menyampaikan informasi semata. Nilai-nilai prosedural yang perlu dilatih atau dibelajarkan antara lain nilai kemerdekaan, toleransi, kejujuran, menghormati kebenaran dan menghargai pendapat orang lain.

 

  • Dimensi tindakan (Action).

            Tindakan sosial ini merupakan dimensi IPS yang penting karena tindakan sosial dapat memungkinkan siswa menjadi peserta didik yang aktif, dengan cara berlatih secara kongkret dan praktik, belajar dari apa yang diketahui dan dipikirkan tentang isu-isu sosial untuk dipecahkan sehingga jelas apa yang dilakukan dan bagaimana caranya dengan demikian siswa akan belajar menjadi warga negara yang efektif di masyarakat.

 

BIMBINGAN KONSELING DI SD

KONSEP DASAR BIMBINGAN KONSELING SOSIAL

  1. Latar belakang diperlukannya bimbingan konseling social
    Pengaruh modernisasi dan globalisasi banyak membawa perubahan-perubahan dalam tata kehidupan baik social, ekonomi dan juga politik. Ada dua sikap yang muncul akibat dari pengaruh modernisasi yaitu: optimistic atau pesimistik? Mereka yang psimistik berpandangan bahwa globalisasi dapat mengguncang dan mengganggu keseimbangan individu dalam masyarakat. Derasnya arus globalisasi itu akan meruntuhkan nilai-nilai moral dan social serta tatanan yang ada dalam masyarakat, yang dianggapnya telah mapan dari generasi-ke generasi. Hancurnya nilai-nilai moral dan social ini pada gilirannya akan menimbulkan keresahan dan juga kerusuhan di dalam masyarakat yang secara langsung berdampak negative terhadap anggota masyarakat, dalam skala yang tak terbayangkan, masa depan yang demikian ini akan penuh dengan bahaya dan kemunduran-kemunduran, bahkan kehancuran yang tak terhindarkan. Sebaliknya mereka yang berpandangan positif berpendapat justru melihat bahwa dalam era globalisasi itu terdapat banyak kesempatan dan peluang-peluang untuk mengadakan perubahan perubahan, perbaikan dan peningkatan terhadap segala sesuatu yang dirasakan selama ini kurang berkembang.

Pandangan ini berpendapat masa depan harus lebih baik, ada kemajuan. Perubahan yang diharapkan adalah adanya kesempatan sekaligus tantangan yang memberikan harapan harapan baru bagi kita semua untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik seperti yang dicitacitakan Berangkat dari dua sikap tersebut baik yang positif maupun yang negative, agar perubahan yang terjadi dapat seperti yang diharapkan dan juga tidak terlepas dari akar budaya yag ada, dan tetap bercirikan sebagai budaya dan dapat merupakan ciri khas kepribadian bangsa.Demikian juga yang pesimis, yang penuh kekhawatiran, karena beranggapan dengan pengaruh perubahanperubahan tersebut akan membawa dampak yang negative, satu hal yang harus disadari bahwa kehidupan tidaklah statis tetapi harus dinamis, oleh karena itu perubahan tetaplah kita perlukan sepanjang itu dapat meningkatkan martabat kemanusiaan dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Konseling social hadir sebagai upaya untuk menjembatani agar individu-individu yang ada dalam masyarakat dapat menghadapi berbagai perubahan sekaligus juga tantangan yang harus dihadapi dengan berpedoman pada norma-norma yang ada
untuk disesuaikan seiring dengan dinamika masyarakat sebagai tuntutan yang harus dipenuhi. Dengan kata lain bimbingan konseling social hadir berangkat dari hakekat manusia sebagai mahluk yang paling indah dan paling tinggi derajatnya sehingga mendorong manusia untuk terus maju dan berkembang tanpa henti dari zaman ke zaman, dari situlah maka dimensi-dimensi kemanusiaan perlu dikembangkan dengan pertimbangan: pertama antara individu satu dengan individu lain terdapat banyak perbedaan sebagai contoh perbedaan tersebut dapat dilihat dari fisik misalnya, hidungnya mancung, badannya jangkung, kulitnya hitam, badannya gemuk dan lain sebagainya, dari perbedaan psikhis misalnya: berfikirnya lamban, terlalu banyak pertimbangan, mudah tersinggung, sensitive dan lain-lain. Meski demikian juga ada persamaannya misalnya: mempunyai hoby yang sama misalnya suka berjalan-jalan, membaca, makan makanan yang pedas,kesamaan dalam persepsi dan lain-lain, dari sinilah bagaimana manusia menyikapi perbedaanperbedaan tersebut sebagai keragaman yang dapat mewarnai kehidupan, dimensi inilah yang seringkali disebut dimensi individualitas. Pengembangan dimensi individualitas memungkinkan seseorang dapat mengembangkan segenap potensi yang ada pada dirinya secara optimal yang mengarah pada aspek-aspek kehidupan yang positif, seperti misalnya: bakat, minat, kemampuan dan berbagai kemungkinan. Pengembangan dimensi ini akan membawa seseorang individu yang mampu berdiri tegak dengan kepribadiannya sendiri dengan aku yang tangguh, positif, produktif dan dinamis. Pertimbangan kedua, setiap individu pasti memerlukan individu lain atau tidak bisa lepas dari individu lain, oleh karena itu pasti membutuhkan orang lain, si jabang bayi yang baru lahirpun tak dapat bertahan hidup tanpa bantuan seorang ibu bahkan ayahnya. Disisi lain manusia dapat hidup dan berkembangbtidak dapat lepas dari lingkungan yang mempengaruhinya, oleh karena itu peranan individu satu dengan individu yang lain sangat besar. Sebagai contoh cerita si Tarsan kota adalah manusia yang dibesarkan di hutan dengan lingkungan sekitarnya adalah hewan, yang akhirnya berkembanglah pribadi manusia si Tarsan tetapi karakternya adalah hewan, sehingga dari sinilah dapat dikatakan bahwa manusia akan menjadi manusia apabila ia hidup dan berkembang dalam lingkungannya, dimensi ini sering disebut dengan dimensi kesosialan atau sosialitas.Pengembangan dimensi individualitas seharusnya diimbangi dengan dimensi kesosialan pada diri individu yang bersangkutan. Pengembangan dimensi kesosialan akan memungkinkan seseorang mampu berinteraksi, berkomunikasi, bergaul, bekerja sama dan hidup bersama dengan orang lain. Kaitan antara dimensi individualitas dan dimensi sosialitas memperlihatkan bahwa manusia adalah mahluk individu sekaligus mahluk social.Dimensi individu dan dimensi social saling berinteraksi, dan dalam berinteraksi tersebut keduanya saling tumbuh dan berkembang, saling mengisi dan saling menemukan makna yang sesungguhnya.

Dimensi kesusilaan memberikan warna moral terhadap perkembangan dimensi pertama dan kedua, dimana etika dan berbagai ketentuan yang berlaku mengatur bagaimana kebersamaan antar individu seharusnya dilaksanakan. Hidup bersama dengan orang lain, baik dalam rangka memperkembangkan dimensi individualitas maupun kesusilaan tidak dapat dilakukan seadanya saja, tetapi perlu diselenggarakan sedemikian rupa sehingga semua orang yang berada didalamnya memperoleh manfaat yang sebasar-besarnya dari kehidupan bersama itu. Dimensi kesusilaan justru mampu menjadi pemersatu sehingga dimensi individualitas dan kesosialan dapat bertemu dalam satu kesatuan yang penuh makna.   Dapat dikatakan bahwa tanpa dimensi dimensi kesusilaan, berkembangnya dimensi individualitas dan kesosialan akan nampak tidak serasi, bahkan dapat dikatakan saling bertabrakan sehingga dapat berakibat yang satu cenderung menyalahkan yang lain. Perkembangan ketiga dimensi diatas memungkinkan manusia dapat menjalani kehidupan. Apabila ketiga dimensi itu dapat berkembang optimal tidak mustahil kehidupan manusia dapat mencapai taraf kebudayaan yang amat tinggi. Dengan ketiga dimensi itu manusia dapat hidup layak serta dapat mengembangkan tehnologi dan seni yang sehebat-hebatnya bahkan ia dapat mengarungi angkasa luar serta mampu mencapai bulan sekalipun, akan tetapi kehidupan manusia tidaklah bersifat acak atau sembarangan, tetapi mengikuti aturan-aturan tertentu, hampir setiap kegiatan manusia baik secara individu atau perorangan maupun kelompok mengikuti aturan aturan tersebut. Aturan-aturan tersebut ada yang bersumber dari agama, social, budaya dan lain lain. Sebagai ilustrasi manusia adalah berbeda dengan binatang, karena itulah manusia mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan serta mengadakan penyesuaian penyesuaian ketika menghadapi situasi yang berubahubah, dari perubahan itulah menghasilkan pola-pola perilaku tertentu.

Demikian juga dalam pergaulan dengan orang lain yang ada di masyarakat, aturan-aturan tersebut semakin diperlukan, sehingga bersama orang lain manusia atau individu tidak boleh sembarangan, tetapi harus saling menjaga, menghormati keyakinan masing-masing, menghargai pendapat, saling memberi dan menerima sehingga akan tercipta kehidupan bersama dalam masyarakat, demikian juga dalam suatu lembaga hubungan antara atasan dan bawahan hendaklah memperhatikan hak dan kewajiban, semua ini dimaksudkan demi terciptanya situasi dan kondisi yang menyenangkan dalam masyarakat tersebut. Dimensi ini sering disebut dengan dimensi kesusilaan atau moralitas.

  1. Tujuan Bimbingan Konseling Sosial
    Sebagaimana telah diuraikan pada latar belakangdiperlukannya bimbingan konseling social adalah terciptanyatatanan kehidupan baik: individu, keluarga dan masyarakat yangmeliputi ketentraman, ketertiban dan kesusilaan.Ketentramanyang dimaksud adalah bebas dari segala ancaman, teror danlain-lain, baik lahir maupun bathin. Ketertiban adalah adanyakesesuaian berdasarkan norma-norma yang berlaku denganmengikuti petunjuk-petunjuk yang ada yang telah ditetapkanbersama. Kesusilaan adalah sesuai dengan norma-norma yangberlaku di masyarakat secara dinamis dan fleksibel. Kondisimasyarakat ini akan dapat terwujud melalui kerja sama denganberbagai pihak dan tanggung jawab bersama antara pemerintahan masyarakat termasuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Sebagai illustrasi, kondisi masyarakat yang diharapkan adalah masyarakat yang dapat diorganisir dengan baik, hal ini dapat dicirikan antara lain:

  1. adanya stabilitas dalam segalabidang;
  2. terciptanya interaksi personal yang intim yangditandai dengan pola hubungan individu yang harmonis yangada dalam masyarakat tersebut;
  3. terciptanya relasi socialyang yang berkesinambungan atau kontinuitas;
  4. adanyaconsensus yang bertaraf tinggi diantara anggota-anggotamasyarakat (Kartini Kartono, 2001).Stabilitas disini, tidaklah berarti stagnan tanpa mengalamiperubahan, tetapi yang dimaksudkan adalah stabilitas yangdinamis yaitu mengikuti perubahan untk menyesuaikan dengankondisi-kondisi yang ada, dan dalam prosesnya tidaklahmenimbulkan konflik atau gejolak yang berarti, sehinggaindividu-individu yang ada dalam masyarakat akan merasakankenyamanan dan ketentraman.Interaksi personal yang intim yang ditunjukkan denganpola-pola hubungan individu yang saling tolong-menolong,solidaritas yang tinggi, menjunjung kebersamaan, saling menjagadan menghormati hak azasi dan lain-lain.

Disisi lain akibat adanya kemajuan atau modernisasi mengakibatkan:

  1. lenturnyaatau bahkan hilangnya nilai-nilai intimitas tersebut, sehinggayang muncul adalah tidak adanya kesinambunan pengalamandari kelompok satu ke kelompok yang lain;
  2. perubahan yangterjadi serba cepat;
  3. kondisi yang tidak stabil;
  4. tidakadanya penyesuaian diantara individu-individu yang ada dalammasyarakat;
  5. relasi yang retak dan lain-lain, yang kemudiantercipta pola-pola hubungan yang individualistis, ekstrim untukkepentingan diri sendiri atau kelompoknya, karena yangdemikian ini maka banyak anggota masyarakat yang mengalamidepresi bahkan frustrasi dan lain sebagainya. Kondisi yangdemikian ini, maka bimbingan konseling sosial hadir sebagaiupaya untuk membantu individu individu yang ada dalammasyarakat agar mampu menghadapi realitas yang ada secaradinamis dan fleksibel.
  6. Sasaran Bimbingan Konseling Sosial
    Adapun yang menjadi sasaran dalam bimbingan konseling sosial menurut S. Kasni Hariwoerjanto (1977) secara garis besar dibagi menjadi dua:
  7. individu yang mengalamikesulitan dalam bersosialisasi, dan
  8. kelompok yangmengalami stagnasi sosial. Yang dimaksud individu yangmengalami kesulitan dalam bersosialisasi adalah: a) individunon sosial, adalah individu yang tidak mau bergaul denganlingkungannya karena ada penghalang atau sebab, penghalangini dapat berupa minder, takut dicemooh, malu dan sebagainya;b) individu a sosial, adalah individu yang tidak dapatmenyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang ada, atauindividu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bukankarena tidak mampu, tetapi memang individu tersebut sengajatidak mau atau tidak suka untuk menyesuaikan denganligkungan sekitarnya. Biasanya sebab-sebab yang menjadipenghalang tidak nyata, sehingga menurut ukuran orang,individu tersebut dapat menyesuaikan; c) individu anti sosial,adalah individu yang sebenarnya mampu untuk menyesuaikandiri atau memenuhi tuntutan-tuntutan yang ada dalammasyarakat, tetapi individu tersebut melawan atau bahkanmenentang dengan lingkungan sekitarnya.Kelompok yang mengalami stagnasi sosial antara lain: a)disorganisasi sosial, pada kenyataannya setiap manusiamempunyai masalah atau tantangan yang harus dihadapi denganbaik atau lapang dada sehingga tercapai kesejahteraan sosial.Disorganisasi sosial adalah suatu keadaan yang retak dibidangaqidah, nilai sehingga tidak dapat menjalankan peraturan peraturan sebagaimana layaknya, kebiasaan dalam pergaulanhidup yang semaunya dan lain-lain; b) kesukaran sosial,kesukaran sosial banyak ditimbulkan karena disorganisasi yangmembahayakan, ini lebih bersifat kondisi patologis yang dideritaakibat kondisi patologi keluarga yang tidak dapat direduksi olehsystem referensi problem solving; c) masalah sosial, adalahsuatu kondisi atau proses dalam masyarakat yang dilihat dari
    sudut yang tidak diinginkan, kondisi tersebut dapat disebut dengan salah atau abnormal. Kondisi yang abnormal tersebut dapat disebabkan salah satunya adalah terjadinya penyimpangan dari kondisi yang seharusnya.
  9. Bimbingan Konseling Sosial Dalam Kaitannya Dengan
    Ilmu-ilmu Lain.
    Secara umum bimbingan konseling sosial adalah bagian dari bimbingan dan konseling yang diaplikasikan lebih khusus untuk masyarakat atau sosial. Sebagai bagian dari bimbingan dan konseling masuk dalam kategori ilmu-ilmu sosial, meskipun demikian bimbingan konseling sosial tidak berarti terlepas dari ilmu-ilmu yang lain misalnya: ilmu komunikasi, ilmu sosiologi,
    ilmu filsafat, ilmu antropologi dan ilmu psikologi termasuk juga ilmu ekonomi. Ilmu komunikasi diperlukan dimana seorang konselor sosial dapat menyampaikan pesan-pesan sehingga isi materi dalam konseling dapat diterima dengan baik oleh sasaran. Dalam perspektif imu sosiologi, konseling sosial hendaklah mempelajari bagaimana interaksi individu dalam masyarakat. Demikian juga ilmu antropologi, keanekaragaman budaya, suku yang ada dalam masyarakat hendaklah difahami dengan baik dan sebagai wacana untuk memberikan solusi dalam terapi, termasuk memahami pentingnya budaya yang ada dalam masyarakat, dengan keragaman tersebut akan mempersatukan dari berbagai unsur termasuk ras, etnis sekaligus. Ilmu filsafat membantu konselor sosial dalam mendiagnosa permasalahan yang ada dalam masyarakat sehingga dapat mengambil solusi yang tepat serta tindak lanjut. Ilmu psikologi diperlukan sebagai alat untuk terapis dan membantu konselor sosial dalam memahami perubahan perilaku dan perkembangan kepribadian manusia. Ilmu ekonomi diperlukan untuk membantu memahami dunia kerja dan lain sebagainya. Semuanya itu akan memberikan kontribusi yang berarti bagi pemahaman secara lebih utuh untuk penyelenggaraan praktek konseling sosial. Hansen dkk (1982) menyebutnya konseling sosial sebagai aplikasi dari ilmu-ilmu sosial interdisipliner, lebih lanjut Hansen
    menegaskan sebagai berikut:
    The purpose of counseling makes it clear why such
    varied diciplines have influenced the profession…… if
    counselor are to enhance the will being of the individual,
    the must understand as many as possible of the factors
    that effect people; they must adopt an interdisciplinary
    approach ( Hansen dkk, 1982).
    Dengan demikian kemampuan seorang konselor social selain harus memiliki pengetahuan khusus yang menjadi bidang keahliannya, juga harus ditopang oleh pengetahuan lain secara interdisipliner, karena dalam kenyataannya individu yang ada dalam masyarakat itu berasal dari berbagai latar belakang yang beragam, baik sosial, budaya, agama dan lain-lain, sehingga masalah yang dihadapi oleh konselor sosial juga beragam dan komplek, oleh karena itulah dengan kemampuannya yang interdisipliner sangat membantu konselor dalam menjalankan tugas-tugas konseling sosialnya.
    Rangkuman
    Sebagaimana telah diuraikan bahwa tujuan bimbingan
    konseling social adalah terciptanya tatanan kehidupan individu,
    keluarga dan masyarakat yang sejahtera baik lahir maupun bathin
    yang ditandai dengan rasa ketentraman, ketertiban dan kesusilaan.
    Pengaruh modernisasi menimbulkan disharmoni individu
    dalam keluarga yang ditandai dengan: (1) hilangnya nilai-nilai
    intimitas individu dalam keluarga; (2) perubahan yang terjadi serba
    cepat; (3) kondisi yang tidak stabil dan (4) tidak adanya penyesuaian
    diantara individu-individu yang ada dalam masyarakat.
    Masyarakat yang dicita-citakan adalah masyarakat yang
    bercirikan antara lain: (1) adanya stabilitas di segala bidang; (2)
    terciptanya interaksi personal yang intim yang ditandai dengan pola
    hubungan individu yang harmonis yang ada dalam masyarakat; (3)
    terciptanya relasi social yang berkesinambungan; (4) adanya
    konsensus yang bertaraf tinggi diantara anggota-anggota dalam
    masyarakat.
    Sasaran bimbingan konseling sosial secara garis besar
    adalah: 1) individu yang mengalami kesulitan bersosialisasi, dan
    2) kelompok yang mengalami stagnasi sosial.
    Individu yang mengalami kesulitan bersosialisasi antara
    lain 1) individu non sosial; b) individu a sosial dan c) individu
    anti sosial. Sedangkan kelompok yang mengalami stagnasi
    sosial antara lain: 1) disorganisasi sosial; 2) kesukaran sosial
    dan 3) masalah sosial.
    Keterkaitan bimbingan konseling sosial dengan ilmu-ilmu
    lain misalnya dengan: ilmu komuikasi; ilmu sosiologi; ilmu
    psikoogi; ilmu filsafat; ilmu antropologi dan ilmu ekonomi.

    Adapun yang menjadi sasaran dalam bimbingan konseling social
    menurut S. Kasni hariwoerjanto (1997) secara garis besar dibagi
    menjadi dua: 1).individu yang mengalami kesulitan bersosialisasi,
    dan 2). kelompok yang mengalami stagnasi social. Yang dimaksud
    individu yang mengalami kesulitas dalam bersosialisasi adalah: (a)
    individu non social, adalah individu yang tidak mau bergaul dengan
    lingkungannya karena ada penghalang atau sebab, penghalang ini
    dapat berupa minder, takut dicemooh, malu dan lain sebagainya; (b)
    individu a social, adalah individu yang tidak dapat menyesuaikan
    diri dengan kondisi lingkungan yang ada, atau individu yang tidak
    dapat memenuhi kebutuhan hidupnya bukan karena tidak mampu
    tetapi memang individu tersebut sengaja tidak mau atau tidak suka
    untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya. Biasanya sebabsebab yang menjadi penghalang tidak nyata, sehingga menurut
    ukuran orang, individu tersebut dapat menyesuaikan; (c) individu
    anti social, adalah individu yang sebenarnya mampu untuk
    menyesuaikan diri atau memenuhi tuntutan-tuntutan yang ada dalam
    masyarakat, tetapi individu tersebut melawan atau menentang
    dengan lingkungan sekitarnya.
    Kelompok yang mengalami stagnasi social antara lain: (a)
    disorganisasi social, pada kenyataannya setiap manusia mempunyai
    masalah atau tantangan yang harus dihadapi dengan baik atau lapang
    dada sehingga tercapai kesejahteraan social, sebab jika tidak dapat
    maka akan terjadi disorganisasi social. Disorganisasi social adalah
    suatu keadaan yang retak dibidang aqidah, nilai, tidak dapat
    menjalankan peraturan-peraturan sebagaimana layaknya, kebiasaan
    dalam pergaulan hidup yang semaunya dan lain-lain; (b) kesukaran
    social, kesukaran social banyak ditimbulkan karena disorganisasi
    yang membahayakan, ini lebih bersifat kondisi patologis yang
    diderita akibat kondisi patologi keluara yang tidak dapat direduksi
    oleh system referensi problem solving;(c) masalah social, adalah

    suatu kondisi atau proses dalam masyarakat yang dilihat dari sudut
    yang tidak diinginkan, kondisi tersebut dapat disebut dengan salah
    atau abnormal. Kondisi yang abnormal tersebut dapat disebabkan
    salah satunya adalah terjadinya penyimpangan dari kondisi yang
    seharusnya.
    B. Bimbingan konseling Sosial dalam kaitanya dengan ilmu lain
    Secara umum bimbingan konseling social adalah bagian dari
    bimbingan dan konseling yang diaplikasikan lebih khusus untuk
    masyarakat atau social. Sebagai bagian dari bimbingan dan
    konseling masuk dalam kategori ilmu-ilmu social, meskipun
    demikian bimbingan konseling social tidak berarti terlepas dari ilmuilmu yang lain misalnya: ilmu komunikasi, ilmu sosiologi, ilmu
    filsafat, ilmu antropologi dan ilmu psikologi termasuk juga ilmu
    ekonomi.
    Ilmu komunikasi diperlukan dimana seorang konselor social
    dapat menyampaikan pesan-pesan sehingga isi materi dalam
    konseling dapat diterima dengan baik oleh sasaran. Dalam perspektif
    ilmu sosiologi, konseling social hendaklah mempelajari bagaimana
    interaksi individu dalam masyarakat. Demikian juga ilmu
    antropologi, keanekaragaman budaya, suku yang ada dalam
    masyarakat hendaklah difahami dengan baik dan sebagai wacana
    untuk memberikan solusi dalam terapi, termasuk memahami
    pentingnya budaya yang ada dalam masyarakat, dengan keragaman
    tersebut akan mempersatukan dari berbagai unsur termasuk ras, etnis
    sekali gus. Ilmu filsafat membantu konselor social dalam
    mendiagnosa permasalahan yang ada dalam masyarakat sehingga
    dapat mengambil solusi yang tepat serta tindak lanjut. Ilmu psikologi
    diperlukan sebagai alat untuk terapis dan membantu konselor social
    dalam memahami perubahan dan perkembangan kepribadian
    manusia. Ilmu ekonomi diperlukan untuk membantu memahami
    dunia kerja dan lain sebagainya. Semuanya itu akan memberikan
    kontribusi yang berarti bagi pemahaman secara lebih utuh untuk
    penyelenggaraan praktek konseling social. Hansen dkk (1982)
    menyebutnya konseling social sebagai aplikasi dari ilmu-ilmu social
    interdisipliner, lebih lanjut Hansen menegaskan sebagai berikut:
    The purpose of counseling makes it clear why such varied diciplines
    have influenced the profession….if counselor are to enhance the
    will-being of the individual, the must understand as many as possible
    of the factors that effect people; they must adopt an interdisciplinary
    approach ( Hansen dkk, 1982).
    Dengan demikian kemampuan seorang konselor social selain harus memiliki pengetahuan khusus juga harus ditopang oleh pengetahuan lain secara interdisipliner, karena dalam kenyataanya individu yang ada dalam masyarakat itu berasal dari berbagai latar belakang yang beragam, baik social, budaya, agama dan lain-lain, sehingga masalah yang dihadapi konselor social juga beragam dan komplek, oleh karena itulah dengan kemampuannya yang interdisipliner sangat membantu konselor dalam menjalankan tugastugas konseling sosialnya.

KONSEP DASAR BIMBINGAN

ASAS BIMBINGAN

Asas Kerahasiaan Asas Kesukarelaan Asas Keterbukaan

Asas Kekinian Asas Kemandirian Asas Kegiatan Asas Kedinamisan Asas Keterpaduan Asas Kenormatifan Asas Keahlian Asas Alih tangan Asas Tutwuri Handayani ASAS BIMBINGAN

Tujuan Bimbingan

  • Agar konseling/siswa dapat:
  1. Menyadari “keadaan” diri, + –
  2. Menerima diri
  3. Menyesuaikan dengan lingkungan
  4. Mengembangkan diri
  5. Mencapai kebahagiaan

FUNGSI BIMBINGAN

  1. Fungsi Pemahaman
  2. Fungsi Fasilitasi
  3. Fungsi Penyesuaian
  4. Fungsi Penyaluran
  5. Fungsi Adaptasi
  6. Fungsi Pencegahan (preventif)
  7. Fungsi Perbaikan
  8. Fungsi Penyembuhan
  9. Fungsi Pemeliharaan

10.Fungsi Pengembangan

Jenis Layanan BK

  1. Orientasi
  2. Informasi
  3. Penempatan&Penyaluran
  4. Konseling individual
  5. Konseling kelompok
  6. Bimbingan kelompok
  7. Mediasi
  8. Konsultasi

PRINSIP-PRINSIP UMUM BIMBINGAN

MEDIA TRANSPARANSI / BIMBINGAN DI SEKOLAH DASAR / 2004

1.Bimbingan diperuntukkan semua siswa 2.Bimbingan sbg proses individuasi 3.Bimbingan menekankan hal yang positif 4.Bimbingan merupakan usaha bersama 5.Pengambilan keputusan sebagai hal yang esensi 6.Bimbingan berlangsung dalam berbagai seting kehidupan

PRINSIP BIMBINGAN

UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 Ayat 6: “Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan”

PP No. 28/1989, Pasal 25:

  1. Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenai lingkungan dan merencanakan masa depan 2. Bimbingan diberikan oleh guru pembimbing. • Layanan bimbingan perlu dilaksanakan secara terprogram dan ditangani oleh orang yang memiliki kemampuan membimbing. • Untuk pendidikan SD, memperhatikan karakteristik, kebutuhan siswa, dan penyelenggaraan sistem pendidikan di SD ditangani oleh guru kelas, maka layanan bimbingan lebih efektif dilaksanakan secara terpadu dengan pembelajaran dan ditangani oleh guru kelas. • Guru SD dikehendaki memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menyelenggarakan layanan bimbingan.

MEDIA TRANSPARANSI / BIMBINGAN DI SEKOLAH DASAR / 2004

Robert Myrick, (1989) :

Pendekatan perkembangan lebih tepat digunakan dalam tatanan pendidikan sekolah dasar karena pendekatan ini memberikan perhatian kepada tahap-tahap perkembangan siswa, kebutuhan dan minat, serta membantu siswa mempelajari keterampilan hidup. Tugas perkembangan adalah perangkat perilaku yang harus dikuasai siswa dalam periode kehidupan tertentu, dimana keberhasilan menguasai perangkat perilaku pada periode kehidupan tersebut mendasari keberhasilan penguasaan perangkat perilaku dalam periode berikutnya.

Perkembangan pada usia SD terarah kepada perolehan perilaku yang berkaitan dengan sikap, kebiasaan, dan kesadaran akan keberadaan dirinya sebagai bagian dari lingkungan dan memiliki kecakapan tertentu yang berbeda dari orang lain.

Lingkungan  perkembangan  mengandung unsur-unsur:

 Unsur Peluang  Unsur Pendukung  Unsur Penghargaan

TEKNIK-TEKNIK MEMAHAMI PERKEMBANGAN MURID

TEKNIK MEMAHAMI MURID

TEKNIK TES

Tes Psikologi: ☻Kecerdasan, Bakat, Minat, Kepribadian ☻Tes Hasil Belajar ☻Tes Penampilan

tes

TEKNIK NON TES

☻Observasi ☻Catatan Anekdot ☻Wawancara ☻Angket ☻Autobiografi ☻Sosiometri ☻Studi Kasus

TES KECERDASAN (IQ) SEKOR KLASIFIKASI

> 140 Genius

120 – 139 Very Superior

110 – 119 Superior

90 – 109 Normal

80 – 89 Dull

70 – 79 Border Line

50 – 60 Debil 30 – 49 Embicile

< 30 Idiot

TES BAKAT

REKONIK

BAKAT MUSIK

BAKAT ARTISTIK

BAKAT KLERIKAL

BAKAT MULTIFAKTOR

♣ Berpikir Verbal

♣ Berpikir Bilangan

♣ Berpikir Abstrak

♣ Berpikir Ruang

♣ Kecepaatan dan Ketelitian

♣ Mekanik

♣ Bahasa: Pengucapan & Menyusun

TES MINAT

 TES HOLLAD

 RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)

TES KEPRIBADIAN

 PROYEKTIF : GAMBAR, GRAFIS.  MEKANIS/ OBYEKTIF : EPPS

 

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD KELAS RENDAH

BAHAN AJAR PENDIDIKAN GURU SKOLAH DASAR

MATA KULIAH KAJIAN BAHASA INDONESIA

OLEH

ROBERT TAGANG

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2017

 

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

DI SD KELAS RENDAH

 

Bahan Belajar Mandiri ini membahas kurikulum sekolah dasar mata pelajaranBahasa Indonesia yang sedang berlaku saat ini, yakni Kurikulum 2004 atau yanglazim disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan (KTSP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuanpendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri dari: standar isi, proses,kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan,pembiayaan dan penilaian pendidikan. Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusanmerupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolahmenyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisidaerah. Dengan demikian daerah dan atau sekolah memiliki cukup kewenangan untukmerancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalamanbelajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan belajar mengajar.Kurikulum di atas menekankan pada:

  1. Ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
  2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman.
  3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yangbervariasi.
  4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi sumber belajar lain yang memenuhiunsur edukatif.
  5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaanatau pencapaian suatu kompetensi.

Pembahasan berikutnya akan difokuskan pada tiga hal:

  1. 1.Struktur Kurikulum dan Standar Kompetensi mata pelajaran BahasaIndonesia.
  2. Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Rendah.
  3. Materi dan Model Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Pemahaman kurikulum sangat penting bagi Anda sebagai calon gurusekolah dasar sebab kurikulum merupakan salah satu alat yang strategisdan menentukan dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan.Setelah mempelajari modul ini, diharapkan Anda dapat:

  1. Menjelaskan struktur kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia kelasrendah.
  2. Menerapkan model pembelajaran tematik sesuai tuntutan kurikulum.
  3. Menyusun berbagai model pembelajaran tematik.
  4. Menjelaskan keunggulan dan kelemahan model pembelajarantematik/pembelajaran terpadu.

 

KEGIATAN BELAJAR I

Sturktur Kurikulum dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Kurikulum yang dipakai saat ini, mengacu pada Undang-undang No.20 tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Adapun struktur Kurikulum Sekolah Dasarkelas rendah ( kelas I-III) dan kelas tinggi (kelas IV-VI) dapat Anda lihat pada tabelberikut:

Penjelasan untuk Kelas Rendah (Kelas I dan II)

  1. Pengelolaan kegiatan pembelajaran dalam mata pelajaran dan kegiatan belajarpembiasaan dengan menggunakan pendekatan tematik diorganisasikan sepenuhnya oleh sekolah dan madrasah.
  2. Penjelasan teknis pendekatan tematik diatur dalam pedoman tersendiri.
  3. Alokasi waktu total yang disediakan adalah 27 jam pelajaran per minggu.Daerah, sekolah atau madrasah dapat menambah alokasi waktu total ataumengubah alokasi waktu mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa,sekolah, madrasah atau daerah.
  4. Satu jam pelajaran tatap muka dilaksanakan selama 35 menit.
  5. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34-40 minggu dan jam tatap muka per minggu adalah 34-40 minggu dan jam tatap muka perminggu adalah 945 menit (16 jam), jumlah jam tatap muka per tahun adalah544 jam (32.640).
  6. Alokasi waktu sebanyak 27 jam pelajaran pada dasarnya dapat diatur denganbobot berkisar: (a) 15% untuk Agama; (b) 50% untuk Membaca dan MenulisPermulaan serta Berhitung; dan (c)35% untuk Sains, Pengetahuan Sosial,Kerajinan Tangan dan Kesenian, dan Pendidikan Jasmani.
  7. Sekolah dasar dan madrasah dapat mengenalkan teknologi informasi dankomunikasi sesuai dengan kemampuannya.Secara garis besar struktur kurikulum berisi:
  8. Sejumlah mata pelajaran
  9. Kegiatan belajar pembiasaan
  10. Alokasi waktu

Mata pelajaran merupakan seperangkat kompetensi dasar yang dibakukan dansubstansi pelajaran mata pelajaran tertentu per satuan pendidikan dan per kelas selamamasa persekolahan. Mata pelajaran memuat sejumlah kompetensi dasar yang harusdicapai oleh siswa per kelas dan per satuan pendidikan sesuai dengan tingkatanpencapaian hasil belajarnya. Tolok ukur kompetensi dinyatakan dalam indikator.Matapelajaran mengutamakan kegiatan intruksional yang berjadwal dan berstruktur.Yang dimaksud kegiatan belajar pembiasaan yaitu kegiatan yangmengutamakan pembentukan dan pengendalian perilaku yang diwujudkan dalamkegiatan rutin, spontan, dan pengenalan unsur-unsur penting kehidupan masyarakat.Alokasi waktu menunjukkan satuan waktu yang digunakan untuk tatap muka.Kegiatan pembelajaran pembiasaan diselenggarakan secara berkesinambunganmulai dari pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan dasar, sampai denganpendidikan menengah. Pada pendidikan kanak-kanak dan raudhatul athfal sertapendidikan dasar diselenggarakan melalui kegiatan terprogram yang diberikan alokasiwaktu secara khusus. Sedangkan pada sekolah menengah atas dan yang sederajatdiselenggarakan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang tidak didan berikan alokasisecara khusus.Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indoneisa disusun untukmeningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia secara nasional. Saat ini berbagaiinformasi dan kemajuan ilmu pengetahuan hadir dan tidak dapat dicegah. Bagisebagian masyarakat hal tersebut bermanfaat bagi kehidupan.Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satusarana yang dapat mengakses berbagai informasi dan kemajuan tersebut. Untuk itukemahiran berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara lisan dan tertulis harusbenar-benar dimiliki dan ditingkatkan.Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yangdiwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kompetensi dapat dikenalimelalui sejumlah hasil belajar dan indikatornya yang dapat diukur dan diamati.Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahankajian dan bahan pelajaran secara kontekstual. Kompetensi dikembangkan sejaktaman kanak-kanak, kelas I SD sampai kelas XII yang menggambarkan saturangkaian kemampuan yang bertahap, berkelanjutan, dan konsisten seiring denganperkembangan psikologis peserta didik.Berikutnya di bawah ini akan diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan mata

pelajaran Bahasa Indonesia, sebelum membahas materi dan model pembelajaran

Bahasa Indonesia untuk SD kelas rendah (kelas I-II).

 

Rasional

Mata pelajaran Bahasa Indonesia diberikan di semua jenjang pendidikanformal. Dengan demikian diperlukan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memadai dan efektif sebagai alat berkomunikasi, berinteraksi sosial, media pengembangan ilmu dan alat pemersatu bangsa. Daerah/sekolah dapat secara efektif menjabarkan standar kompetensi sesuai dengan kebutuhan. Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia bersumber pada hakikat pembelajaran bahasa, yaitu belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi dan belajar sastra adalah belajar menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Indonesia mengupayakan peningkatan kemampuansiswa untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis seta menghargai karya cipta

bangsa Indonesia. Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia memberikan akses pada situasi lokal dan global yang menekankan keterbukaan, kemasadepanan, dan kesejagatan. Dengan demikian siswa menjadi terbuka terhadap beragam informasi dan dapat menyaring yang berguna, belajar menjadi diri sendiri, dan menyadari akan eksistensi budayanya sehingga tidak tercabut dari lingkungannya. Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia mengupayakan siswa dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, minat, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya bangsa sendiri. Pada sisi lain sekolah atau daerah dapat menyusun program pendidikan sesuai dengan keadaan

siswa dan sumber belajar yang tersedia.

 

  1. Pengertian

Bahasa merupakan sarana untuk saling berkomunikasi, saling berbagipengalaman, saling belajar dari yang lain, serta untuk meningkatkan pengetahuan intelektual dan kesusassteraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap Bahasa Indonesia, serta menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

 

  1. Fungsi dan Tujuan
  2. Fungsi

Standar kompetansi ini disiapkan dengan mempertimbangkan kedudukan danfungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara serta sastra Indonesia sebagai hasil cipta intelektual produk budaya yang berkonsekuensi pada fungsi mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai :

  1. Sarana pembinaan kesatuan dan kesatuan bangsa
  2. Sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya
  3. Sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  4. Sarana penyebarluasan pemakaian Bahasa Indonesia yang baik untuk keperluan menyangkut berbagai masalah
  5. Sarana pengembangan penalaran
  6. Sarana pemahaman beragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusastraan Indonesia.

 

  1. Tujuan

Secara umum tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Siswa menghargai dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa Negara.
  2. Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk makna, dan fungsi, serta menggunakan dengan tepat dan kreatif untuk bermacammacam tujuan, keperluan dan keadaan.
  3. Siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan itelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial.
  4. Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis)
  5. Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia
  6. Ruang Lingkup

Ruang lingkup standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia SD dan MI terdiri dari aspek:

  1. Mendengarkan; seperti mendengarkan berita, petunjuk, pengumuman, perintah, bunyi atau suara, bunyi bahasa, lagu, kaset, pesan, penjelasan, laporan, ceramah, khotbah, pidato, pembicara narasumber, dialog atau percakapan, pengumuman serta perintah yang didengar dengan memberikan respon secara tepat serta mengapresiasi dan berekpresi sastra melalui kegiatan mendengarkan hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat,cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun dan menonton drama anak.
  2. Berbicara; seperti mengungkapkan gagasan dan perasaan; menyampaikan sambutan, dialog, pesan, pengalaman, suatu proses, menceritakan diri sendiri, teman, keluarga, masyarakat, benda, tanaman, binatang, pengalaman, gambar tunggal, gambar seri, kegiatan sehari-hari, peristiwa, tokoh kesukaan/ketidaksukaan, kegemaran, peraturan, tata tertib, petunjuk dan laporan serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan melisankan hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan drama anak
  3. Membaca; seperti membaca huruf, suku katam kata, kalimat, paragraph, berbagai teks bacaan, denah; petunjuk, tata tertib, pengumuman, kamus, enslikopedia serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan membaca hasil sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyar, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan drama anak kompetensi membaca juga diarahkan menumbuhkan budaya membaca.
  4. Menulis; seperti menulis karangan naratif dan nonnaratif dengan tulisan rapi dan jelas dengan memperlihatkan tujuan dan ragam pembaca, pemakaian ejaan dan tanda baca, dan kosakata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggaldan kalimat majemuk serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melaluikegiatan menulis hasil sastra berupa cerita dan puisi. Kompetensi menulis juga diarahkan menumbuhkan kebiasaan menulis.
  5. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum

Standar kompetensi lintas kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup danbelajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh siswa melalui pengalaman belajar.

Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ini meliputi :

  1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianutnya.
  2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk beriteraksi dengan orang lain.
  3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep, teknik-teknik, pola, struktur, dan hubungan
  4. Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber
  5. Memahami dan menghargai lingkungan fisik, makhluk hidup, dan teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat
  6. Berpartisipasi, berinteraksi, dan berkontribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis, dan histories.
  7. Berkreasi dan menghargai karya artistic, budaya dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai leluhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab.
  8. Berpikir logis, kritis dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan
  9. menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri, dan bekerja sama dengan orang lain. Di muka telah diuraikan bahwa fungsi bahasa yang utama adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Untuk itu, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan agar siswa

terampil berkomunikasi. Fungsi utama sastra adalah sebagai penghalusan budi, peningkatan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, penumbuhan apresiasi budaya dan penyaluran gagasan, imajinasi dan ekspresi secara kreatif dan konstruktif, baik secara lisan maupun tertulis. Siswa dilatih lebih banyak menggunakan bahasa untuk, berkomunikasi, bukan dituntut lebih banyak untuk mengetahui pengetahuan tentang bahasa, sedangkan pengajaran sastra ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menikmati, menghayati dan memahami karya sastra. Pengetahuan tentang sastra hanyalah sebagai penunjang dalam mengapresiasi karya sastra.Kata menduduki posisi penting dalam sistem bahasa. Pemakaian kata merupakan hal penting dalam berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Oleh sebab itu,

penguasaan kosa kata seseorang sangat menetukan keberhasilannya dalam berkomunikasi. Pembelajaran kosakata bertujuan untuk memperkaya perbendaharaan kata siswa. Siswa tidak harus menghafal sejumlah kata, tetapi yang terpenting dapat menggunakannya di dalam kalimat. Mengenal dan memahami makna kata merupakan tujuan utama pembelajaran kosakata.

Pengorganisasian Materi

Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kerangkatentang standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang harus diketahui, dilakukan dan dimahirkan oleh siswa pada setiap tingkatan. Kerangka ini disajikan dalam lima komponen utama, yaitu :

  1. Standar kompetensi
  2. Kompetensi dasar
  3. Hasil belajar
  4. Indikator
  5. Materi pokok

Standar kompetensi mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Aspek-aspek tersebut dalam pembelajaran dilaksanakan secara terpadu. Kompetensi dasar kebahasaan disajikan pada lampiran dokumen ini. Kompetensi ini disajikan secara terpadu dengan kompetensi dasar yang lainnya dengan menggunakan tema yang sama. Standar kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, dan materi pokok yang dicantumkan dalam standar kompetensi ini merupakan bahan minimal yang harus dikuasai siswa. Oleh karena itu, daerah, sekolah, atau guru dapat mengembangkan, menggabungkan, atau menyesuaikan bahan yang disajikan dengan situasi dan kondisi setempat.

Membaca:

– Membaca teks bacaan

– Mendeklamasi puisi

Tema lingkungan

Berbicara:

Mendiskusikan isi teks bacaan

Mendengarkan:

Mendengarkan pembacaan

karangan

Menulis:

– Menulis karangan

– Memeriksa pemakaian

tanda baca dalam karangan

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untukmempelajari bahasa nasional dan bahasa asing. Teknologi komunikasi dapat berupa media cetak dan elektronik. Media cetak meliputi surat kabar, majalah, buku, brosur, radio, internet, video, CD, VCD dan lain-lain. Melalui internet dapat diperoleh berbagai informasi dalam Bahasa Inggris sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca. Melalui televisi dan radio siswa dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan dan melalui komputer siswa dapat mengembangkan kemampuan membaca dan menulis.

Diversifikasi Kurikulum

Diversifikasi kurikulum ini ditujukan bagi siswa yang memiliki kemampuanlebih (anak berbakat) atau di bawah rata-rata (anak berkesulitan belajar dan anak berkebutuhan khusus). Agar dapat menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak, kebutuhan anak, emosioanal dan sosial anak; maka kurikulum perlu dimodifikasi sehingga berbeda dengan kurikulum anak normal. Modifikasi kurikulum menyangkut empat bidang, yaitu: materi (konten), proses dan metode pembelajaran, kemampuan (produk) yang diharapkan dari siswa, dan lingkungan belajar. Sebagai contoh, guru SD Kelas 4 dapat memodifikasi pembelajaran menulis (mengarang) melalui metode kelompok, diskusi, conferencing,

inkuiri, CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) dan sebagainya.

Bacaan Sastra

Setiap siswa SD dan MI diperkenalkan jenis- jenis sastra seperti puisi anak, cerita anak, drama anak, dongeng atau cerita rakyat. Siswa berharap mampu mengapresiasi karya sastra tersebut.

Pembelajaran apresiasi sastra ini harus disesuaikan dengan kompetensikompetensi yang terdapat pada setiap aspek. Pemilihan bahan ajar untuk kompetensikompetensi

tersebut dapat dicari pada sumber-sumber yang relevan. Kegiatannya dapat diitegrasikan dalam pembelajaran menyimak, berbicara, membaca dan menulis (narasi dan deskripsi).

Latihan

Setelah Anda mempelajari bahasan di atas, cobalah berlatih menjawab

pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

  1. Mengapa struktur pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Kelas Rendah

menurut Kurikulum 2004 dan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

harus menggunakan pendekatan tematik ?

  1. Sebutkan tujuan umum pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar!
  2. Sebutkan ruang lingkup standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia!
  3. Mengapa bagi anak berbakat dan bagi anak berkebutuhan khusus perlu

diferensiasi kurikulum dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya

dalam aspek materi, proses, metode, kompetensi dan lingkungan belajar?

Jelaskan dan berilah contoh setiap aspek tersebut!

 

RANGKUMAN

  1. Struktur Kurikulum dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

mengacu pada Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional. Secara garis besar struktur kurikulum berisi: sejumlah mata

pelajaran, kegiatan belajar pembiasaan dan alokasi waktu.

  1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional

yang disusun oleh dan dilaksanakan pada masing-masing satuan pendidikan.

KTSP terdiri dari: tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan

muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan dan silabus.

  1. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah program untuk

mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif

terhadap Bahasa Indonesia, serta menghargai manusia dan nilai-nilai

kemanusiaan.

  1. Ruang lingkup standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia SD dan

MI terdiri dari aspek: mendengarkan, berbicara,membaca dan menulis.

  1. Standar kompetensi lintas kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup dan

belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh siswa melalui

pengalaman belajar.

 

 

 

 

           

KEGIATAN BELAJAR II

Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Rendah

2.1 Teori Pembelajaran di Kelas Rendah

Karakteristik anak usia SD yang antaranya lain telah mampu melakukankoordinasi otot-ototnya sehingga mereka selalu aktif bergerak melakukan aktivitas baik permainan maupun gerakan-gerakan jasmaniah lainnya, seperti melompat, lari, memegang pensil, dan sebagainya. Di samping itu kognitif mereka telah berkembang walaupun masih terbatas pada operasi-operasi konkrit, dan dalam hal sosial serta emosional mereka masih mendambakan berlangsungnya pengalaman di lingkungan keluargannya dapat dialami pula di sekolah, serta pengamatan mereka yang masih bersifat global (Briggs dan Potter 1990), menurutnya perlu diterapkannya model pembelajaran yang relevan dengan karakteristik tersebut. Model pembelajaran yang diasumsikan cocok bagi murid kelas rendah(kelas I-II SD) itu adalah model-model pembelajaran yang lebih didasarkan pada interaksi sosial dan personal (Joyce dan Weil, 1992) atau model-model interaksi dan transaksi (Brady, 1985) daripada model-model pembelajaran yang didasarkan pada“behavioral” atau expository”. Dari model-model pembelajaran tersebut dapat diidentifikasi berbagai prinsip pembelajaran sebagai berikut:

  1. Libatkan Murid supaya Aktif Belajar.

Libatkan murid dalam merumuskan tujuan, merencanakan kegiatan danmerefleksi terhadap efektivitas belajar mereka.keterampilan ini merupakan dasar yang penting bagi “belajar seumur hidup”. Murid terlibat dalam memecahkan masalah, membuat keputusan,menganalisis, mengevaluasi dan mengambil tindakan. Jenis belajar seperti ini dapat

diakomodasikan dalam model-model pembelajaran transaksi, interaksi dan perkembangan kognitif.

  1. Dasar pada Perbedaan Individual

Pengalaman dan minat murid berbeda-beda. Karena itu pembelajaran akanlebih berhasil jika berlangsung dalam konteks yang berkaitan dengan pengalaman murid dan relevansinya dengan kehidupan mereka saat ini dan akan datang, termasuk perbedaan jenis kelamin. Jenis pembelajaran ini dapat diakomodasi oleh model perkembangan kognitif, model transaksi, dan model personal.

  1. Kaitkan Antara Teori dan Praktik

Belajar akan sangat bermakna jika teori berkaitan dengan praktik dan tujuan sosial. Hubungan pengalaman murid di sekolah dengan kehidupan mereka diluar sekolah. Pembelajaran jenis ini dapat diakomodasi dalam model transaksional dan model kognitif.

 

  1. Kembangkan Komunikasi dan Kerjasama dalam Belajar

Murid hendaknya mempunyai kesempatan mengekspresikan danmendiskusikan ide-ide mereka, mengenal dan memecahkan masalah melalui kerjasama dalam tim, mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam kegiatan kooperatif, dan berbagi tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugas bersama. Pembelajaran ini dapat diakomodasikan dalam model sosial, interaksi dan transaksi.

  1. Beranikan Anak dalam Pengambilan Resiko dan Belajar dari Kesalahan

Murid belajar secara individual atau dalam kelompok mempunyai kesempatanmenerapkan ide-ide dan keterampilan-keterampilan sendiri, mencoba menyelesaikan masalah dan belajar dari kesalahan dan juga dari keberhasilan. Jenis pembelajaran ini dapat diakomodasi dalam model behavior dan model eksposisitorik.

  1. Belajar sambil Berbuat dan Bermain

Murid kelas rendah senang bermain. Briggs dan Potter (1990) menyatakanbahwa mereka sukar membedakan antara bermain dan bekerja. Mula-mula anak senang bermain sendiri, tetapi makin bertambah umur mereka mulai senang bermain secara berpasangan dan berkelompok. Melalui kegiatan bermain dengan alat-alat permainan dan bermain peran, murid dapat mempelajari konsep, mengembangkan kepercayaan diri, mengembangkan berpikir, memecahkan masalah, mengembangkan keterampilan sosial, belajar tentang nilai-nilai sosial, mengembangkan empati terhadapa orang lain dan sebagainya. Jenis pembelajaran ini dapat diakomodasi melalui model-model pemrosesan informasi.

  1. Sesuaikan Pembelajaran dengan Taraf Perkembangan Kognitif yang Masih

pada Taraf Operasi Konkrit.

Pembelajaran adalah upaya mengkreasi lingkungan dimana struktur kognitifmurid dapat muncul dan berubah. Tujuannya adalah menyediakan pengalaman belajar yang memberi kesempatan murid praktik dengan operasi-operasi khusus itu. Dalam memperoleh pengalaman belajar itu murid harus aktif, menemukan sendiri, dan pengalaman-pengalaman itu sendiri harus induktif. Dalam mempelajari operasi-operasi baru murid harus diberi kesempatan yang luas untuk memanipulasi lingkungan. Bagi murid materi yang kita gunakan hendaknya konkrit, ketimbang lambang/simbol. Misalnya kubus atau tutup botol yang diberi tulisan akanlebih berfungsi. Jadi lingkungan harus kaya dalam kacamata pengalaman sensoris murid. Dilihat dari materi yang dipelajari dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pengetahuan tentang fisik, sosial, dan logik. Pengetahuan sosial diperoleh melalui balikan dari orang lain dalam suasana interaksi bebas di lingkungan. Dalam memperoleh pengetahuan fisik dan logik, guru hendaknya menyiapkan “setting” yangmemungkinkan murid membangun pengetahuan bagi dirinya sendiri melaui pertanyaan menuntun atau memancing yang dapat merangsang pemikiran dan eksplorasi lebih jauh. Dengan demikian model pembelajaran ini dapat diakomodasi melalui model pengembangan intelek.

III. Model Pembelajaran di Kelas Rendah

Pada bagian terdahulu telah diidentifikasikan berbagai model pembelajaranyang dapat mengakomodasi berbagai prinsip atau teori pembelajaran di kelas rendah. Pertemuan kelompok, bermain peran, penyesuaian pada perbedaan individu, pemrosesan informasi, pengembangan intelek, model ekspositorik, transaksi dan kognitif. Berikut akan dikemukakan deskripsi umum dari model-model pembelajaran itu (Joyce dan Weil, 1992), tetapi pelaksanaan model-model belajar itu untuk kelas rendah masih harus disesuaikan atau disederhanakan lagi.

 

  1. Pertemuan kelompok (Patner-patner dalam belajar)
  2. Langkah-langkah pembelajaran
  3. Murid menghadapi situasi “puzzling” (baik direncanakan atau tidak direncanakan) yang diidentifikasi oleh guru sebagai objek studi.
  4. Murid mengeksplorasi reaksi terhadap situasi itu.
  5. Merumuskan tugas dan mengorganisasikan pelaksanaannya
  6. Mempelajari secara independen dan kelompok
  7. Menganalisis kemajuan dan proses
  8. Mengulang lagi kegiatan 1-5 jika hasil analisis belum memadai.
  9. Sistem sosial yang diperlukan

Sistem sosialnya adalah demokratis, aktivitas kelompok muncul dengan petunjuk minimal dari guru. Murid dan guru mempunyai status yang sama kecuali peranan masing-masing.

  1. Prinsip-prinsip reaksi

Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu murid merumuskan rencanan, tindakan dan mengatur kelompok serta mengarahkan kegiatan sesuai dengan yang dituntut oleh metode enquiry. Guru berfungsi sebagai konselor akademik.

  1. Sistem pendukung

Perlengkapan sekolah (perpustakaan, media dan alat-alat) harus memenuhi keperluan pembelajaran ini. Di samping itu hendaknya juga dimungkinkan untuk dapat menggunakan sumber-sumber di luar sekolah.

 

 

 

  1. Role Playing (Bermain Peran)
  2. Langkah-langkah
  3. Mengidentifikasi atau memperkenalkan masalah, dan membuat masalahjadi jelas. Menginterpretasi latar belakang masalah dan isu-isu, menjelaskan prosedur pelaksanaan role playing
  4. Memilih partisipan

Menganalisis peran-peran dan memilih pemain peran

  1. Menetapkan tahapan

Menetapkan alur laku (action)

Menyatakan kembali peran-peran

Memasuki situasi masalah

  1. Menyiapkan pengamat

Menetapkan apa yang harus diamati

Memberi tugas pengamatan pada murid

  1. Pelaksanaan

Melaksanakan Role Playing, menjaga keberlangsungan pelaksanaan dan menghentikannya

  1. Diskusi dan evaluasi

Menelaah kembali pelaksanaan role playing

Mendiskusikan fokus utama role playing

Menyiapkan pelaksanaan ulang role playing

  1. Pelaksanaan ulang

Berganti peran (yang berlawanan) misalnya semula berperan sebagai anak sekarang sebagai ibu.

  1. Diskusi dan evaluasi (lihat langkah keenam)
  2. Berbagi pengalaman dan generalisasi

Menghubungkan masalah yang diperankan itu dengan pengalaman nyata dan masalah-masalah yang ada saat ini, kemudian menyimpulkan prinsip-prinsip umum tingkah laku.

  1. Sistem Sosial yang Diperlukan

Model ini terstruktur secara moderat. Guru mengemukakan langkah-langkah dan mengarahkan murid dalam melaksanakan setiap langkah. Isi diskusi/tema dan pelaksanaan umumnya ditentukan oleh murid.

 

 

 

  1. Prinsip-prinsip reaksi

Terimalah semua respon murid tanpa mengevaluasi. Bantu murid menggali berbagai sisi situasi masalah dibandingkan dengan pandangan-pandangan lain.Tingkatkan kesadaran siswa tentang pandangan dan perasaan sendiri melalui merefleksi, parafrase, dan menyimpulkan respon-respon mereka. Tekankan bahwa ada berbagai cara memainkan peran dan juga ada banyak cara untuk memecahkan masalah.

  1. Sistem pendukung

Role playing hanya memerlukan sedikit saja material pendukung kecuali situasi awal. Misal: tempat yang agak luas, benda-benda dari lingkungan sekitar atau dari alam.

 

Peranan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Rendah

Guru merupakan kunci sentral untuk keberhasilan suatu pengajaran. Terlebihlagi apabila lingkungan tempat pembelajaran kurang menguntungkan, peran guru sangat berarti bagi siswa karena penentu keberhasilan suatu pengajaran sangat dipengaruhi oleh lingkungan, orang tua dan sekolah. Kedudukan guru sebagai komponen pengajaran di samping siswa, kurikulum, metode, alat pelajaran, dan alat evaluasi merupakan penentu keberhasilan. Dengan demikian guru berperan sebagai pembimbing, model, inovator, administrator dan evaluator, terlebih lagi dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

 

2.2.1. Guru Bahasa Indonesia sebagai Pembimbing

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membimbing kelas I dan II antara lain

sebagai berikut:

  1. Tingkat Kesiapan anak

Kesiapan anak yang berasal dari TK tentunya akan lebih matang bila dibandingkan dengan yang bukan dari TK. Biasanya anak dari TK lebih memiliki dasar kedisiplinan dan dasar pembiasaan diri yang lebih, meskipun tidak mutlak. Hal ini dapat diperkuat GBPP dan Kurikulum Pendidikan TK yang bertujuan untuk membantu kesiapan dalam menghadapi pendidikan selanjutnya. Seharusnya bagi siswa yang memiliki kesiapan plus mendapat tambahan pengayaan, sedang bagi yang kurang diadakan pembimbingan tambahan.

  1. Tingkat Pengembangan Anak

Anak usia dini kecenderungan ingin tahu sangat besar dengan apa yang ia lihat, serta pada diri anak kelas I dan II memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya. Oleh karena itu dorongan dan bimbingan guru sangat diperlukan untuk memupuk dan membangkitkan bakat, minatdan kemapuan anak tersebut. Guru harus berperan aktif serta dapat memanfaatkan saat-saat yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan anak didiknya.

  1. Bahasa Ibu

Bahasa ibu anak kelas I,II dan III, seharusnya menjadi sumber belajar yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bahan pelajaran, metode, dan teknik pembelajaran bahasa Indonesai sebagai bahasa kedua.

2.2.2. Guru sebagai Model

Guru sebagai cermin bagi anak didik, terutama baik bagi anak usia dini, yang biasanya dorongan ingin meniru sangat menonjol. Semua tingkah laku guru akan berpengaruh bagi anak didik, begitu juga tutur kata guru, secara sadar atau tidak akan merupakan model bagi anak didik. Oleh karena itu, guru kelas I dan II hendaknya santun dalam berbicara, baik tutur katanya, serta menggunakan bahasa yang baik dan benar.

2.2.3. Guru sebagai Administrator

Guru sebagai pengelola segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pengajaran, termasuk pengadministrasiannya, misal: mencatat jumlah siswa, pekerjaan orang tua, bagaimana prestasi anak tersebut, kelemahan dan kekurangan masing-masing siswa , termasuk perkembangan bahasanya.

2.2.4. Guru Bahasa sebagai Inovator

Guru bahasa tentunya menyadari, bahwa bahasa yang digunakan dan diajarkan bersifat hidup. Dengan demikian bahasa senantiasa mengalami perkembangan, misalnya adanya unsur serapan asing maupun daerah yang merupakan wujud berkembangnya bahasa tersebut. Di satu sisi perkembangan tersebut berakibat positifterhadap perbendaharaan kata, di sisi lain menuntut kita lebih kreatif mendorong aktivitas anak didik untuk terampil menyaring dan memanfaatkan perkembangan tersebut secara tepat.

Untuk mewujudkan pemikiran di atas, guru harus bersifat terbuka menerima bahkan mengharap saran-saran, aktif dalam kegiatan yang bersifat sebagai ajang bertukar pikiran kebahasaan dan tertanam rasa bangga dan hormat terhadap perkembangan dan kedudukan Bahasa Indonesia serta mengimplementasikan secara sungguh-sungguh dalam pembelajaran. Guru harus menyadari peran bahasa Indonesia sebagai sarana mempelajari mata pelajaran lain dan sebagai salah satu keterampilan hidup bagi para siswa.

2.2.5. Guru sebagai Evaluator

Evaluator berarti orang yang mengadakan kegiatan penilaian, sedangkan evaluasi merupakan proses pelaksanaan penilaian tersebut. Aktivitas evaluasi oleh guru pada umumnya terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Evaluasi awal
  2. Evaluasi Tengah
  3. Evaluasi akhir

Pertama, evaluasi awal, yang sering kita sebut analisis kondisi awal, atau evaluasi perencanaan.

Kedua, evalusi tengah atau evaluasi proses. Kegiatan mengadakan penilaian ini dilakukan guru pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Apakah teknik, metode, sarana dan prasarana kegiatan siswa telah searah dengan tujuan pembelajaran.

Ketiga, adalah evaluasi akhir atau disebut evaluasi hasil, merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan oleh guru dengan menggunakan alat evaluasi berupa tes, dengan tujuan untuk melihat tingkat keberhasilan belajar siswa terhadap materi yang telah disajikan. Ketiga kegiatan evalusi tersebut berlangsung melingkar, secara terus menerus, artinya hasil evalusi yang lalu akan menjadi pedoman pembelajaran yang akan datang, begitu seterusnya.

2.3. Pendekatan Mengajar

Beberapa pendekatan yang masih dominan digunakan dalam pembelajaran bahasa, antara lain: pendekatan komunikatif, pendekatan CBSA, pendekatan integratif dan tematik.

2.3.1. Pendekatan Komunikatif

Yang dimaksudkan dengan komunikatif adalah pembelajaran bahasa yang mengutamakan kemampuan penggunaan bahasa dalam konteks komunikasi. Dalam pendekatan ini yang diutamakan adalah tersampaikannya semua pesan komunikasi. Dalam pembelajaran keterampilan wicara, keterampilan menulis, materi pembelajaran kebahasaan disusun dan dipilih untuk menunjang tercapainya komunikasi. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang dengan mudah dipahami bagi komunikan dan komunikator. Prinsip-prinsip pengajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan komunikatif sebagai berikut :

  1. Pragmatik, struktur dan kosakata tidak disajikan sebagai pokok bahasan yang berdiri sendiri, karena kosa kata, pragmatik dan struktur telah tercakup dalam pengajaran keempat keterampilan pembelajaran bahasa tersebut.
  2. Pembelajaran bahasa untuk melatih kepekaan siswa maksudnya, siswa tidak hanya diinformasikan secara lugas atau langsung tetapi harus mampu juga memahami informasi yang disampaikan secara tersirat.
  3. Pembelajaran bahasa selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, bernalar dan memperluas wawasan juga mengembangkan kemampuan menghayati keindahan karya sastra, misalnya membaca puisi, menyanyi, bercerita dan bermain drama.
  4. Pembelajaran bahasa juga diarahkan untuk membekali siswamenguasai bahasa lisan dan tulis, misalnya mengungkapkan informasi secara lisan maupun tulis.

2.3.2. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif

Yang dimaksud dengan CBSA adalah cara belajar yang mengutamakan kadar keterlibatan siswa secara aktif baik fisik maupun mental. Yang perlu dipahami dalam melaksanakan CBSA antara lain adalah anak dapat belajar secara kelompok ataupun individual. Anggapan bahwa CBSA indentik dengan belajar kelompok adalah tidak benar.

2.3.3. Pendekatan Integratif dan Tematik

Yang dimaksud dengan pendekatan integratif adalah pendekatan pembelajaran bahasa yang disajikan secara utuh tidak terpotong-potong dan bersumber pada satu tema. Maksudnya keempat aspek pengajaran bahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis serta kebahasaan yang disampaikan kepada siswa dipadukan secara integrative, misalnya dengan menggunakan tema “Kesehatan”, keempat aspek kebahasaan bersumber pada kesatuan tema kesehatan. Selain integratif dalam kebahasanan juga integratif lintas materi dengan diikat oleh sebuah tema. Berdasarkan struktur Kurikulum 2004 dan uraian di atas, pembelajaran di SD kelas rendah harus menggunakan pendekatan tematik. Pendekatan ini dianggap cocok diterapkan di SD sebab pendekatan ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

Karakteristik Pengajaran Tematik

  • Memberikan pengalaman langsung tentang objek-objek yang riil bagi anak
  • Menciptakan kegiatan sehingga anak-anak menggunakan semua pemikirannya
  • Membantu anak-anak mengembangkan pengetahuan dan keterampilan baru yang didasarkan pada hal-hal yang telah mereka ketahui dan telan dapat mereka lakukan sebelumnya.
  • Memberikan kegiatan dan kebiasaan-kebiasaan yang ditujukan untuk mengembangkan semua aspek perkembangan anak (kognitif,sosial, emosi, fisik, dan sebagainya).
  • Mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan siswa untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik, interaksi sosial. Melatih kemandirian, serta mengembangkan harga diri yang positif (positive self esteem)
  • Memberikan kesempatan untuk menggunakan bermain sebagai alat untuk menerjemahkan pengalaman ke dalam suatu pengertian.
  • Menghargai perbedaan individu, latar belakang budaya, pengalaman di dalam keluarga yang dibawa anak ke dalam kelasnya.
  • Menemukan cara-cara untuk melibatkan anggota keluarga anak.

 

 

Prinsip-prinsip Pengajaran Tema

  • Tema harus terkait langsung dengan pengalaman kehidupan nyata anak-anakdan harus dikembangkan atas dasar pengetahuan yang telah mereka miliki.
  • Setiap tema harus menyajikan konsep untuk diselidiki dan ditemukan oleh anak-anak. Penekanannya, guru harus membantu anak membangun konsep yang berhubungan dengan tema.
  • Setiap tema harus didukung oleh bahan yang cocok untuk diteliti oleh anak.
  • Setiap tema merupakan pengikat dari isi/bahan dan proses belajar.
  • Informasi yang berkaitan dengan tema harus disampaikan kepada anak melalui kegiatan pengalaman langsung.
  • Kegiatan yang berkaitan dengan tema harus menyajikan berbagai materi kurikulum dan cara-cara yang dapat melibatkan anak-anak.
  • Isi atau materi yang sama harus diberikan lebih dari satu kali (berulang-ulang) dan dikembangkan ke dalam jenis-jenis kegiatan yang berbeda-beda.
  • Tema harus memungkinkan untuk memadukan beberapa bidang pengembangan yang ada dalam program.
  • Setiap tema harus dapat diperluas atau dapat direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak-anak.

 

Keuntungan Pengajaran Tema

  • Meningkatkan perkembangan konsep anak
  • Mengintegrasikan isi dan proses belajar.
  • Anak-anak memiliki kesempatan untuk menemukan informasi-informasi penting melalui berbagai cara.
  • Memungkinkan anak untuk memahami lebih dari bidang-bidang studi yang dipelajarinya.
  • Adanya keterlibatan kolektif mempelajari topik-topik khusus dapat meningkatkan keeratan kelompok.
  • Mendorong para praktisi untuk menentukan fokus materi yang ada di sekitar anak .
  • Memungkinkan guru untuk menyajikan topik yang cukup luas dan mendalam serta memberikan kesempatan kepada semua anak dalam mempelajari materi
  • Dapat diimplementasikan pada berbagai tingkatan kelas dan kelompok usia yang berbeda

 

 

 

Contoh Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar

Kelas Rendah berdasarkan Pendekatan Tematik

Sebelum penyajian model, perlu dipahami langkah-langkah perencanaanpembelajaran. Tentu saja langkah-langkah ini tidak harus Anda ikuti secara kaku.

  1. Menentukan tema, subtema, dan materi yang dikembangkan:
  2. Memilih tema dari kurikulum
  3. Menentukan subtema dati tema yang dipilih
  4. Menuliskan materi yang akan dikembangkan
  5. Menentukan fokus pembelajaran
  6. Menentukan keterampilan yang ditekankan dan diberi jatah waktu terbanyak
  7. Menentukan materi keterampilan dan konsep dalam bidang studi atau dari bidang studi lain yang dipadukan
  8. Menentukan dampak pengiring yang diharapkan

III. Menentukan kompetensi dasar, indikator, dan hasil belajar.

  1. Menyediakan bahan ajar dan alat peraga/media yang diperlukan

Yang dimaksud dengan bahan ajar ialah apa yang akan diberikan kepada siswa untuk mencapai tujuan, seperti huruf yang akan diperkenalkan, pola kalimat yang dilatihkan, kosakata yang dikembangkan, kemampuan kognitif/afektif yang dikembangkan. Media adalah benda yang dikembangkan untuk mempermudah tercapainya tujuan, seperti gambar, kartu huruf/ suku kata/ kata/ kalimat, bunga, daun dsb.

  1. Menentukan Strategi Pembelajaran

Berdasarkan indikator, kompetensi dasar, kegiatan pembelajaran disusun dengan memperhatikan kondisi seperti umur siswa, keadaan kelas/sekolah, serta cuaca. Dalam hal ini, perlu ditentukan alokasi waktu untuk setiap kegiatan. Kegiatan yang berkaitan dengan fokus pembelajaran mendapat jatah waktu paling banyak. kalanya dalam satu pertemuan ditetapkan dua fokus, misalnya mendengarkan (menyimak) dan berbicara, atau membaca dan menulis permulaan.

  1. Menyusun Alat Evaluasi

Untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran tercapai, perlu disusun alat evaluasi (formatif). Yang dievaluasi terutama yang merupakan fokus pembelajaran. Berikut ini akan diberikan dua contoh model pembelajaran. Perlu diketahui bahwa model-model itu dikembangkan secara terpadu dengan tingkat keterpaduanyang tidak sama. Dalam hal ini perlu ditekankan bahwa model-model yang disajikan hanyalah sekedar contoh yang dapat diubah dan dikembangkan sesuai dengankreativitas guru/calon guru.

  1. Model Pembelajaran Terpadu Bidang Studi Bahasa Indonesia

Kelas 1, Semester II

  1. Tema : Kegiatan sehari-hari

Subtema : Belajar di rumah

Materi Pokok : Membaca, teks nonsastra

  1. Fokus Pembelajaran : Membaca ( + 50%)

Aspek dipadukan : menulis ( + 30%) berbicara dan menyimak ( + 20%)

kemampuan kognitif yang dikembangkan: berpikir divergen.

Nilai moral: religius.

III. Kompetensi Dasar : Membaca Bersuara

  1. Indikator
  • Membaca teks pendek dengan lafal dan intonasi yang benar
  • Membaca dengan memperlihatkan tempat jeda (untuk berhenti, menarik nafas): jeda panjang atau pendek
  • Membaca dengan memberikan penekanan pada kata tertentu sesuai dengan konteksnya
  • Mengidentifikasi kata-kata kunci dari bacaan agak panjang
  1. PBM
  2. Membaca bacaan (lebih kurang 10 kalimat) dengan lafal dan intonasi yang wajar
  3. Menuliskan kata-kata yang didiktekan guru
  4. Menulis kalimat sederhana dimulai dengan huruf capital
  5. Menjawab pertanyaan tentang isi bacaan
  6. Menyebutkan sifat, watak, atau kebiasaan yang baik
  7. Mengucapkan doa sebelum/sesuadah makan menurut agama masing-masing dengan lafal dan intonasi yang baik dan wajar.
  8. Materi Pokok : Teks nonsastra

Bahan ajar yang digunakan ialah teks bacaan buatan guru, sesuai dengan tema dan materi pokok. Siswa diharapkan telah menguasai semua huruf kecuali x dan z. Alat Bantu lainnya : gambar anak berseragam SD sedang makan pagi. Jam dinding menunjukkan pukul 05.50, suku kata bagian dari kata-kata sifat dalam bacaan.

Alat Bantu lainnya: gambar Wawan sedang menggambar. Ayah memperhatikan. Adiknya melihat gambar, ibu menceritakan gambar itu. Jam dinding menunjukkan pukul 05.05, seperangkat kartu suku kata.

VII. Strategi Pembelajaran

  1. Guru menempelkan gambar dengan judul Wawan, teks bacaan ditutupi.
  2. Kegiatan prabaca, anak-anak diajak menerka isi bacaan.
  3. Kegiatan membaca

– Membaca sepuluh kalimat pertama

– Mencocokan terkaan isi bacaan dengan isi bacaan yang sebenarnya

– Melanjutkan kegiatan membaca

– Mencocokan terkaan isi bacaan dengan isi bacaan yang sebenarnya

  1. Kegiatan pascabaca

– Mendorong siswa untuk berpikir divergen dalam menanggapi bacaan.

– Mendorong siswa untuk mengenali karakter (sifat-sifat)tokoh.

– Menyalin bacaan dengan huruf tegak bersambung

– Mengembangkan kosa kata dengan membuat suku kata menjadi kata.

– Mengerjakan latihan menggunakan kata sifat.

Catatan:

Pembelajaran di atas dilaksanakan secara terpadu. Fokusnya ialah membaca. Kegiatan

tersebut dimulai dengan orientasi menyimak pertanyaan guru dan berbicara untuk

memberikan jawaban. Di dalam pembelajaran membaca itu, siswa juga harus menulis.

Selain itu, beberapa pertanyaan yang diajukan memacu siswa “berpikir”divergen:

tidak hanya satu jawaban yang benar.

  1. Model Pembelajaran Terpadu (Integratif)

Tema : KEJADIAN SEHARI-HARI

Kelas : 1 (satu)

Semester : II (dua)

Bahasa Indonesia

Aspek berbicara :

Kompetensi Dasar : Mendeklamasi puisi anak atau syair lagu

Hasil Belajar : Mendeklamasi puisi anak atau syair lagu dengan penghayatan dan ekspresi yang sesuai Indikator : – Membaca Puisi atau sayir lagu dengan benar

– Mendeklamasikan sesuai dengan isi dan mengekpresikan dalam gerak dan mimic yang sesuai

Materi Pokok : Puisi anak atau lagu anak.

Aspek Membaca :

Kopmpetensi Dasar : Membaca bersuara (lancar)

Hasil Belajar : -Membaca bersuara (lancar) kalimat sederhana terdiri atas 3-5

Kata.

Indikator : – Membaca lancar teks pendek dengan hafal dan intonasi

yang Benar

– Membaca dengan memperhatikan tempat jeda (untuk berhenti menarik nafas) jeda panjang atau pendek

– Membaca dan memberikan penekanan pada kata tertentu sesuai dengan konteks

– Mengidentifikasi kata-kata kunci dari bacaan agak panjang.

Materi Pokok : Teks sastra dan nonsastra

Aspek Menulis :

Kompetensi Dasar : Menulis dengan huruf sambung

Hasil Belajar : Menulis rapi kalimat dengan huruf sambung

Indikator : Menulis kalimat dengan huruf sambung yang rapi dan

dapat dibaca orang lain

Materi Pokok : Kalimat dengan huruf sambung yang tertulis rapi dan

jelas di papan tulis dan buku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Budiasih dan Zuchdi, Darmiyati. 1997. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di

Kelas Rendah. Jakarta. Dekdikbud.

Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Sekolah Dasar. Jakarta

Depdiknas.

————–. 2004. Kurikulum 2004 Kerangka Dasar. Jakarta. Depdiknas

Hernawan, Asep Herry. 2002. Kurikulum Pembelajaran. Bandung. Jurusan Kurikulim

dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universita

Pendidikan Indonesia.

Hamalik, Oemar. 2000. Model-model Pengembangan Kurikulum. Bandung. Program

Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia .

Harjasujana, Ahmad Slamet. 2001. Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk PGSD.

Bandung. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesi.

Purwanto, Ngalim dan Alim, Djeniah. 1997. Metodologi Pengajaran Bahasa

Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta. Rosda Jayaputra.

Sapani, Suardi. 1994. Contoh Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Jakarta. Depdikbud.

Salleh, Norilla MD dan Othman Ikhsan. 2005. Kurikulum dan Pengajaran Sekolah

Rendah. Perak. Quantum Book.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 1997. Pengembangan Kurikulum; Teori dan

Praktek.Bandung. Remaja Rosdakarya.

Syafiíe, Sudarmi. 1994. Seri Panduan Guru; Implementasi Kurikulum Pendidikan

Dasar 1994 Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 Sekolah Dasar. Solo.

Tiga Serangakai.

Tarigan, Djago. 1995. Penerapan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, SLTP dan

SMU Berdasarkan Kurikulum 1994. Bandung. Jurusan Pendidikan

Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni

Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung.

5

MODEL MODEL PEMBELAJARAN SD

Macam-Macam model pembelajaran PAIKEM dijabarkan

sebagai berikut:

  1. Koperatif (CL, Cooperative Learning)

Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masingmasing. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahanstrategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan.

  1. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)

Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif- nyaman dan menyenangkan. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Ada tujuh indikator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba,mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism(membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsepaturan,analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindaklanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara).

  1. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education)

Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengemabngan mateastika). Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukaninformal dalam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).

  1. Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning)

Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi).

 

 

  1. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)

Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri

  1. Problem Solving

Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum dikenal cara penyelesaiannya. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan, atau algoritma). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas, siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan, siswa mengidentifkasi, mengeksplorasi,menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi.

  1. Problem Posing

Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing, yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi, yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Sintaknya adalah: pemahaman, jalan keluar, identifikasi kekeliruan, menimalisasi tulisan-hitungan, cari alternative, menyusun soal-pertanyaan.

  1. Problem Terbuka (OE, Open Ended)

Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntukt untuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanujtnya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Dengan demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir, keterpaduan, keterbukaan, dan ragam berpikir. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, kaitkan dengan materi selanjutnya, siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran, perhatikan dan catat reson siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat kesimpulan.

  1. Probing-prompting

Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa memngkonstruksi konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi suasana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mengurangi kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi.

  1. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)

Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus, mulai dari eksplorasi (deskripsi), kemudian eksplanasi (empiric), dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat, eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda.

  1. Reciprocal Learning

Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bahwa belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya, representasi, hipotesis. Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan LKSD-modul, membaca-merangkum.

  1. SAVI

Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan penndepat, dan mennaggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunbakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.

  1. TGT (Teams Games Tournament)

Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut:

  1. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan
  2. Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok.
  3. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa bisa nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium.
  4. Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.
  5. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual.
  6. VAK (Visualization, Auditory, Kinestetic)

Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas, dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih, mengembangkannya. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI, dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic.

  1. AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition)

Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK, bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis.

  1. TAI (Team Assisted Individualy)

Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver, 1980) tanggung jawab belajar adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul, (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual, saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi, (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.

  1. STAD (Student Teams Achievement Division)

STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif, sajian presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward.

  1. NHT (Numbered Head Together)

NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi ahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward.

  1. Jigsaw

Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks seperrti berikut ini. Pengarahan, informasi bahan ajar, buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu, tuiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi, kembali ke kelompok aasal, pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

  1. TPS (Think Pairs Share)

Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal, berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs), presentasi kelompok (share), kuis individual, buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.

  1. GI (Group Investigation)

Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan, buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas, rencanakan pelaksanaan investigasi, tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas, misal mengukur tinggi pohon, mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah, jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah, banyak guru dan staf sekolah), pengoalahan data penyajian data hasi investigasi, presentasi, kuis individual, buat skor perkembangan siswa, umumkan hasil kuis dan berikan reward.

 

 

 

  1. MEA (Means-Ends Analysis)

Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic, elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana, identifikasi perbedaan, susun sub-sub masalah sehingga terjadi koneksivitas, pilih strategi solusi

  1. CPS (Creative Problem Solving)

Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan, identifikasi permasalahan dan fokus-pilih, mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi, presentasi dan diskusi.

  1. TTW (Think Talk Write)

Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi, dan alternative solusi), hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian buat laopran hasil presentasi. Sinatknya adalah: informasi, kelompok (membaca-mencatatat-menandai), presentasi, diskusi, melaporkan.

  1. TS-TS (Two Stay – Two Stray)

Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. Sintaknya adalah kerja kelompok, dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain, kerja kelompok, kembali ke kelompok asal, kerja kelompok, laporan kelompok.

  1. CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending)

Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep, (0) organisasi ide untuk memahami materi, (R) memikirkan kembali, mendalami, dan menggali, (E) mengembangkan, memperluas, menggunakan, dan menemukan.

 

  1. SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)

Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa, yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat, dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci, Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana, darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar), Read dengan membaca teks dan cari jawabanya, Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama), dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh

  1. SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review)

SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect, yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.

  1. MID (Meaningful Instructionnal Design)

Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitifkonstruktivis. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman, analisi pengalaman, dan konsep-ide; (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar; (3) production melalui ekspresiapresiasi konsep

  1. KUASAI

Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini, Kerangka pikir untuk sukses, Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar, Ambil pemaknaan (mengetahuimemahami- menggunakan-memaknai), Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya, Ajukan pengujian pemahaman, dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar.

  1. CRI (Certainly of Response Index)

CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer, 1 untuk amost guest, 2 untuk not sure, 3 untuk sure, 4 untuk almost certain, dn 5 untuk certain.

  1. DLPS (Double Loop Problem Solving)

DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah, jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanjutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan apa yang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Sintaknya adalah: identifkasi, deteksi kausal, solusi tentative, pertimbangan solusi, analisis kausal, deteksi kausal lain, dan rencana solusi yang terpilih. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal, mengelompokkan gejala, menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi, mengidentifikasui kausal, imoplementasi solusi, identifikasi kausal utama, menemukan pilihan solusi utama, dan implementasi solusi utama.

  1. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy)

DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan, penggunaan, dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sintaksnya adalah: persiapan, pendahuluan, pengemabangan, penerapan, dan penutup.

  1. CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)

Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang, guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar, siswa bekerja sama (membaca bergantian, menemukan kata kunci, memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, presentasi hasil kelompok, refleksi.

  1. IOC (Inside Outside Circle)

IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan, 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar, separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam, siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan, siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya, dan seterusnya

  1. Tari Bambu

Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama, siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan, siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya, dan kembali berbagai informasi.

  1. Artikulasi

Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian kompetensi, sajian materi, bentuk kelompok berpasangan sebangku, salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian, presentasi di depan hasil diskusinya, guru membimbing siswa untuk menyimpulkan.

  1. Debate

Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan, siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok, sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian, guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu.

  1. Role Playing

Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut, pembentukan kelompok siswa, penyampaian kompetensi, menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya, kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon,presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan dan refleksi.

  1. Talking Stick

Sintak pembelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat, sajian materi pokok, siswa mebaca materi lengkap pada wacana, guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru, tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya, guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi.

  1. Snowball Throwing

Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum, membentuk kelompok, pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok, bekerja kelompok, tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain, kelompok lain menjawab secara bergantian, penyuimpulan, refleksi dan evaluasi

  1. Student Facilitator and Explaining

Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian materi, siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya, kesimpulan dan evaluasi, refleksi.

  1. Course Review Horay

Langkah-langkahnya: informasi kompetensi, sajian materi, tanya jawab untuk pemantapan, siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya, pemberian reward, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

 

 

 

  1. Demonstration

Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. Langkahnya adalah: informasi kompetensi, sajian gambaran umum materi bahan ajar, membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok, menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya, dikusi kelas, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

  1. Explicit Instruction

Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural, langkah demi langkah bertahap. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi, mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural, membimbing pelatihan-penerapan, mengecek pemahaman dan balikan, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

  1. Scramble

Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar, buat kartu jawaban dengan diacak nomornya, sajikan materi, membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban, siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.

  1. Pair Checks

Siswa berkelompok berpasangan sebangku, salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan pengecekan kebenaran jawaban, bertukar peran, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

  1. Make-A Match

Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

 

 

 

  1. Mind Mapping

Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn, presentasi hasuil diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok, evaluasi dan refleksi.

  1. Examples Non Examples

Persiapkan gambar, diagram, atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi, sajikan gambar ditempel atau pakai OHP, dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian, diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi, presentasi hasil kelompok, bimbingan penyimpulan, valuasi dan refleksi.

  1. Picture and Picture

Sajian informasi kompetensi, sajian materi, perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi, siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik, guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut, guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.

  1. Cooperative Script

Buat kelompok berpasangan sebangku, bagikan wacana materi bahan ajar, siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman, sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi, bertukar peran, penyimpulan, evaluasi dan refleksi.

  1. LAPS-Heuristik

Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya, adakah alternative, apakah bermanfaat, apakah solusinya, dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Sintaks: pemahaman masalah, rencana, solusi, dan pengecekan.

  1. Improve

Improve singkatan dari Introducing new concept, Metakognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulty, Obtaining mastery, Verivication, Enrichment. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep, siswa latian dan bertanya, balikanperbnaikan- pengayaan-interaksi.

  1. Generatif

Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasimotivasi, pengungkapan ide-konsep awal, tantangan dan restruturisasi sajian konsep, aplikasi, ranguman, evaluasi, dan refleksi

  1. Circuit Learning

Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus, siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus, Tanya jawab dan refleksi

  1. Complete Sentence

Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: siapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap, sampaikan kompetensi, siswa ditugaskan membaca wacana, guru membentuk kelompok, LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap, siswa berkelompok melengkapi, presentasi.

  1. Concept Sentence

Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci, presentasi.

  1. Time Token

Model ini digunakan (Arebds, 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit), siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon, setelah selesai kupon dikembalikan.

 

 

  1. Take and Give

Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks, siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa – bahan belajar – dan nama yang diberi, informasikan kompetensi, sajian materi, pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu, dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian, evaluasi dan refleksi

  1. Superitem

Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks, berupa opemecahan masalah. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi, berikan latihan soal bertingkat, berikan sal tes bentuk super item, yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi, integrasi, dan hipotesis.

  1. Hibrid

Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori, koperatif-inkuiri-solusiworkshop, virtual workshop menggunakan computer-internet.

  1. Treffinger

Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan, penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill, proses rasa-piki kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya, kelompok-kerjasama, kebebasan-terbuka, reward.

  1. Kumon

Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep, ketrampilan, kerja individual, dan menjaga suasana nyamanmenyenangkan. Sintaksnya adalah: sajian konsep, latihan, tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai, jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi, lima kali salah guru membimbing.

  1. Quantum

Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Guru harus menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai. Prinsip quantum adalah semua berbicarabermakna, semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami, tiap usaha siswa diberi reward. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak, alami-dengan dunia realitas siswa, namai-buat generalisasi sampai konsep, demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman, dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. Rumus quantum fisika adalah E = mc2, dengan E = energi yang diartikan sukses, m = massa yaitu potensi diri (akalrasa- fisik-religi), c = communication, optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal.

 

BAHAN AJAR MANAJEMEN PENDIDIKAN (2017)

 

MANAJEMEN PENDIDIKAN

  1. Pengertian Administrasi, Manajemen, dan Manajemen Pendidikan
    1. Pengertian Administrasi

Secara etimologi, administrasi berasal dari kata ad + ministrare. Ad berarti intensif, sedangkah ministrare adalah melayani, membantu, dan memenuhi, sehingga administrasi dapat diartikan dengan melayani secara intensif.

 

Secara sempit, Administrasi adalah pekerjaan yang berhubungan dengan ketatausahaan. Sedangkan menurut beberapa ahli Administrasi dapat diartikan sebagai berikut :

  1. Ilmu/seni mengelola sumberdaya 7M + 1I (man, money, material, machine, methods, marketing, minutes + information (Usman, 2009).
  2. Segenap proses penyelenggaraan dlm setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu (The Liang Gie).
  3. Pengertian Manajemen

Secara etimologi, manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan sehingga manajemen berarti menangani.

Menurut Sumantri (1990 : 44) manajemen sebagai proses penggerakan kerjasama dengan orang lain dan segala fasilitas yang diperlukan. Manajemen juga diartikan sebagai Seni melaksanakan pekerjaan melalui orang lain (Parker  dalam stoner & freeman, 2000). Selain itu juga disebutkan bahwa manajemen adalah Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian (P4) sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Usman, 2009).

  1. Manajemen dan Administrasi sebagai Istilah yang Ekuivalen

Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915) merupakan tokoh dari Amerika Serikat yang mempelopori manajemen sebagai suatu disiplin ilmu. Adapun Henry Fayol merupakan tokoh manajemen yang berasal dari Perancis lebih sering menggunakan kata administrasi daripada manajemen dan menganggap keduanya memiliki makna yang sama. Menurut Panglaykim dan Tanzil (1986 : 34), jika manajemen menetapkan kebijaksanan yang harus dituruti, maka administrasi menyelenggarakannya.

Tidak semua orang menganggap istilah manajemen dan administrasi memiliki makna yang sama. Umumnya, pada lembaga pemerintahan istilah yang dipergunakan adalah administrasi, sedangkan pada lembaga komersil istilah manajemen lebih banyak digunakan. Namun hal tersebut tentu saja tidak selamanya berlaku, istilah manajemen mempunyai makna yang lebih marketable dan bergengsi dan mereka menggunakan istilah “Bos” pada pemimpinnya. Sedangkan istilah administrasi khususnya dalam dunia pendidikan hanya diartikan sebagai pekerjaan tulis – menulis, kearsipan / pembukuan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan ketatausahaan dan menggunakan istilah pemimpin bukan bos.

Perbedaan Bos dan Pemimpin

BOS PEMIMPIN
Memerintah Melatih
Ingin berkuasa Niat Baik
Menciptakan Rasa Takut Menciptakan Kebanggaan
Berkata “saya” Berkata “kita”
Suka Menyalahkan Memecahkan Masalah
Tahu caranya Tunjukkan caranya
Menggunakan orang Melayani Orang
Menasihati dengan sedikit kasar Menasihati dengan ramah

 

  1. Defenisi Pendidikan

Defenisi pendidikan sejauh ini belum ada keseragaman formulasi yang dapai dipakai sebagai  pegangan karena masing-masing ahli mengemukakan defenisi yang agak berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung dari konsepsi pendekatannya masing-masing.  Namun ditinjau dari sudut hukum, defenisi pendidikan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pasal 1 ayat (1) yaitu : ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

  1. Defenisi Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan dapat didefenisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya  pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Manajemen pendidikan dapat pula didefenisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya  pendidikan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien. Adapun sumber daya  pendidikan adalah sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi 12 hal sebagai mana yang disebut di atas. Manajemen pendidikan dapat pula diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian,  pengarahan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif, efisien mandiri, dan akuntabel. Biro Perencanaan Depdikbud, (1993:4) , Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagi  proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan

Soebagio Atmodiwirio. (2000:23), Manajemen pendidikan ialah suatu ilmu yang mempelajari  bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama Engkoswara (2001:2), Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan  pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan

Istilah yang akrab dengan pengelolaan pendidikan sebelumnya adalah Administrasi Pendidikan, namun saat ini istilah tersebut seolah menyempit, hal ini seakan–akan merupakan kegiatan ketatausahaan sekolah semata. Untuk merevitalisasi makna yang terkandung pada Administrasi Pendidikan, trend terakhir di Indonesia kini lebih banyak menggunakan istilah Manajemen Pendidikan.

Batasan manajemen pendidikan dapat diambil berdasarkan 3 pendekatan. Pendekatan pertama menganggap manajemen pendidikan sebagai cabang ilmu manajemen, sehingga batasannnya adalah seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirnya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Adapun secara proses, manajemen pendidikan didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Bila dikaji dengan pendekatan struktur atau tugasnya, maka manajemen pendidikan diartikan sebagai manajemen peserta didik, kurikulum, tenaga pendidik, dan kependidikan, keuangan, fasilitas, hubungan lembaga dengan masyarakat, pengorganisasian, ketatalaksanaan, dan supervise pendidikan (Husaini Usma, 2004 : 12).

 

  1. Fungsi Manajemen Pendidikan

Ada banyak pendapat mengenai fungsi – fungsi manajemen, diantaranya Terry yang menyatakan fungsi manajemen sbb :

  1. Planning (perencanaan), yakni menentukan garis – garis besar untuk dapat memulai usaha yang terdiri atas apa yang akan dicapai, bagaimana mencapainya, kapan, dan lain sebagainya
  2. Organizing (menyusun), yakni rangkaian kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan sebagaimana telah ditetapkan dalam perencanaan. Hal – hal yang dilakukan antara lain pembagian tugas, pendelegasian kekuasaan dan wewenang dan lain – lain
  3. Actuating (menggerakkan untuk bekerja/pelaksanaan), untuk melaksanakan kegiatan atau aktivitas pencapaian tujuan, diperlukan tindakan – tindakan seperti kepemimpinan, perintah, instruksi, komunikasi, dan lain – lain.
  4. Controlling (pengawasan), yakni kegiatan dalam rangka memeriksa hal – hal apa yang telah dilakukan memastikan apakah pekerjaan telah berjalan sebagaimana mestinya, serta mengetahui hambatan – hambatan yang menghalangi tercapcainya tujuan.

 

Fayol merumuskan fungsi manajemen sebagai to plan, to organize, to command, to coordinate, dan to control. Adapula pendapat dari Gullick yang merumuskan fungsi manajemen secara lebih detil lagi, yakni dengan planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting (Hartati Sukirman, 1999 : 5). Namun demikian, pada prinsipnya fungsi – fungsi yang dipaparkan para pakar tersebut memiliki benang merah yang sama. Hanya saja, masing- masing dari mereka memiliki pengembangan yang sedikit berbeda yang tujuannya mempermudah pengimplementasian ilmu manajemen di dunia nyata.

 

  1. Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Ruang lingkup manajemen pendidikan meliputi :

  1. Manajemen Peserta Didik

Peserta didik selaku input dalam lembaga pendidikan merupakna pusat dari seluruh kegiatan dalam manajemen pendidikan. Oleh karenanya peserta didik hendaknya menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan di bidang pendidikan. Kegiatan yang termasuk dalam bidang ini adalah pencatatan peserta didik mulai dari saat penerimaan sampai dengan keluarnya dari sekolah.

  1. Manajemen Tenaga Kependidikan

Dalam prosesnya lembaga penyelenggara dan pengelola pendidikan pastilah harus dikelola oleh tenaga – tenaga, sehingga mereka pun sangat perlu dikelola. Manejemen tenaga kependidikan adalah segenap proses penataan pegawai yang meliputi semua proses atau cara memperoleh pegawai, penempatan dan penugasan, pemeliharaan dan pembinaan, evaluasi, sampai pada pemutusan hubungan kerja.

  1. Manajemen Kurikulum

Apa yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada peserta didiknya disajikan dalam bentuk kurikulum. Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi pbm.

  1. Manajemen Fasilitas Pendidikan

Agar pbm berjalan dan tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien, maka diperlukan sarana atau fasiiltas guna memperlancar proses pendidikan itu sendiri. Manajemen fasilitas pendidikan adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut denagn pengadaan, pendagunaan, dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien

  1. Manajemen Pembiayaan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan tentunya memerlukan dana, untuk itu pengelolaan pendanaan atau pembiayaan pendidikan agar efektif dan efisien sangatlah penting guna menunjang ketercapaian tujuan pendidikan. Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan kegiatan pengelolaan yang meliputi penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan pada umumnya

  1. Manajemen Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat

Masyarakat merupakan laboratorium pendidikan yang tidak ternilai harganya. Masyarakat juga merupakan stakeholder pendidikan, dimana keberlangsungan proses pendidikan juga bergantung pada masyarakat. Untuk itu, lembaga pendidikan tidak dapat terlepas dari masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Manajemen hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat merupakan kegiatan penataan yang berkaitan dengan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat untuk menunjang pbm di sekolah

  1. Manajemen Organisasi Lembaga Pendidikan

Dalam setiap organisasi pastilah terdapat struktur tugas dan berbagai macam konsekuensi akibat adanya pembidangan tugas tersebut. Hal inilah yang menjadi garapan manajemen organisasi lembaga pendidikan, yaitu segenap kegiatan mengorganisasikan lembaga pendidikan yang termasuk diantaranya adalah pengelolaan fungsi kepemimpinan

  1. Manajemen Ketatalaksanaan dan Sistem Informasi Lembaga Pendidikan

Kegiatan pencatatan berakibat pada perlunya penataan data atau informasi, agar pada saaat informasi tersebut diperlukan dapat diperoleh dengan mudah, cepat, dan tepat. Manajemen ketatalaksanaan dan Sistem informasi Lembaga Pendidikan berupaya untuk mencapai hal tersebut, dengan kegiatan yang meliputi pencatatan, pengolahan, penggandaan, pengiriman, dan penyimpanan semua bahan atau informasi yang temasuk dalam data lembaga pendidikan

  1. Supervisi Pendidikan

Kehadiran supervisi pendidikan diharapkan membantu tercapainya tujuan pendidikan secara efisien, khususnya melalui pembinaan profesionalitas guru. Namun trend pendidikan terakhir tidak selalu mengartikan supervisi pendidikan memiliki sasaran satu–satunya berupa guru, melainkan juga melibatkan tenaga – tenaga kependidikan lainnya. Batasan supervisi pendidikan yang selama ini akrab adalah suatu usaha untuk memberikan bantuan kepada guru dalam memperbaiki situasi belajar mengajar dan pada kenyataannya kelancaran pbm tidak semata bergantung pada guru melainkan pula tenaga kependidikan lainnya.

 

  1. Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan
  2. Terwujudnya PBM yang PAKEMB (bermakna)
  3. Peserta didik yang aktif mengembangkan dirinya
  4. Memiliki kompetensi manajerial
  5. Tercapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien
  6. Teratasinya masalah mutu pendidikan
  7. Perencanaan pendidikan merata, bermutu, relevan, dan akuntabel
  8. Meningkatnya citra positif pendidikan

 


 

PERENCANAAN PENDIDIKAN

 

  1. Pengertian Perencanaan Pendidikan

Pengertian Perencanaan Pendidikan menurut Suryosubroto adalah Mengarahkan proses kegiatan pada tujuan yg hendak dicapai. Sedangkan secara umum Perencanaan Pendidikan dapat diartikan sebagai pedoman proses kegiatan pendididkan agar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Menurut Prof. Dr. Yusuf Enoch, Perencanaan Pendidikan, adalah suatu proses yang yang mempersiapkan seperangkat alternative keputusan bagi kegiatan masa depan yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dengan usaha yang optimal dan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang ekonomi, sosial budaya serta menyeluruh suatu Negara.

Menurut Beeby, C.E, Perencanaan Pendidikan adalah suatu usaha melihat ke masa depan ke masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan prioritas, dan biaya pendidikan yang mempertimbangkan kenyataan kegiatan yang ada dalam bidang ekonomi, social, dan politik untuk mengembangkan potensi system pendidikan nasioanal memenuhi kebutuhan bangsa dan anak didik yang dilayani oleh system tersebut.

Menurut Guruge (1972), Perencanaan Pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan.

Menurut Albert Waterson (Don Adam 1975), Perencanaan Pendidikan adala investasi pendidikan yang dapat dijalankan oleh kegiatan-kegiatan pembangunan lain yang di dasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan sosial.

Menurut Coombs (1982), Perencanaan pendidikan suatu penerapan yang rasional dianalisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.

Menurut Y. Dror (1975), Perencanaan Pendidikan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang di arahkan untuk mencapai tujuan-tujuan dengan cara-cara optimal untuk pembangunan ekonomi dan social secara menyeluruh dari suatu Negara.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka perencanaan pendidikan adalah suatu proses intelektual yang berkesinambungan dalam menganalisis, merumuskan, dan menimbang serta memutuskan dengan keputusan yang diambil harus mempunyai konsistensi (taat asas) internal yang berhubungan secara sistematis dengan keputusan-keputusan lain, baik dalam bidang-bidang itu sendiri maupun dalam bidang-bidang lain dalam pembangunan, dan tidak ada batas waktu untuk satu jenis kegiatan, serta tidak harus selalu satu kegiatan mendahului dan didahului oleh kegiatan lain

 

  1. Tujuan Perencanaan Pendidikan
  2. Standar Pengawasan : Mengetahui kapan akan memulai pelaksanaan dan selesai serta mengetahui siapa saja yang terlibat.
  3. Memadukan beberapa subkegiatan. Mendeteksi hambatan. Mengarahkan pencapaian tujuan
  4. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan
  5. Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya
  6. Mendapatkan kegiatan yang sistematis, termasuk biaya dan kualtias pekerjaan
  7. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga, dan waktu
  8. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan
  9. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan
  10. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui
  11. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.

 

  1. Manfaat Perencanaan Pendidikan
    1. Standar Pelaksanaan & Pengawasan
    2. Pemilihan berbagai alternatif terbaik
    3. Penyusunan skala prioritas
    4. Hemat pemanfaatan resources
    5. Penyesuaian terhadap lingkungan
    6. Memudahkan koordinasi dengan pihak terkait
    7. Meminimalisir pekerjaan yang tidak pasti

 

  1. Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan
  2. Perencanaan dari demensi waktu

Dari demensi waktu perencanaan mencakup; (a) Perencanaan jangka panjang (long term planning) berjangka 10 tahun keatas, bersifat prospektif, idealis dan belum ditampilkan sasaran-sarana yang bersifat kualitatif. (b) Perencanaan jangka menengah (medium term planning) berjangka 3 sampai 8 tahun, merupakan penjabaran dan uraian rencana jangka panjang. Sudah ditampilkan sasaran-sasaran yang diproyksikan secara kuantitatif, meski masih bersifat umum. (c) Perencanaan jangka pendek (sort term planning) berjangka 1 tahunan disebut juga perencanaan jangka pendek tahunan (annual plan) atau perencanaan operasional tahuanan (annual opperasional planning)

  1. Perencaan dari demensi spasial

Perencanaan ini terkait dengan ruang dan batas wilayah yang dikenal dengan perencanaan nasional (berskala nasional), regional (berskala daerah atau wilayah), perencanaan tata ruang dan tata tanah (pemanfaatan fungsi kawasan tertentu).

  1. Perencanaan dari demensi tingkatan teknis perencanaan

Dalam demensi ini kita mengenal istilah (a) perencanaan makro (b) perencaan mikro (c) perencanaan sektoral (d) perencaan kawasan dan (e) perencaan proyek. Perencaan makro meliputi peningkatan pendapatan nasional, tingkat konsumsi, investasi pemerintah dan masyarakat, ekspor impor, pajak, perbankan dsb. Perencanaan mikro disusun dan disesuaikan dengan kondisi daerah. Perencanaan kawasan memperhatikan keadaan lingkungan kawasan tertentu sebagai pusat kegiatan dengan keunggulan komparatif dan kompetitif. Perencanaan proyek adalah perencanaan operasional kebijakan yang dapat menjawab siapa melakukan apa, dimana, bagaimana dan mengapa.

  1. Perencanaan demensi jenis

Menurut Anen (2000) sebagaimana dikutip Syaiful sagala meliputi ; (a) Perencanaan dari atas ke bawah (top down planning), (b) perencanaan dari bawah ke atas (botton up planning), (c) perencanaan menyerong kesamping (diagonal planning), dibuat oleh pejabat bersama dengan pejabat bawah diluar struktur (d) perencanaan mendatar (horizontal planning), yaitu perencanaan lintas sektoral oleh pejabat selevel (e) perencanaan menggelinding (rolling planning) berkelanjutan mulai rencana jangka pendek,menengah dan panjang.(f) perencanaan gabungan atas ke bawah dan bawah ke atas (top down and button up planning), untuk mengakomodasi kepentingan pusat dengan wilayah/daerah.

Dalam kegitan pendidikan lingkup perencanaan meliputi semua komponen administrasi sekolah dalam hal kurikulum, supervisi, kemuridan, keuangan, sarana dan prasarana, personal, layanan khusus, hubungan masyarakat, media belajar, ketata usahaan sekolah dsb. Atau berupa penentuan sasaran, alat, tuntutan-tuntutan, taksiran, pos-pos tujuan, pedoman, kesepakatan (commitment) yang menghasilkan program-program sekolah yang terus berkembang

  1. Macam Perencanaan Pendekatan Pendidikan
  2. Efektifitas Biaya (Cost Effectiveness appr)  : dana diambil dari pos-pos dana masing-masing dan perhitungan pengambilan dana disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak terjadi pemborosan biaya.
  3. Optimalisasi Pemanfaatannya (Cost & Benefit Approach) : dana yang didapatkan dioptimalkan pemanfaatannya untuk kemajuan pendidikan.
  4. Pemberdayaan Tenaga Kerja (Manpower Approach)
  5. Keperluan Masyarakat (Social Demand Approach)

 

  1. Model Perencanaan Pendidikan
  2. Komprehensif : Menganalisis perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan secara

menyeluruh

  1. Keefektifan Biaya      : Menganalisis proyek dengan kriteria efisiensi dan efektivitas
  2. PPBS                          : Planning, Programming, Budgeting system  Banyak digunakan di

pendidikan tinggi negeri

  1. Target Setting   : Untuk memproyeksi tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu

 

 

 

 

 


 

PENGORGANISASIAN

 

  1. Pengertian Organisasi

Pengertian Organisasi menurut Weber dalam Stoner & Freeman (1955) adalah Struktur birokrasi sedangkan menurut Usman, 2009 Organisasi adalah  Proses kerjasama antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Usman, 2009).

  1. Tujuan dan Manfaat Organisasi
  2. Mengatasi keterbatasan kemampuan dari perseorangan dan Resources.
  3. Mencapai tujuan secara efektif dan efisien, wadah SDM dan Teknologi, hal ini dilakukan secara terorganisir.
  4. Mengembangkan potensi dan pembagian pekerjaan : hal ini dapat dilakukan dengan mencari dan menggali potensi pada organisasi.
  5. Mengelola lingkungan dan mencari keuntungan bersama : pencarian keuntungan pada organisasi dapat dicari dengan memperoleh sponsor untuk membantu mendanai kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi.
  6. Wadah menggunakan kewenangan dan mendapatkan penghargaan : dalam kegiatan berorganisasi individu dapat mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya dan menggunakan wewenangnya serta dapat memperoleh sertifikat dari setiap kegiatan.
  7. Wadah pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin banyak.
  8. Wadah menambah pergaulan dan memanfaatkan waktu luang : individu yang berlatih berorganisasi dapat lebih mampu beradaptasi dengan baik terhadap partner kerjanya serta waktu luang tidak terbuang percuma karena dapat dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif di organisasi.
  9. Tipe Organisasi (Lipham, et al l [1974:100])
Organisasi Organis Organisasi Mekanistis
Kompleksitas Tinggi Kompleksitas Rendah
Sentralisasi Rendah Sentralisasi Tinggi
Formalitas Rendah Formalitas Tinggi
Produksi Rendah Produksi Tinggi
Adaptasi Tinggi Adaptasi Rendah
Terbuka Tertutup
Efisiensi Rendah Efisiensi Tinggi
Fokus Strategi Fokus Strategi
Inovasi, dll Efisiensi, dll

 

  1. Pengembangan Organisasi
  2. Humanistik : memaksimalkan setiap potensi yang ada pada diri individu atau SDM.
  3. Orientasi Sistem : setiap anggota organisasi harus mampu mengenal dan memahami tempat serta asal usul dan manfaat yang ia dapatkan dalam organisasi yang ia ikuti.
  4. Agen Perubahan : cenderung dimiliki oleh orang yang mempunyai gagasan baru untuk mengembangkan dan memajukan organisasi.
  5. Problem Solving : mengatasi masalah/ pemecahan masalah.

Tahap :

  1. Perumusan pemecahan masalah
  2. Perolehan data
  3. Analisis
    1. Pembelajaran Experiensial : pelatihan-pelatihan yang mendukung ke arah organisasi yang berupa pelatihan pengalaman.
    2. Balikan : Sesuatu yang didapatkan oleh individu dalam organisasi yang berupa manfaat dari pelatihan setiap kegiatan yang dilakukan. Dalam organisasi terdapat evaluasi yaitu dengan mengevaluasi apa yang telah kita keluarkan untuk kebaikan organisasi.
    3. Orientasi Kontingensi : kepemimpinan, seorang pemimpin harus mampu memberikan perhatian yang luas dan situasional terhadap organisasi yang dipimpinnya.
    4. Bina Tim : Mampu membentuk sebuah team work yang efektif dan solid serta kerjasama sosial yang kuat.

 


 

  1. Tahapan Pengembangan Organisasi
  1. Kreativitas dan Inovasi          : mengembangkan penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi organisasi dan mampu menciptakan penemuan baru yang juga berguna demi kebaikan organisasi.
  2. Kepemimpinan Baru              : pembuatan kebijakan baru
  3. Pendelegasian                                    : membagi tugas dan wewenang setiap anggota
  4. Koordinasi, Kolaborasi          : setiap ada kegiatan semuanya telah dikoordinasi dengan baik dan semua anggota mampu bekerja sama dengan anggota lainnya.
  5. Organitational Development  : organisasi berkembang
    1. Struktur di Sekolah
  6. Elemen penting struktur adalah puncak struktur, jajaran tengah, jajaran operasional, staf pendukung, dan struktur teknologi
  7. Struktur sekolah sangat beragam, sederhana, birokrasi mesin, birokrasi profesional, kebanyakan adalah gabungan.
  8. Organisasi mengakomodasi konflik ini dengan membentuk struktur yang longgar, mengembangkan struktur kewenangan ganda, atau terlibat dalam sosialisasi.

 

 

MANAJEMEN KURIKULUM

 

  1. Konsep Dasar Kurikulum
  2. Lunenberg dan Ornstein (2000:433) mengemukakan bahwa kurikulum dapat didefinisikan dalam berbagai pengertian: sebagai rencana, dalam kaitan dengan pengalaman, sebagai suatu bidang studi, dan dalam kaitan dengan mata pelajaran dan tingkatan kelas.
  3. Pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga disebutkan pengertian kurikulum yaitu “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
  4. Lunenberg & Orstein (2000) mengatakan manajemen kurikulum yaitu proses perencanaan kurikulum (planning the curriculum), pelaksanaan kurikulum (implementation  the curriculum), dan penilaian terhadap pelaksanaan kurikulum (evaluating the curriculum).
  5. Komponen Kurikulum
  6. Tujuan            : tujuan dalam komponen kurikulum disusun untuk membuat keteraturan dalam pembuatan jadwal.
  7. Isi/ Materi       : mata kuliah atau mata pelajaran yang diajarkan.
  8. Proses             : pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam kelas.
  9. Media             : media digunakan untuk memperlancar proses belajar mengajar.
  10. Evaluasi          : evaluasi diadakan untuk mengevaluasi kurikulum apakah sudah tepat atau belum pelaksanaannya.
  11. Manajemen Kurikulum
  12. Perencanaan kurikulum harus memperhatikan karakteristik kurikulum yang baik, baik dari segi isi, pengorganisasian maupun peluang-peluang untuk menciptakan pembelajaran yang baik akan mudah diwujudkan oleh pelaksana kurikulum
  13. Pelaksanaan kurikulum merupakan tahap pelaksanaan pembelajaran
  14. Penilaian kurikulum dimaksudkan untuk melihat atau menaksir keefektifitasan kurikulum yang digunakan oleh guru yang mengaplikasikan kurikulum tersebut
  15. Pengembangan Kurikulum
    1. IPTEKS
    2. Perubahan Sosial dan Kebutuhan Staholders
    3. Pemenuhan Kebutuhan Siswa
    4. Kemajuan Pendidikan
    5. Perubahan Sistem Pendidikan
  16. Pengembangan Kurikulum (T Khun)
    1. Adanya praktik pengajaran dan materi pelajaran konvensional yang diterima secara umum.
    2. Adanya perubahan masyarakat secara terus-menerus.
    3. Adanya berbagai indikator sosial yang menandai perubahan (misal: adanya kemajuan IPTEKS, berkembangnya struktur sosial-budaya, dll).
    4. Krisis dan/atau kritik di dalam pendidikan.
    5. Pendidikan sebagai sistem terbuka haruslah dapat menyesuaikan dengan perubahan masyarakat, serta perkembangan zaman dan IPTEKS, sehingga muncullah berbagai kritik di dalam pendidikan agar dapat memenuhi berbagai tuntutan dan perubahan tersebut.
    6. Adanya praktek alternatif diusulkan.
    7. Berbagai konsep pendidikan alternatif diusulkan.
    8. Perselisihan dan konflik (anti-thesis).
    9. Adanya praktik pengajaran dan materi pelajaran lama, dan munculnya berbagai konsep baru yang lain menimbulkan perselisihan dan konflik. Hal tersebut terjadi untuk mencari konsep dan praktek baru yang diharapkan karena adanya pembaruan, pemenuhan kebutuhan dan tuntukan akan perubahan yang terjadi.
    10. Percobaan dan inovasi.
    11. Adanya konsep baru tersebut dilaksanakan dalam taraf percobaan (misal: hanya diberlakukan di beberapa sekolah), dan adanya berbagai inovasi untuk perbaikan dan penyempurnaan konsep baru tersebut.
    12. Praktek baru atau yang dimodifikasi (sintesis). Praktek pendidikan baru atau yang dimodifikasi diterapkan untuk mengganti praktik pengajaran dan materi pelajaran lama. Hal tersebut di dalam pendidikan salah satunya ditandai adanya kurikulum baru untuk mengganti atau memperbaiki kurikulum lama.
    13. Krisis dan/atau kritik di dalam pendidikan.
    14. Adanya praktek alternatif diusulkan.
    15. Perselisihan dan konflik (anti-thesis).
    16. Percobaan dan inovasi.
    17. Praktek baru atau yang dimodifikasi (sintesis)
    18. Praktek pendidikan baru atau yang dimodifikasi diterapkan untuk mengganti praktik pengajaran dan materi pelajaran lama. Hal tersebut di dalam pendidikan salah satunya ditandai adanya kurikulum baru untuk mengganti atau memperbaiki kurikulum lama.

 

 

 

 

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Manajemen peserta didik mengkhususkan pada kegiatan pengelolaan peserta didik mulai dari proses penerimaan sampai pada keluarnya peserta didik dari sekolah. UU RI No. 20 tahun 2003 mengenai sisdiknas bagian Bab IV bahkan mengatur hak – hak dan kewajiban peserta didik. Hak yang ditentukan adalah untuk mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya, mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Sedangkan kewajiban peserta didik antara lain, menjaga norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan.

  1. Penerimaan peserta didik

Penerimaan peserta didik sangat menentukan sukses tidaknya usaha pendidikan di suatu sekolah. Dalam penyelenggaraannya diperlukan panita khusus untuk menentukan banyaknya murid yang diterima, syarat – syarat penerimaan, melaksanakan penyaringan, mengumumkan penerimaan, mendaftar kembali calon yang diterima, sampai melaporkan hasil kegiatan pada pimpinan sekolah. Kesmua kegiatan ini tentulah memerlukan pencatatan secara baik dan lengkap karena akan sangat bermanfaat dalam pembinaan dan kebutuhan administratif peserta didik di kemudain hari. Beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan yang berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru menurut makalah mengenai akreditasi sekolah (2005) antara lain sistem penerimaan yang terbuka dan adil, kesesuaian jumlah peserta didik dalam suatu kelas dengan standar, rasion pendaftar dan daya tampung, kemampuan awal, serta kesiapan peserta didik baik secara fisik maupun mental.

  1. Pembinaan bakat dan minat

Dalam rangka membina bakat dan minat peserta didik, maka sekolah berkewajiban menyalurkan segenap potensi yang ada pada diri peserta didik. Langkah yang dilakukan dapat melalui kegiatan pencatatan bimbingan dan penyuluhan, ditindaklanjuti, dengan pembentukan kegiatan ekstrakurikuler, organisasi kesiswaan, dan lain sebagainya. Prinsip yang harus dipegang dalam pembentukan kegiatan ekstrakurikuler adalah bahwa kegiatan tersebut memang diminati peserta didik, dan tidak terlepas dari upaya mendidik baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu kebijakan sekolah, orangtua dan masyarakat secara umum juga mendukung kegiatan pembinaan bakat dan minat peserta didik tersebut. Sekolah pun sangat perlu memberikan penghargaan atau penguatan bagi peserta didik yang berprestasi dalam bidang kegiatan bakat dan minat

  1. Layanan Khusus

Layanan khusus yang biasa ditujukan bagi peserta didik adalah bimbingan dan penyuluhan atau Bimbingan dan Konseling. Layanan khusus ini memerlukan pencatatan – pencatatan baik menyangkut data pribadi peserta didik dan keluarga inti, kemampuan khusus ataupun kelainan khusus yang dimiliki, ataupun kejadian – kejadian aneh yang pernah dilakukan peserta didik. Program layanan Bimbingan hendaknya selalu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu kepala sekolah haruslah mendukung program layanan bimbingan yang diselenggarakan, antara lain dengan mengadakan evaluasi layanan bimbingan secara kontinyu.

  1. Mutasi Peserta Didik

Jika seorang peserta didik naik kelas, pindah kelas, maupun keluar dari sekolah, maka dilakukan tindakan pencatatan mutasi peserta didik. Ada dua jenis mutasi pada peserta didik, yakni interndal dan eksternal. Jika mutasi tersebut terjadi dalam lingkungan sekolah (pindah kelas, naik kelas) maka dikatakan sebagai mutasi internal, sedangkan jika terjadi di luar sekolah disebut dengan mutasi eksternal

  1. Pencatatan Data Peserta Didik

Pencatatan data peserta didik secara umum terbagi atas dua, yakni pencatatan untuk sekolah secara keselurhan dan bagi masing – masing kelas. Catatan – catatan yang diperuntukkan bagi sekolah secara keseluruhan terdiri atas buku induk, buku klapper dan catatan tata tertib sekolah. Adapun yang diperuntukkan bagi kelas – kelas diantaranya yaitu buku kelas (cuplikan buku induk), dan presensi kelas. Selain daripada itu, pencatatan juga sangat perlu dilakukan dalam hal yang berhubungan dengan prestasi belajar peserta didik. Pencatatan prestasi belajar yang diperuntukkan bagi sekolah adalah buku daftar nilai, dan buku legger sekolah sedangkan bagi kelas yaitu buku legger kelas dan raport.

 


 

TENAGA KEPENDIDIKAN

  1. Pengertian Manajemen Tenaga Kependidikan

Manajemen Tenaga Kependidikan adalah rangkaian kegiatan menata tenaga kependidikan dari mencari, menggunakan, membina hingga pemutusan hubungan kerja agar dapat menyelenggrakan satuan pendidikan secara efektif dan efesien

  1. Jenis Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  1. Pendidik : para pendidik terdiri dari
  2. Guru
  3. Dosen
  4. Konselor
  5. Pamong Belajar
  6. Widyaiswara
  7. Tutor
  8. Instruktur
  9. Pembimbing
  10. Supervisor
  11. Tenaga Kependidikan
  12. TU (Tata Usaha)
  13. Teknisi
  14. Laboran

 

Sumber :

http://www.pengertianku.net/2015/04/pengertian-manajemen-pendidikan-dan-tujuannya-serta-ruang-lingkupnya.html

http://www.kembar.pro/2015/08/pengertian-fungsi-dan-peranan-manajemen.html

https://winamartiana.wordpress.com/2011/09/25/definisi-perencanaan-pendidikan/

http://afifulikhwan.blogspot.co.id/2013/04/perencanaan-pendidikan-dalam-manajemen.html

 

BAHAN AJAR KOMPUTER DASAR PGSD (2017)

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi komputer meningkat dengan cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988 jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini.

Selain itu, perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-benar berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari kabel koaxial, kini banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel.

Pengertian komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output yang berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan didalam memori. Berbicara tentang komputer, tidak lepas dari sejarah perkembangan komputer dari generasi ke generasi . banyaknya pakar yang berusaha menghadirkan komputer  terbaik yang dapat digunakan manusia selama bertahun-tahun sehigga terciptalah komputer yang praktis dan minimalis sehingga dapat memudahkan kerja manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Rumusan Masalah
  1. Bagaimana sejarah perkembangan komputer dari generasi ke generasi?
  2. Bagaimana klasifikasi komputer dan jenis-jenisnya?
  3. Bagaimana perkembangan mikroprocessor?
  4. Apa manfaat dari komputer?

 

  1. TUJUAN
  1. Menjelaskan sejarah perkembangan komputer dari generasi ke generasi.
  2. Menjelaskan klasifikasi komputer.
  3. Menjelaskan sistem mikro prosesor , tipe serta kelemahan dan keunggulannya.
  4. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

 

 

  1. MANFAAT

Manfaat penulisan makalah ini ialah agar kita selaku mahasiswa dapat mengetahui sejarah komputer dan perkembangannya, bukan hanya tahu menggunakan tapi juga tahu bagaimana awal komputer dan perkembangannya hingga sekarang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Komputer

Komputer berasal dari bahasa latin ‘computare’ yang berarti berhitung (to compute atau to reckon) . Tetapi pengertian komputer saat ini bukanlah semata-mata sebagai alat hitung saja tetapi adalah suatu alat hitung dengan konstruksi elektronika yang mempunyai storage internal (tempat penyimpanan) dan bekerja dengan bantuan sistem operasi (operating system) menurut program-program yang diberikan kepadanya.

 

  1. Menurut Hamacher : mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
  2. Menurut Blissmer : alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
  • menerima input
  • memproses input tadi sesuai dengan programnya
  • menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
  • menyediakan output dalam bentuk informasi
  1. Menurut Fuori : pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia. Elemen sistem komputer (computer system) terdiri dari hardware, software dan brainware.
  2. Hardware atau Perangkat Keras:

peralatan yang secara fisik terlihat dan bisa dijamah.

  1. Software atau Perangkat Lunak:

program yang berisi instruksi/ perintah untuk melakukan pengolahan data.

  1. Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem komputer.

 

 

 

 

 

Ada beberapa ciri pada suatu komputer yaitu :

  • Alat elektronik
  • Dapat menerima input data
  • Dapat mengolah data (data processing)
  • Menggunakaan suatu program yang tersimpan di memori komputer
  • Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan (data storage)
  • Memiliki kendali (control)
  • Dapat melakukan pemindahan data (data movement)
  • Bekerja secara otomatis.

 

Suatu sistem komputer terdiri atas tiga bagian utama:

  1. CPU (Central Processing Unit)

CPU terdiri atas dua bagian yaitu:

CU (Control Unit) :

Ini adalah unit pengendali. Fungsi utama unit pengendali (CU) adalah mengambil, mengkode,mdan melaksanakan instruksi sebuah program yang tersimpan dalam memori. Unit pengendali mengatur urutan operasi seluruh sistem. Unit ini juga menghasilkan dan mengatur sinyal pengendali yang diperlukan untuk menyerempakkan operasi, juga aliran dan instruksi program.

ALU (Arithmetic Logic Unit ):

Unit ini berfungsi melaksanakan operasi aritmatik serta operasi-operasi logika.

 

  1. Memory Unit (Unit Penyimpan)

Unit-unit ini mengandung program-program yang bersangkutan dan data yang sedang diolah.

  1. RAM (Random Access Memory)

RAM adalah unit memori yang dapat dibaca dan/atau ditulisi. Data dalam RAM bersifat volatile (akan hilang bila power mati).

RAM hanya digunakan untuk menyimpan data sementara, yaitu data yang tidak begitu penting (tidak masalah bila hilang akibat aliran daya listrik terputus). Ada dua macam RAM yaitu RAM statik dan RAM dinamik. RAM statik adalah flipflop yang terdiri dari komponen seperti resistor, transistor, dioda dan sebagainya. Setiap 1 bit informasi tersimpan hingga sel “dialamatkan” dan “ditulis-hapuskan”.

Keuntungan dari RAM statik adalah akses atau jalan masuk yang bebas ke setiap tempat penyimpanan yang diinginkan, dan karena itu kecepatan masuk ke dalam memori terhitung relatif tinggi. RAM dinamik menyimpan bit informasi sebagai muatan. Sel memori elementer dibuat dari kapasistansi gerbang-substrat transistor MOS. Keuntungan RAM dinamik adalah sel-sel memori yang lebih kecil sehingga memerlukan tempat yang sempit, sehingga kapasistas RAM dinamik menjadi lebih besar dibanding RAM statik. Kerugiannya adalah bertambahnya kerumitan pada papan memori, karena diperlukannya rangkaian untuk proses penyegaran (refresh). Proses penyegaran untuk kapasitor ini dilakukan setiap 1 atau 2 mili detik.

 

  1. ROM (Read Only Memory)

ROM merupakan memori yang hanya dapat dibaca. Data tidak akan terhapus meskipun aliran listrik terputus (non-volatile). Karena sifatnya, program-program disimpan dalam ROM.

Beberapa tipe ROM:

  • ROM Murni : yaitu ROM yang sudah diprogram oleh pabrik atau dapat juga program yang diminta untuk diprogramkan ke ROM oleh pabrik.
  • PROM (Programmable Random Access Memory) : ROM jenis ini dapat diprogram sendiri akan tetapi hanya sekali pakai (tidak dapat diprogram ulang).
  • EPROM (Erasable Programmable Random Access Memory) : yaitu jenis ROM yang dapat diprogram dan diprogram ulang.

 

  1. I/O (Unit Pengontrol Masukan dan Pengeluaran)

Unit ini melakukan hubungan dengan peripheral.

Piranti Input/Output (I/O interface) dibutuhkan untuk menghubungkan piranti di luar sistem. I/O dapat menerima/memberi data dari/ke mikroprosesor. Untuk menghubungkan antara I/O interface dengan mikroprosesor dibutuhkan piranti address. Dua macam I/O interface yang dipakai yaitu: serial dan paralel. Piranti serial (UART/universal asynchronous receiver-transmitter) merupakan pengirim-penerima tunggal (tak serempak). UART mengubah masukan

serial menjadi keluaran paralel dan mengubah masukan paralel menjadi keluaran serial. PIO (paralel input output) merupakan pengirim-penerima serempak. PIO dapat diprogram dan menyediakan perantara masukan dan keluaran dasar untuk data paralel 8 bit.

 

  1. Sejarah Komputer

Sejak zaman kuno, manusia telah menggunakan bilangan. Bahkan suku-suku paling primitif telah melakukan perhitungan rumit yang diperlukan untuk pertanian, perniagaan, dan navigasi. Alat untuk mempermudah perhitungan macam itu dimulai dari batu penghitung jaman prasejarah dan meningkat maju .

Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang

mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input

sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan

hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi. Sedangkan

Menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori.  Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer.

Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.

Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting yaitu, input (data), pengolahan data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau elecronic data processing (EDP). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.

Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berati, yaitu berupa suatu informasi.

Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data  yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer.

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik. Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungan berbagai tempat didunia.

pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar yaitu :

  1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana,

dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga

tangan manusia

  1. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang

digerakkan dengan tangan secara manual

  1. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan secara otomatis oleh motor elektronik
  2. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerja secara elektronik penuh.

 

ALAT HITUNG TRADISIONAL DAN KALKULATOR MEKANIK

 

  • ABACUS

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil.

Abacus adalah salah satu alat yang paling awal yang digunakan untuk perhitungan. Alat ini sudah dikenal sejak zaman yunani kuno. Pertama-tama abacus berupa sebuah permukaan pasir, sabak lilin, atau batu lebar dengan tanda yang menunjukkan  letak bilangan dan kerikil yang digunakan sebagai penghitung. Orang romawi menyebut kerikil semacam itu calculus, dari situ berasal kata kalkulasi. Pada abacus modern terdiri dari dua kelompok baris yang menggambarkan tangan manusia. Lima cincinn bawah mewakili lima jari manusia, dan dua cincin atas mewakili dua tangan manusia.

 

 

 

Gambar B.1. Abacus

 

  • PASCALIN

Di perancis pada tahun 1642, dalam usia 19 tahun Blaise Pascal (1621662), menemukan mesin penjumlah mekanis atau yang disebut dengan kalklator roda mekanik(numerical wheel calculator) yang pertama, yang digunakan untuk membantu ayahnya dalam perhitungan pajak.

Penemuan pascal, yang disebut Pascalin, dikenal debagai mesin menjumlah dan mengurangi pertama.

Gambar B.2 Pascaline

 

 

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan

delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan

digit. Mesin pascalin dapat menjumlah atau mengurangi jika roda gigi saling berkait sewaktu diputar. Sebuah roda memindahkan jumlah yang lebih besar.

Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.

 

Gambar B.3 susunan roda gigi mesin pascal.

 

  • JACQUARD

Pada tahun 1801 Joseph Marie Jacquard dari Perancis mengembangkan mesin tenun yang pola tenunnya disimpan menggunakan kartu dari kayu yang berlubang (yang kemudian dikenal dengan punch card).

 

Gambar B.4 kartu berlubang (puch card)

 

Penemuannya ini mendapat perlawanan dari para buruh, dan mendorong terbentuknya persatuan dan aksi buruh yang pertama di dunia, yang merusak mesin tenun ciptaanya. Namun pada tahun 1812 telah muncul ribuan mesin tenun ciptaan Jacquard, yang sampai saat ini masih digunakan di industri teksil untuk membuat pola brokad.

Gambar B.5 mesin tenun jacquard

 

 

 

 

 

 

  • BABBAGE

Pada abad ke -19, jauh sebelum tibanya abad elektronik, charles babbage (1791-1871). Seorang alhi matematika dari Inggris, sudah begitu dekat dengan penemuan fungsi-fungsi komputer sehingga sekarang ia dikenal sebagai Bapak Komputer. Dengan bantuan dari Lady Augusta Ada Lovelace (1815-1842),  pada tahun 1834 Babbage mengembangkan mesin analitis untuk menghitung tabel astronomi untuk digunakan pada angkatan laut yang disebut mesin selisih (“Different Engine”) dijalankan dengan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana dan mencari pendanaan dari pemerintah inggris dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya. Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical.

 

Gambar B.6 Mesin Selisih (Difference Engine) Charles Babbage

 

 

 

 

 

  • HOLLERITH

Herman Hollerith (1860-1929) adalah orang pertama yang membangun pemrosesan data. Tujuannya adalah untuk menghitung dan menjumlah sensus tahun 1890 di Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus

yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu

dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut,

hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain

memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi

sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat

ditekan secara drastis. Pada akhir abad 18 Hollerith mendirikan Tabulating Machine Company (1896) .Setelah Hollerith pensiun pada tahun 1904, Thomas Watson, Sr., menjadi presdir dan kemudian mengubah nama perusahaan menjadi International Business Machines Corporation (IBM).

 

Gambar B.7 Hollerith Desk

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya.

Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.

Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

 

 

 

  1. Komputer Elektronik Pertama

 

  1. MARK 1

Gagasan Charles Babbage menjadi kenyataan 70 tahun setelah dia meninggal yaitu pada tahun 1942. Ketika itu para peneliti dari Universitas harvard di bawah pimpinan Howard Aiken (1900-1973), bekerja sama dengan IBM mulai mengerjakan kalkulator Mark 1. Mesin ini berukuran 2,4 meter x 15,2 meter dengan berat 5 ton, tersusun atas saklar, relai, batang putar (rotating shaftI), dan kopling (clutch).

 

Gambar C.1. Harvard Mark 1 : Komputer Electro-mechanis (kiri),

Komponen Pembaca Pita pada Mark 1 (kanan)

 

  1. ENIAC

Ilmuwan dari Universitas Pennsylvania, John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), merancang dan mengembangkan Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC) tahun 1945, yang dikenal sebagai komputer elektronik modern pertama. Komputer ini hampir dua kali ukuran Mark 1.

Mesin ini memenuhi 40 lemari dengan 100.000 komponen, termasuk sekitar 17.000 tabung hampa, beratnya 27 ton dan ukurannya 5,5 meter x 24,4 meter.

 

Gambar C.2 Komputer ENIAC 1 (kiri), Komputer ENIAC 2 (kanan)

 

  1. EDVAC

Pada pertengahan tahun 1940-an,John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan Tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer

Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data.Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU),yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal.

  1. UNIVAC 1

UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut. Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC.Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC adalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam

pemilihan presiden tahun 1952.

 

  1. Generasi Komputer
  2. Komputer Generasi Pertama(1940 – 1959)

dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.

Ciri komputer generasi pertama :

Tabung hampa udara sebagai penguat sinyal, merupakan ciri khas komputer

generasi pertama. Pada awalnya, tabung hampa udara (vacuum-tube)

digunakan sebagai komponen penguat sinyal. Bahan bakunya terdiri dari

kaca, sehingga banyak memiliki kelemahan, seperti: mudah pecah, dan mudah

menyalurkan panas. Panas ini perlu dinetralisir oleh komponen

berfungsi sebagai pendingin. Dan dengan adanya komponen tambahan, akhirnya komputer yang ada menjadi besar, berat dan mahal.

 

Pada tahun 1946, komputer elektronik di dunia yang pertama yakni ENIAC. Pada komputer tersebut terdapat 17486 tabung hampa udara, 7200 dioda kristal, 1500 pemancar, 70000 resister, 100000 kapasitor, 5 juta sambungan solder tangan. Begitu besar ukurannya, sampai-sampai memerlukan suatu ruangan kelas tersendiri yakni seluas 167 M2. Komputer ENIAC, yang merupakan komputer

elektronik pertama di dunia yang mempunyai bobot seberat 30 ton,

panjang 30 M dan tinggi 2,4 M dan lebar 0,9 M dan mengkonsumsi energi

sebesar 160 KW (160000 Watt).

 

 

 

Mesin Von Neumann

Mesin ini dikembangkan oleh seorang ahli matamatika yaitu John Von Neumann yang juga merupakan kosultan proyek ENIAC. Mesin ini dikembangkan mulai tahun 1945 yang memberikan gagasan sebagai stored-program concept, yaitu sebuah konsep untuk mempermudah proses program agar dapat direpresentasikan dalam bentuk yang cocok untuk penyimpanan dalam memori untuk semua data. Gagasan ini juga dibuat hampir pada waktu yang bersamaan dengan Turing. Selanjutnya Von Neumann mempublikasikannya dengan nama baru yaitu: Electronic Discrete Variable Computer (EDVAC).

Semua input dan output dilakukan melalui kartu plong. Dalam waktu satu detik, ENIAC mampu melakukan 5.000 perhitungan dengan 10 digit angka yang bila dilakukan secara manual oleh manusia akan memakan waktu 300 hari, dan ini merupakan operasi tercepat saat itu dibanding semua komputer mekanis lainnya. ENIAC dioperasikan sampai tahun 1955. Teknologi yang digunakan ENIAC adalah menggunakan tabung vakum yang dipakai oleh Laboratorium Riset Peluru Kendali Angkatan Darat (Army’s Ballistics Research Laboratory-LBR) Amerika Serikat.

Selanjutnya mesin ini dikembangkan kembali dengan perbaikan-perbaikan pada tahun 1947, yang disebut sebagai generasi pertama komputer elektronik terprogram modern yang disediakan secara komersial dengan nama EDVAC, EDSAC (Electronic Delay Storage Automatic Calculator), dan UNIVAC1 dan 2 (Universal Automatic Computer) yang dikembangkan oleh Eckert dan Mauchly. Untuk pertama kalinya komputer tersebut menggunakan Random Access Memory (RAM) untuk menyimpan bagian-bagian dari data yang diperlukan secara cepat.

Dengan konsep itulah John Von Neumann dijuluki sebagai bapak komputer modern pertama di dunia yang konsepnya masih digunakan sampai sekarang. John Von Neumann lahir di Budapest, Hongaria 28 Desember 1903 dan meninggal pada tanggal 8 Februari 1957 di Washington DC, AS. Von Neumann sangat cerdas dalam matematika dan angka-angka. Pada usia eman tahun dia sudah dapat menghitung pembagian angka dengan delapan digit tanpa menggunakan kertas atau alat bantu lainnya. Pendidikannya dimulai di University of Budapest pada tahun 1921 di jurusan kimia. Tapi kemudian dia kembali kepada kesukaannya, matematika, dan menyelesaikan doktoralnya di bidang matematika di tahun 1928. di tahun 1930 dia mendapatakan kesempatan pergi ke Princeton University (AS). Pada tahun 1933, Institute of Advanced Studies dibentuk dan dia menjadi salah satu dari enam professor matematika di sana. Von Neumann kemudian menjadi warga negara Amerika.

Von Neumann juga merupakan orang pertama yang mencetuskan istilah “Game Theory” yang kemudian berkembang menjadi ilmu tersendiri. Game theory bermanfaat untuk mensimulasikan permainan, seperti catur, bridge, dan sejenisnya. Dia juga bermanfaat untuk mensimulasikan perang.

Pada pertengahan tahun 1950 UNIVAC mengalami kemajuan dalam beberapa aspek pemrograman tingkat lanjut, sehingga merupakan komputer general purpose pertama yang didesain untuk menggunakan angka dan huruf dan menggunakan pita magnetik sebagai media input dan output-nya. Inilah yang dikatakan sebagai kelahiran industri komputer yang didominasi oleh perusahaan IBM dan Sperry. Komputer UNIVAC pertama kali digunakan untuk keperluan kalkulasi sensus di AS pada tahun 1951, dan dioperasikan sampai tahun 1963.
Komputer-Komputer IBM

IBM memproduksi IBM 605 dan IBM 701 pada tahun 1953 yang berorientasi pada aplikasi bisnis dan merupakan komputer paling populer sampai tahun 1959. IBM 705 dikeluarkan untuk menggantikan IBM 701 yang kemudian memantapkan IBM dalam industri pengolahan data.

Contoh nya :

  • ENIAC, 1946
  • Harvard Mark II, Juli 1947
  • IBM Selective Sequence Electronic Calculator, Januari 1948
  • EDSAC (Electronic Delayed Storage Automatic Computer), Mei 1949, merupakan komputer pertama yang sepenuhnya menggunakan stored program.
  • Harvard Mark III, September 1949, dibuat dengan menggunakan memori drum magnetik(magnetic drum)
  • ACE(automatic Calculating Engine), 1950, dibuat oleh Alan M Turing, merupakan komputer digital elektronik ukuran besar yang pertama. Komputer ini menggunakan kartu plong standar untuk alat input dan outputnya.
  • LEO(Lyon Electronic Office), 1951 merupakan komputer komersial di Inggris yang pertama
  • UNIVAC(UNIVersal Automatic Computer) I,1951 , merupakan komputer pertama yang menggunakan pita magnetik
  • EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer), 1952, menggunakan stored program.
  • Whirlwind I, 1952, merupakan computer pertama yang menggunakan magnetic core memory.
  • IBM 650, 1954, merupakan computer komersial pertama yang paling popular.
  • RAMAC 305(Random Acces Methods for Accounting and Control), 1956, merupakan computer pertama yang memungkinkan file disimpan di disk dengan akses secara random. Dll

 

 

 

 

Gambar. D.1. Komputer Generasi pertama

 

 

 

 

 

 

 

  1. Komputer Generasi Kedua (1959-1964)

 

 

Gambar. D.2. Komputer Generasi Kedua, Sirkuit Generasi ke-2 Komputer : Transistor

ciri-ciri Komputer generasi kedua sebagai berikut:

  • Menggunakan teknologi sirkuit berupa transistor dan diode untuk menggantikan tabung vakum.
  • Sudah menggunakan operasi bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti FORTRAN, ALGOL dan COBOL.
  • Kapasitas memori utama dikembangkan dari Magnetic Core Storage.
  • Menggunakan simpanan luar berupa Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
  • Kemampuan melakukan proses real time dan real-sharing.
  • Ukuran fisiknya sudah lebih kecil dibanding komputer generasi pertama.
  • Proses operasi sudah lebih cepat, yaitu jutaan operasi perdetik.
  • Kebutuhan daya listrik lebih kecil.
  • Orientasi program tidah hanya tertuju pada aplikasi bisnis, tetapi juga aplikasi teknik.
  • Sirkuitnya berupa transistor
  • Sudah ada sistem operasi
  • Kapasitas memori utama sudah cukup besar

UNIVAC III

Dibanding dengan tabung, teknologi transistor jauh lebih efisien sebagai switch dan dapat diperkecil ke skala mikroskopik. Bahan bakunya terdiri atas tiga lapis, yaitu: “basic”, “collector” dan “emitter”. Transistor merupakan singkatan dari Transfer Resistor, yang berarti dengan mempengaruhi daya tahan antara dua dari tiga lapisan, maka daya (resistor) yang ada pada lapisan berikutnya dapat pula dipengaruhi. Dengan demikian, fungsi transistor adalah sebagai penguat sinyal.

Sebagai komponen padat, transistor mempunyai banyak keunggulan seperti misalnya: tidak mudah pecah, tidak menyalurkan panas. dan dengan demikian, komputer yang ada menjadi lebih kecil dan lebih murah.

Pada tahun 2001 peniliti Intel telah memperkenalkan silikon paling kecil dan paling cepat di dunia, dengan ukuran 20 nanometer ata sebanding dengan sepermiliar meter, yang akan digunakan pada prosesor dengan kecepatan 20 GHz (Giga Hertz). Era ini juga menandakan permulaan munculnya minikomputer yang merupakan terbesar kedua dalam keluarga komputer. Harganya lebih murah dibanding dengan generasi pertama.  Komputer DEC PDP-8 adalah minikomputer pertama yang dibuat tahun 1964 untuk pengolahan data komersial. Jenis-jenis komputer lain yang muncul pada generasi ini diantaranya UNIVAC III, UNIVAC SS80, SS90, dan 1107, IBM 7070, 7080, 1400, dan 1600.

Beberapa contoh komputer generasi kedua adalah: IBM Serie 1400, NCR Serie 304, MARK IV dan Honeywell Model 800. Pada tahun 1957 MARK IV yang merupakan komputer pertama yang diproduksi di- Jepang. Pada tahun 1960-an, komputer komersial yang memanfaatkan transistor dan digunakan secara luas mulai beredar di pasaran.  Komputer IBM- 7090 buatan Amerika Serikat merupakan salah satu komputer komersial yang memanfaatkan transistor.

PDP-5, 1963, merupakan komputer mini yang pertama, diikuti dengan PDP-8

IBM 401, untuk aplikasi bisnis,IBM 1602, dan IBM 7094 untuk aplikasi teknik,

UNIVAC III, UNIVAC SS90, UNIVAC 1107,Burroughs 200,

NCR(National Cash Register) 300

  1. Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)

Gambar. D.3. Komputer Generasi Ketiga(Kiri), IC (Integrated Circuit)

Konsep semakin kecil dan semakin murah dari transistor, akhirnya

memacu orang untuk terus melakukan pelbagai penelitian. Ribuan

transistor akhirnya berhasil digabung dalam satu bentuk yang sangat kecil.

Secuil silicium yang mempunyai ukuran beberapa milimeter berhasil

diciptakan, dan inilah yang disebut sebagai Integrated Circuit atau IC-Chip.

Pada generasi ketiga inilah teknologi Integrated Circuit (IC) menjadi ciri utama karena mulai digunakan pada sebuah perangkat komputer hingga generasi sekarang. Komponen IC berbentuk hybrid atau solid (SLT) dan monolithyc (MST). SLT adalah transistor dan diode diletakkan terpisah dalam satu tempat sedangkan MST adalah elemen transistor, diode, dan resistor diletakkan bersama dalam satu chip. MST lebih kesil tetapi mempunyai kemmapuan lebih besar dibanding SLT.

IC dibuat pertama kali oleh Texas Istruments dan Fairchild Semiconductor pada tahun 1959 yang hanya berisi enam transistor. Bisa kita bandingkan bahwa prosesor saat ini yang kita gunakan telah memiliki jutaan, puluhan, ratusan juta transistor, bahkan telah didesain prosesor dengan miliaran transistor. Sebuah perkembangan yang luar biasa dalam masa kurang dari setengah abad.

Ciri komputer generasi ini adalah:

  • Karena menggunakan IC maka kinerja komputer menjadi lebih cepat dan tepat.
  • Kecepatannya hampir 10.000 kali lebih cepat dari komputer generasi pertama.
  • Peningkatan dari sisi software.
  • Kapasitas memori lebih besar, dan dapat menyimpan ratusan ribu karakter (sebelumnya hanya puluhan ribu).
  • Menggunakan media penyimpanan luar disket magnetik (external disk) yang sifat pengaksesan datanya secara acak (random access) dengan kapasitas besar (jutaan karakter).
  • Penggunaan listrik lebih hemat.
  • Kemampuan melakukan multiprocessing dan multitasking.
  • Telah menggunakan terminal visual display dan dapat mengeluarkan suara.
  • Harganya semakin murah.
  • Kemampuan melakukan komunikasi dengan komputer lain.

Salah satu kemajuan komputer generasi ketiga adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang berfungsi untuk memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

 

IBM S/360, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, Burroughts 5700, 6700, 7700, NCR Century, GE 600, CDC 3000, 6000, dan 7000, PDP-8, dan PDP-11 (pabrik pembuatnya adalah Digital Equipment Corporation), Apple Computer dan TRS Model 80 merupakan contoh-contoh komputer generasi ketiga.

  1. Komputer Generasi Keempat (1970-1980-an)

Gambar. D.4. Komputer Generasi Keempat

 

Komputer generasi keempat merupakan kelanjutan dari generasi III. Bedanya bahwa IC pada generasi IV lebih kompleks dan terintegrasi. Sejak tahun 1970 ada dua perkembangan yang dianggap sebagai komputer generasi IV. Pertama, penggunaan Large Scale Integration (LSI) yang disebut juga dengan nama Bipolar Large Large Scale Integration. LSI merupakan pemadatan beribu-ribu IC yang dijadikan satu dalam sebuah keping IC yang disebut chip. Istilah chip digunakan untuk menunjukkan suatu lempengan persegi empat yang memuat rangkaian terpadu IC. LSI kemudian dikembangkan menjadi Very Large Scale Integration (VLSI) yang dapat menampung puluhan ribu hingga ratusan ribu IC. Selanjutnya dikembangkannya komputer mikro yang menggunakan mikroprosesor dan semikonduktor yang berbentuk chip untuk memori komputer internal sementara generasi sebelumnya menggunakan magnetic core storage.

Perusahaan- perusahaan yang membuat micro-processor adalah Intel corporation,Motorola, Zilog dan lainnya lagi. Di pasaran bisa kita lihat adanya

microprocessor dari Intel dengan model 4004, 8088, 80286, 80386, 80486,

80586 yang lebih dikenal dengan nama: Pentium dan lainnya lagi. Sedang

pabrik Motorola mengeluarkan model 6502, 6800 dan lainnya.

Komputer Generasi IV: Apple II

Perusahaan Intel pada tahun 1971 memperkenalkan mikrokomputer 4 bit yang menggunakan chip prosesor dengan nama 4004 yang berisi 230 transistor dan berjalan pada 108 KHz (Kilo-Hertz) dan dapat mengeksekusi 60.000 operasi per detik. Dilanjutkan pada tahun 1972, Intel memperkenalkan mikrokomputer 8008 yang memproses 8 bit informasi pada satu waktu. Selanjutnya mikroprosesor 8080 dibuat pada tahun 1974, dan merupakan prosesor untuk tujuan umum pertama. Sebelumnya prosesor 4004 dan 8008 dirancang untuk kebutuhan aplikasi tertentu, dan prosesor 8080 memiliki kemampuan lebih cepat dan memilki set instruksi yang lebih kaya, serta memiliki kemampuan pengalamatan yang lebih besar. Pada generasi keempat ini tampilan monitor masih satu warna (green color).

Komputer Generasi IV: PDP 11

Komputer-komputer generasi keempat diantaranya adalah IBM 370, Apple I dan Apple II, PDP-11, VisiCalc, dan Altair yang menggunakan prosesor Intel 8080, dengan sistem operasi CP/M (Control Program for Microprocessor), dengan bahasa pemrograman Microsoft Basic (Beginners Allpurpose Symbolic Instruction Code). Sebagai catatan bahwa pada komputer-komputer generasi keempat ini tidak satupun yang PC-Compatible atau Macintosh-Compatible. Sehingga pada generasi ini belum ditentukan standar sebuah komputer terutama personal computer (PC).

Ciri komputer generasi keempat :

  • Menggunakaan Large Scale Integration ( LSI )
  • Microprocessor : penggabungan seluruh komponen komputer

( CPU , memori, kendali I/O) dan diprogram sesuai dengan kebutuhan.

  • Munculnya PC
  1. Komputer Generasi Kelima (1980-an-sekarang)

Akhir tahun 1980, IBM memutuskan untuk membangun sebuah komputer personal (PC) secara massal, yang pada tanggal 12 Agustus 1981 menjadi sebuah standar komputer PC, dan pada akhirnya hingga saat ini PC dikenal dengan nama standar IBM-PC. Prosesor yang digunakan adalah 8088/8086 yang menjadi standar komputer saat ini, menggunakan basis proses 16 bit persatuan waktu.

Dengan lahirnya komputer generasi kelima ini, IBM bekerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan software di dalamnya. Hingga saat ini Microsoft mendominasi kebutuhan software di dunia PC.

Pada perkembangan selanjutnya perubahan besar terjadi bahwa sejak IBM-PC diperkenalkan dan bukan menjadi satu-satunya manufaktur PC-compatible, maka standar baru dalam dunia industri PC lebih dikembangkan oleh perusahaan lain seperti Intel dan Microsoft yang dipelopori oleh W. Bill Gates yang menjadi pionir standar hardware dan software dunia.

Pada generasi kelima ini, telah dilakukan pengembangan dengan apa yang dinamakan Josephson Junction, teknologi yang akan menggantikan chip yang mempunyai kemampuan memproses trilyunan operasi perdetik sementara teknologi chip hanya mampu memproses miliaran operasi perdetik. Komputer pada generasi ini akan dapat menerjemahkan bahasa manusia, manusia dapat langsung bercakap-cakap dengan komputer serta adanya penghematan energi komputer. Sifat luar biasa ini disebut sebagai “Artificial Intelligence”, selain itu juga berbasis Graphic User Interface (GUI), multimedia, dan multikomunikasi.

Contoh-contoh komputer yang lahir pada generasi kelima berbasis x86, seperti chip 286 yang diperkenalkan pada tahun 1982 dengan 134.000 transistor, kemudian chip 386 pada tahun 1983 dengan 275.000 transistor, sedangkan chip 486 diperkenalkan tahun 1989 yang memiliki 1,2 juta transistor. Selanjutnya pada tahun 1993 Intel memperkenalkan keluarga prosesor 586 yang disebut Pentium 1 dengan jumlah transistor 3,1 juta untuk melakkan 90 MIPS (Million Instruction Per Second). Kemudian dilanjutkan pada generasi berikutnya yaitu Pentium 2, 3, dan 4.

Pada akhir tahun 2000 Intel memperkenalkan Pentium 4, yang merupakan prosesor terakhir dalam keluarga Intel dengan arsitektur 32 bit (IA-32). Tahun 2001 Intel mengumumkan prosesor Itanium yang merupakan prosesor dengan basis arsitektur 64 bit (IA-64) pertama. Itanium merupakan prosesor pertama milik Intel dengan instruksi-instruksi 64 bit dan akan menelurkan satu generasi baru dari sistem operasi dan aplikasi, sementara masih mempertahankan backward compatibility dengan software 32 bit. Perlu diketahui bahwa sejak dikeluarkannya prosesor 386, komputer beroperasi pada 32 bit per satuan waktu dalam mengeksekusi informasi hingga Pentium 4. Hingga sekarang komputer yang digunakan kebanyakan masih yang berbasis 32 bit.

Pada generasi pentium, selain ciri khas pada peningkatan kecepatan akses datanya juga tampilan gambar sudah beresolusi (kualitas gambar) bagus dan berwarna serta multimedia, dan yang lebih penting adalah fungsi komputer menjadi lebih cerdas. Meskipun komputer pada generasi ini ukuran fisiknya menjadi lebih kecil dan sederhana namun memiliki kemampuan yang semakin canggih.

 

 

 

 

 

 

  1. Komputer Generasi Keenam (Masa Depan )

Dengan teknologi komputer yang ada saat ini, agak sulit untuk dapat membayangkan bagaimana komputer masa depan. Dengan teknologi yang ada saat ini saja kita seakan sudah dapat “menggenggam dunia”. Dari sisi teknologi beberapa ilmuan komputer meyakini suatu saat tercipta apa yang disebut dengan biochip yang dibuat dari bahan protein sitetis. Robot yang dibuat dengan bahan ini kelak akan menjadi manusia tiruan. Sedangkan teknologi yang sedang dalam tahap penelitian sekarang ini yaitu mikrooptik serta input-output audio yang mungkin digunakan oleh komputer yang akan datang.

Ahli-ahli sains komputer sekarang juga sedang mencoba merancang komputer yang tidak memerlukan penulisan dan pembuatan program oleh pengguna. Komputer tanpa program (programless computer) ini mungkin membentuk ciri utama generasi komputer yang akan datang.

 

Kemungkinan Komputer Masa Depan

Secara prinsip ciri-ciri komputer masa mendatang adalah lebih canggih dan lebih murah dan memiliki kemampuan diantaranya melihat, mendengar, berbicara, dan berpikir serta mampu membuat kesimpulan seperti manusia. Ini berarti komputer memiliki kecerdasan buatan yang mendekati kemampuan dan prilaku manusia. Kelebihan lainnya lagi, kecerdasan untuk memprediksi sebuah kejadian yang akan terjadi, bisa berkomunikasi langsung dengan manusia, dan bentuknya semakin kecil. Yang jelas komputer masa depan akan lebih menakjubkan.

  1. KLASIFIKASI KOMPUTER

Terdapat banyak tipe komputer yang sangat bervariasi dalam ukuran, biaya, daya, komputasi, dan tujuan penggunaannya.

Komputer yang paling umum digunakan adalah:

  1. Personal Computer

yang biasa digunakan di sekolah-sekolah, kantor, dan dirumah.

  1. Komputer Dekstop

memiliki unit pengolahan dan penyimpanan, display visual dan uni output

audio dan keyboard yang ditempatkan secara mudah di meja kantor atau

rumah. Media penyimpanan tersebut berupa harddisk, CD-ROM, dan disket / flashdisk.

  1. Komputer Notebook portable

adalah versi ringkas dari personal komputer dengan semua komponennya

terpaket dalam satu unit tunggal seukuran koper tipis.

  1. Super Computer

digunakan untuk perhitungan skala besar seperti perkiraan cuaca, desain dan

simulasi pesawat terbang.Dalam sistem enterprice, server dan supercomputer,

unit fungsionalnya yang banyak processor, dapat terdiri dari sejumlah unit

besar dan sering kali terpisah.

 

 

 

 

 

 

  1. Klasifikasi Komputer berdasarkan Bentuk Fisik dan Kemampuan

Mengolah Data.

  1. Mainframe

Mainframe secara umum membutuhkan ruangan khusus di mana faktor

lingkungan yang terdiri dari temperatur, kelembaban udara ataupun

gangguan asap dapatlah dimonitor. Hal ini disebabkan karena nilai

komputer serta nilai dari informasi yang tersimpan didalamnya sangatlah

mahal. Ruangan yang ada biasanya juga dilengkapi dengan pelbagai

sistem pengamanan elektronik.

Mainframe adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang

mengacu kepada kelas tertinggi dari komputer yang terdiri dari komputer-

komputer yang mampu melakukan banyak tugas komputasi yang rumit

dalam waktu yang singkat. Mainframe umumnya digunakan oleh puluhan hingga ratusan pengguna yang terkoneksi dengan menggunakan terminal. Kecepatan kerja mainframe mencapai 1 milyar operasi per detik

(1 Giga operations per-seconds = 1 GOPS).

Contoh Komputer MainFrame

IBM System/360

IBM System/390

Honeywell-Bull DPS 7

Cray-1 dari Cray Research

 

  1. MiniComputer

Komputer mini mempunyai kemampuan berapa kali lebih besar jika

dibanding dengan personal komputer. Hal ini disebabkan karena micro-

processor yang digunakan untuk memproses data memang mempunyai

kemampuan jauh lebih unggul jika dibanding dengan microprocessor yang

digunakan pada personal komputer. Ukuran fisiknya dapat sebesar almari

kecil. Komputer mini pada umumnya dapat digunakan untuk melayani

lebih dari satu pemakai (multi user). Dalam sistem multi user ini, pada

akhirnya personal komputer banyak digunakan sebagai terminal yang

berfungsi untuk memasukkan data.

Contoh Komputer mini: IBM AS-400.

 

 

 

  1. Super-komputer

Sesuai dengan namanya, super komputer memiliki ciri khas, yaitu

kecepatan proses yang tinggi serta memiliki kemampuan menyimpan data

yang jauh lebih besar apabila dibanding dengan main-frame. Harga super

komputer sangatlah besar dan mahal. Salah satu contoh super komputer

adalah Cray-2. Pengguna super komputer biasanya negara-negara yang

sudah maju ataupun perusahaan-perusahaan yang sangat besar, seperti

misalnya industri pesawat terbang Nurtantio.

Dikarenakan kemampuannya yang sangat luar biasa dan diantaranya

memiliki kemampuan untuk membaca/ menyadap pelbagai data dari satelit, maka untuk pembelian sebuah super komputer harus mendapat

persetujuan secara langsung dari presiden. Permintaan Indonesia pernah

ditolak oleh presiden Amerika ketika Nurtantio. menginginkan untuk

membeli sebuah super komputer dari Amerika.

  1. Personal komputer

Personal komputer (PC)  diciptakan untuk memenuhi kebutuhan perorangan (personal) dengan Kemampuan memory yang dimiliki pada awalnya hanya berkisar antara 32 hingga 64 KB (Kilo Byte). Tetapi dalam perkembangannya hingga kini memory telah mencapai 3 GB (Giga Byte). Komputer personal model Apple II merupakan pelopor dari kelahiran personal komputer yang ada pada saat sekarang. Karena harganya relatif murah, bentuknya kecil dan teknologi yang

dimiliki dianggap sudah memadai, maka personal komputer menjadi

begitu cepat populer. Personal komputer kini tidak hanya digunakan oleh

perorangan tetapi pada akhirnya banyak digunakan oleh perusahaan untuk

menyelesaikan pelbagai masalah yang ada di perusahaan.

Pada umumnya personal komputer hanya mampu bekerja untuk melayani

satu orang pemakai (single-user), tetapi dalam perkembangannya dengan

menggunakan konsep LAN (Local Area Network) personal komputer juga

dapat digunakan untuk melayani banyak pemakai dalam saat yang

bersamaan (konsep multi user). Dan dewasa ini kemampuan Personal

Komputer telah mampu menandingi Main Frame.

Personal Komputer terdiri atas monitor, keyboard, mouse dan CPU. PC

dapat berbentuk Tower (berdiri) dan desktop (tidur).

 

 

  1. Komputer Portable

Komputer jijing (populer dalam bahasa Inggris: laptop, notebook, atau

power book) adalah komputer bergerak yang berukuran relatif kecil dan

ringan, beratnya berkisar dari 1-6 kg, tergantung ukuran, bahan, dan

spesifikasi laptop tersebut. Sumber daya komputer jinjing berasal dari

baterai atau adaptor A/C yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai dan menyalakan laptop itu sendiri. Baterai laptop pada umumnya dapat bertahan sekitar 1 hingga 6 jam sebelum akhirnya habis, tergantung dari cara pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai. Sebagai komputer pribadi, laptop memiliki fungsi yang sama dengan komputer desktop (desktop computers) pada umumnya. Komponen yang terdapat di dalamnya sama persis dengan komponen pada desktop, hanya saja ukurannya diperkecil, dijadikan lebih ringan, lebih tidak panas, dan lebih hemat daya.

Komputer jinjing kebanyakan menggunakan layar LCD

(Liquid Crystal Display) berukuran 10 inci hingga 17 inci tergantung dari

ukuran laptop itu sendiri. Selain itu, papan ketik yang terdapat pada laptop

juga kadang-kadang dilengkapi dengan papan sentuh yang berfungsi sebagai “pengganti” tetikus. Papan ketik dan tetikus tambahan dapat dipasang melalui soket USB maupun PS/2 jika tersedia. Berbeda dengan komputer desktop, komputer jinjing memiliki komponen pendukung yang

didesain secara khusus untuk mengakomodasi sifat komputer jinjing yang

portabel. Sifat utama yang dimiliki oleh komponen penyusun laptop

adalah ukuran yang kecil, hemat konsumsi energi, dan efisien.

Komputer jinjing biasanya berharga lebih mahal, tergantung dari merek dan

spesifikasi komponen penyusunnya, walaupun demikian harga komputer

jinjing pun semakin mendekati desktop seiring dengan semakin tingginya

tingkat permintaan konsumen.

Deteskop, portable, notebook, palmtop.

  1. Klasifikasi Komputer Menurut Data Yang diolah.

Data yang diolah oleh komputer jenisnya sangatlah banyak. Ada data yang

berwujud gambar, suara, huruf, angka, keadaan, simbol ataupun yang

lainnya lagi. Dalam hal ini, tidak setiap komputer bisa mengolah seluruh

data yang ada. Ada komputer yang hanya bisa mengolah suara, ataupun

hanya bisa mengolah gambar ataupun hanya mengolah huruf dan angka

saja. Walaupun demikian, ada pula komputer yang bisa mengolah

beberapa data secara bersama-sama.

  1. Digital Komputer

Merupakan suatu jenis komputer yang bisa digunakan untuk mengolah

data yang bersifat kuantitatif (sangat banyak jumlahnya). Data dari digital

komputer biasanya berupa simbol yang memiliki arti tertentu, misalnya:

simbol alphabetis yang digambarkan dengan huruf A s/d Z ataupun a s/d z,

simbol numerik yang digambarkan dengan angka 0 s/d 9 ataupun simbol-

simbol khusus, seperti halnya: ? / + * & !.

  1. Komputer Analog.

Merupakan suatu jenis komputer yang bisa digunakan untuk mengolah

data kualitatif. Data yang ada bukan merupakan simbol, tetapi masih

merupakan suatu keadaan. Seperti misalnya: keadaan suhu ataupun

kelembaban udara, ketinggian ataupun kecepatan adalah merupakan suatu

keadaan yang oleh komputer kemudian ditetapkan sehingga menjadi suatu

ukuran. Analog banyak dipakai di pabrik-pabrik yang tujuannya untuk

mengontrol ataupun menghasilkan suatu produk. Pengertian komputer

analog lebih mendekati dengan robotic ataupun mesin otomatis.

  1. Hibrid Komputer

Merupakan jenis komputer yang bisa digunakan untuk mengolah data

yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif. Hibrid komputer juga bisa

dikatakan sebagai gabungan dari analog dan digital komputer. Komputer

jenis ini banyak digunakan oleh pelbagai rumah sakit yang digunakan

untuk memeriksa keadaan tubuh dari pasien, yang pada akhirnya,

komputer bisa mengeluarkan pelbagai analisa yang disajikan dalam bentuk

gambar, grafik ataupun tulisan.

  • Klasifikasi Komputer Berdasarkan Penggunaanya
  1. Spesial Purpose Komputer

Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan masalah khusus, biasanya hanya berupa satu masalah saja. Dapat berupa komputer analog ataupun komputer digital, namun pada umumnya komputer analog adalah spesial purpose komputer. Komputer ini banyak dikembangkan untuk pengontrolan yang otomatis pada proses-proses industri.

 

Contohnya :

HORN-5 digunakan untuk electroholography real-time

SPC digunakan untuk simulasi interaksi sistem partikel

Petaflops Komputer khusus untuk simulasi sistem molekul dinamik

SGI, computer khusus untuk pengolahan grafik.

 

  1. General-Purpose Komputer

Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan bermacam masalah, dapat menggunakan beberapa program yang dapat menyelesaikan jenis permasalahan yang berbeda, karena komputer ini tidak dirancang untuk

masalah secara khusus.misalnya aplikasi bisnis, teknik, pendidikan,

pengolahan kata, permainan dll. General-Purpose Computer dapat berupa

komputer digital dan analog, namun pada umumnya adalah komputer

digital.

Contohnya personal komputer (PC).

 

 

  1. Klasifikasi Komputer Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya

 

  1. Komputer Mikro (Micro Computer)

Komputer dengan mikroprosesor sebagai pusat pengendali utamanya.

Contoh : Komputer desktop, video game consoles, laptop , tablet PCs, dll

 

  1. Komputer Mini (Mini Computer) .

Komputer yang bersifat multiuser, yaitu sebua komputer mini dapat dihubungkan sampai dengan 64 terminal.

 

  1. Komputer Kecil (Small Computer)

menggunakan sistem multiprogramming, multiprocessing, virtual storage, dan multiuser dengan terminal sampai dengan ratusan buah.

 

 

 

 

  1. Komputer Menengah (Medium Computer)

digunakan untuk komunikasi data dengan ratusan terminal yang terpisah dari pusat komputernya. Pusat komputer biasanya menggunakan medium komputer, dan terminal-terminalnya menggunakan komputer mikro atau komputer mini, untuk penerapan distributed data processing.

 

  1. Komputer Besar (Large Computer) , disebut juga sebagai komputer mainframe. Komputer ini digunakan oleh perusahaan besar, misalnya perusahaan penerbangan yang mempunyai ratusan kantor cabang tersebar diseluruh dunia yang tiap kantor cabang mempunyai terminal dihubungkan dengan pusat komputernya

 

  1. Komputer Super (Super Computer). Super komputer memiliki ciri khas, yaitu kecepatan proses yang tinggi serta memiliki kemampuan menyimpan data yang jauh lebih besar apabila dibanding dengan main-frame. Harga super komputer sangatlah besar dan mahal. Salah satau contoh super komputer adalah Cray-2. Pengguna super komputer biasanya negara-negara yang sudah maju ataupun perusahaan-perusahaan yang sangat besar, seperti misalnya industri pesawat terbang.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Sejarah Perkembangan Mikroprocessor

Processor adalah Sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer. Processor digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas.

Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai gigahertz. Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang banyak beredar dipasatan adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel. Bagian dari Prosesor Bagian terpenting dari prosesor terbagi 3 yaitu :

  • Aritcmatics Logical Unit (ALU)
  • Control Unit (CU)
  • Memory Unit (MU)

Mikroprosesor adalah suatu komponen digital jenis LSI (Large Scale Integration atau Very Large Scale Integration) dengan kompleksitas rangkaian sangat tinggi yang mampu melaksanakan fungsi suatu unit pemroses sentral

(CPU = Central Processing Unit). Mikroprosesor sering disebut CPU, merupakan elemen kontrol pada sistem komputer. Mikroprosesor mengontrol memori dan I/O (Input/Output) melalui sejumlah jalur koneksi yang disebut bus. Bus memilih piranti memori atau I/O, mentransfer data antara piranti I/O dan memori dengan mikroprosesor, dan mengendalikan sistem I/O dan memori. I/O dan memori dikontrol melalui instruksi yang disimpan dalam memori dan dijalankan oleh mikroprosesor.

Sistem Mikroprosesor, yaitu suatu sistem yang di dalamnya terdapat mikroprosesor, komponen I/O, dan memori yang mana sering disebut juga komputer. Komponen I/O antara lain : PPI (Programmable Peripheral Interface), SIO (Serial Input Output), PIO (Parallel Input Output), ACIA (Asynchronous Communication Interface Adapter), USART( Universal Synchronous and Asynchronous Receiver Transmitter), micro switch, sensor, keyboard, mouse, floppy disk drive, monitor, printer, hard disk drive, CD-ROM drive, plotter, tape backup, Scanner, DVD, dan serial communication. Sedangkan memori antara lain: DRAM (DynamicRandom Acces Memory), SRAM

(Static RandomnAcces Memory), Cache, Read Only Memory (ROM), Flash memory, EPROM (Erasable Programmble Read Only Memory),

SDRAM (Static Dinamic Random Acces Memory), EAROM (Electrically Alterable Read Only Memory), dan lain-lain.

Mikrokontroler adalah mikroprosesor plus atau mikrokomputer chip tunggal yang di

dalamnya mengandung unit mikroprosesor, memori, I/O, ADC (Analog to Digital

Converter), Timer, Clock, dan lain-lain. Fasilitas yang terkandung di dalamnya akan

tergantung pada jenis dan tipe dari mikrokontroler. Contoh, misalnya mikrokontroler AT

89C51 produk dari ATMEL mempunyai fitur-fitur : CMOS 8 bit mikrokomputer, 4 K

bytes Flash PEROM (Programmble Erasable Read Only Memory), 128 bytes RAM

internal, 32 Programmable I/O line, 2 bytes timer/counters, 6 sumber interupsi,

programmable serial channel, low power, power down modes, dan beroperasi pada

frekuensi 0 hz sampai dengan 24 M hz.

1971: 4004 Microprocessor

Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 yang berkategori 4 bit  ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Mikroprosesor ini mampu mengalamati 4096 lokasi memori. Mikroprosesor 4004 hanya mempunyai 45 instruksi yang dibuat dengan teknologi  channel Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor) atau disingkat MOSFET. Kinerja prosesor ini hanya mampu menjalankan perintah pada kecepatan rendah, yaitu 50 Kilo instruksi per detik. Kekurangan mikroprosesor ini adalah dalam hal kecepatan yang rendah, lebar word yang sempit, dan ukuran memorinya yang kecil. Untuk memperbaiki kecepatannya maka diproduksi mikroprosesor tipe 4040, tetapi lebar word dan ukuran memorinya tetap sama. Perusahaan Texas Instrument memproduksi mikroprosesor kelas 4 bit, yaitu TSM-1000. Mikroprosesor kelas 4 bit hanya dapat mengerjakan aplikasi tingkat rendah seperti:  oven microwave, kontrol kecil, dan kalkulator yang berbasis mikroprosesor 4 bit.

 

1972: 8008 Microprocessor

Pada bulan Januari tahun 1972, lahir mikroprosesor generasi kedua, Intel

mengeluarkan mikroprosesor tipe 8008 sebagai mikroprosesor 8 bit yang mampu

mengalamati ukuran alamat yang lebih luas, yaitu 16 K byte. Mikroprosesor inipun dianggap masih banyak kekurangan terutama ukuran memori yang masih kecil.

1974: 8080 Microprocessor

Pada tahun 1973, Intel memperkenalkan mikroprosesor modern yang berkategori 8 bit, yaitu tipe 8080. Keistimewaan mikroprosesor ini dapat mengalamati lebih banyak memori, dan menjalankan instruksi tambahan, demikian juga mampu melaksanakan 10 kali lebih cepat dibandingkan µP 8008 dan membutuhkan waktu 2,0 µs (500.000 instruksi per detik). 8080 kompatibel dengan TTL (Transistor-Transistor Logic) sehingga antar muka akan lebih mudah. Sedangkan pengalamatan memorinya 64 K byte, empat kali lipat dibandingkan dengan µP 8008. Perusahaan lain, yaitu motorola memperkenalkan mikroprosesor tipe 6800, Rockwell PPS-8, Signetic 2650 dan seterusnya.

1975: 8085 Microprocessor

Pada tahun 1975 – 1977, munculah mikroprosesor generasi ketiga buatan Intel tipe 8085, Zilog Inc, yaitu tipe Z 80, tipe 6809 dari Motorola, MOS Teknologi tipe 6502, Nasional Semiconductor tipe IMP-8, dan muncul pula komputer satu chip F8 dari Fairchild, dan Mostex, tipe 8048 dari Intel; TSM 1000 dan 9940 dari Texas Instrument. Keunggulan tipe 8085 dibandingkan dengan 8080 mampu menjalankan perangkat lunak pada kecepatan tinggi dan keunggulan utamanya adanya internal clock generator, sistem control internal, dan frekuensi clock yang lebih tinggi. Intel telah berhasil menjual mikroprosesor 8 bit yang merupakan kegunaan umum sebanyak 200 juta mikroprosesor 8085. Perusaan lain yang mampu menjual 500 juta mikroprosesor 8 bit adalah Zilog Corporation, yang memproduksi mikroprosesor Z – 80. Z-80 mempunyai kode bahasa mesin yang kompatibel dengan 8085.

1978: 8086-8088 Microprocessor

Pada tahun 1978, Intel mengeluarkan mikroprosesor 16 bit, yaitu tipe 8086, 8088, 80186, 80286; Motorola dengan tipe 68000; Zilog dengan tipe Z 8000, dan TexasInstrument dengan tipe 9900.

Mikroprosesor 16 bit ini pada umumnya untuk meningkatkan kinerja mikroprosesor sebelumnya, peningkatan antara lain pengalamatan sistem memori sampai 16 M byte, penambahan instruksi, kecepatan clock 8 M Hz, dan beberapa perubahan juga terjadi pada eksekusi instruksi internal yang akan meningkatkan kecepatan sebesar 8 kali pada berbagai instruksi dibandingkan dengan instruksi pada 8086/8088.

1982: 286 Microprocessor

Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya. 286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit. Prosessor ini mempunyai kemajuan yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah. 286 menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086. Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz yang digunakan pada IBM PC-AT (1984). Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu.

1985: Intel386™ Microprocessor

Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004.

Pada tahun 1986 – 1987, diperkenalkan mikroprosesor 32 bit. Intel mengeluarkan

80386DX/80486DX, 80486SX, dan 80486DX4; Motorola memperkenalkan tipe 68020,

68030, 68040, dan 68050; Zilog tipe Z80000; Nasional semikonduktor memperkenalkan

dengan tipe 32032 dan 32132. Mikroprosesor 32 bit buatan Intel mampu meningkatkan

pengalamatan memori dari 4 G byte sampai dengan 4 G + 16 K cache, dengan kecepatan

clock dapat mencapai 120 M Hz. Peningkatan kemampuan mikroprosesor tidak terlepas

dari tuntutan kebutuhan perangkat lunak (software) seperti yang menggunakan GUI

(Graphical User Interface), tampilan Vidio VGA (Variable Graphics Array), sistem CAD (Computer Aided Drafting/Design) seperti AUTOCAD, ORCAD, dan lain-lain

1989: Intel486™ DX CPU Microprocessor

Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.

1993: Intel® Pentium® Processor

Pada tahun 1993, Intel memperkenalkan mikroprosesor 64 bit, yaitu Pentium I

mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan mikroprosesor 80386 dan 80486.

Sedangkan Motorola mengeluarkan mikroprosesor tipe 68060 dan Power PC. Pentium I

bekerja dengan frekuensi Clock 100 M Hz, 120 M Hz, 133 M Hz, dan 223 M Hz dengan

ukuran cache ditingkatkan dari 8 K byte menjadi 16 K byte. Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.

1995: Intel® Pentium® Pro Processor

Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.

1997: Intel® Pentium® II Processor

Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik. pada tahun 1997 diperkenalkan Pentium II dan Pentium Pro dengan clock 266 M Hz, 333 M Hz, 350 M Hz, 400M Hz, dan 450 M Hz. Dengan kecepatan bus data 100 M Hz. Pentium III diperkenalkan untuk memperbaiki kinerja Pentium II, terutama frekuensi clock-nya ditingkatkan menjadi 1 G Hz dengan cache 512 K versi lot 1, dan cache 256 K untuk versi flip-chip, serta kecepatan bus 100 M Hz.

1998: Intel® Pentium II Xeon® Processor

Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.

1999: Intel® Celeron® Processor

Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.

1999: Intel® Pentium® III Processor

Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.

1999: Intel® Pentium® III Xeon® Processor

Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.

2000: Intel® Pentium® 4 Processor

Pada tahun 2000, Intel memperkenalkan Pentium 4 yang menyediakan versi

kecepatan 1,3 G Hz, 1,4 G Hz, 1,5 G Hz, s/d 3,4 G Hz. Dengan ukuran memori 64 G byte + 32 K L1 + cache + 256 K L 2 cache. Kecepatan bus data 200 M Hz atau lebih

tinggi. Disamping mikroprosesor Pentium terdapat juga mikroprosesor buatan AMD

(Advanced Micro Devices) yang populer di pasaran dan menjadi pesaing Intel.

2001: Intel® Xeon® Processor

Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.

2001: Intel® Itanium® Processor

Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).

2002: Intel® Itanium® 2 Processor

Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium

2003: Intel® Pentium® M Processor

Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.

2004: Intel Pentium M 735/745/755 processors

Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.

2004: Intel E7520/E7320 Chipsets

7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.

2005: Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz

Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.

2005: Intel Pentium D 820/830/840

Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.

2006: Intel Core 2 Quad Q6600

Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )

 

 

2006: Intel Quad-core Xeon X3210/X3220

Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP)

Intel Core i3

Intel Core i3 diluncurkan dengan dua tipe, yaitu untuk desktop processor dan mobile processor (notebook). Untuk tipe desktop, Intel Core i3 menggunakan microarchitecture yang diberi codename Clarkdale, yang memiliki L3 Cache sebesar 4 MiB, dengan Thermal Design Power (TDP) sebesar 74 Watt. Core i3 memiliki core processor sebanyak dua, sedangkan untuk socket yang digunakan masih socket LGA 1156, sama dengan yang digunakan untuk processor Intel Core i5. Teknologi tambahan yang diinjeksikan pada Intel Core i3 adalah didalam processor sudah terdapat GPU atau dengan kata lain, didalam processor sudah terintegrasi dengan GPU.

 

 

 

 

Intel Core i5

Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.

Intel Core i7

Core i7 Sendiri adalah Processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.

Di bawah ini diperlihatkan persaingan antara mikroprosesor Intel dan Motorola modern.

Tabel 1. Perkembangan Mikroprosesor Intel dan Motorola modern

Intel8051Intel8085AIntel8086Intel8088Intel8096Intel80186Intel80188Intel80251Intel80286Intel80386 EXIntel80386 DXIntel80386 SLIntel80386 SLCIntel80386 SXIntel80486 DX/DX2Intel80486 SXIntel80486 DX4IntelPentium IIntelPentiumOverdrive

Pabrik Produk Lebar Bus Data Ukuran Memori
Intel 8048 8 2 K internal
8 8 K internal
8 64 K byte
16 1 M byte
8 1 M byte
16 8 K internal
16 1 M byte
8 1 M byte
8 16 K internal
16 16 M
16 64 M
32 4G
16 32 M
16 32 M + 1 K cache
16 16 M
32 4 G + 8 K cache
32 4 G + 8 K cache
32 4 G + 16 K cache
64 4 G + 16 K cache
32 4 G + 16 K cache

 

Motorola6805Motorola6809Motorola68000Motorola68008 QMotorola68008 DMotorola68010Motorola68020Motorola68030Motorola68040Motorola68050Motorola68060MotorolaPower PC

  (P24T)    
Prosesor Pentium Pro 64 64 G + 16 K L1

cache + 256 K L2

cache

Pentiun II 64 64 G + 32 K L1

cache + 512 L2 cache

Pentium II Xeon 64 64G + 32 K L1 Cache

+ 512 K /1 M cache.

Pentium III, Pentium 4 64 64 G + 32 K L1

cache + 256 K L2

cache

Motorola 6800 8 64 K
8 2K
8 64 K
16 16 M
8 1M
8 4M
16 16 M
32 4G
32 4 G + 256 cache
32 4 G + 8 K cache
32 Tidak dikeluarkan
64 4 G + 16 K cache
64 4 G + 32 K cache

Tabel .2 Perbandingan Data dan Address Bus pada Processor

KelasExternal(bit)TahunMemorymaks(MB)8088

8

8

8

16

16

20

16

20

1976

1978

0,064

1

Kelas Data Bus Address Bus Tahun Memory

maks

(MB)

Internal

(bit)

External

(bit)

Internal

(bit)

8085
8086

80186

80286

80386 SX

16

16

16

16

16

16

16

32

20

20

24

24

20

20

24

32

1978

1981

1983

1988

1

1

16

4096

80386 DX

80486 SX

80486 DX

80486 DX2

80486 DX3

80486 DX4

586DX-100

586DX-133

585DX-166

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

1986

1989

1989

1990

1991

1992

1994

1994

1995

4096

4096

4096

4096

4096

4096

4096

4096

4096

Pentium 60

P-100

P-133

P-166

P-200

Pentium

Pro-133

Pro-166

64

64

64

64

64

64

64

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

1993

1994

1995

1995

1995

1996

1996

4096

4096

4096

4096

4096

4096

4096

Pro-200

K5-75

K5-100

K5-133

K5-166

Cyrix 686

64

64

64

64

64

64

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

32

1996

1994

1995

1995

1996

1995

4096

4096

4096

4096

4096

4096

K5-166

Cyrix 686

64

64

32

32

32

32

32

32

1996

1995

4096

4096

 

 

 

 

Persaingan mikroprosesor yang paling tajam, yaitu sejak generasi ke 5 dari

perkembangan mikroprosesor ketika Intel mengeluarkan mikroprosesor Pentium I, II, III, dan IV; yang disaingi oleh AMD dan Cyrix. AMD mengeluarkan K5, K6, K6-2, K6-3, dan K7 bersaing dengan Pentium MMX dan Pentium II, III, dan IV. Sedangkan Cyrix mengeluarkan dengan tipe 6X86MX (MII), yaitu PR166, PR200, PR233, PR 266, PR300, PR333, PR433, dan PR466.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. SIMPULAN

Dalam perjalanannya, Komputer telah menjalani perkembangan yang sangat

pesat dari tahun ke tahun, baik dari segi teknologinya maupun dari bentuk dan

ukuran yang hingga saat ini terus di kembangkan dengan teknologi yang

semakin canggih dan mudah penggunaanya. Seiring perkembangan jaman

yang semakin modern ini komputer juga tercipta dengan bentuk yang beragam

jenisnya, dari yang dahulu bentuknya sangat besar dan berat sekarang sudah

lebih kecil dan ringan bahkan bisa dibawa kemana-mana . komputer juga

sudah mempengaruhi cara kita bersosialisasi dengan orang lain. komputer

membuat kita dapat berinteraksi secara tidak langsung dengan orang lain

  1. SARAN

Demi kesempurnaan makalah ini, kami sangat mengharapkan kritikan dan

saran yang bersifat menbangun kearah kebaikan demi kelancaran dan

kesumpurnaan penulisan ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Fairus N.H., Mahir Menggunakan tik dan word 2003, Jakarta, Ganeca Exact, 2007

Naughtyric.blogspot.com klasifikasi komputer2011

www.ilmukomputer.com

Romi Satria Wahono, Apa itu Ilmu komputer, http://www.ilmukomputer.com, 2003

Jogiyanto,Pengenalan Komputer, Andi Offset, 1995

Ir. Edi Nur Sasongko, M.Kom, http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/pde.htm

Harry Garland. (1979). Introduction to microprocessor system design.

New Jersey : MC Graw Hill.

Jacob Millman. (1979). Microelectronics, Digital and Analog Circuits and Systems. New York: McGraw-Hill, Inc.

Brey,  Barry  B.  (2003). The  intel  microprocessors  :

8086/8088/80186/80286/80386/80486, Pentium, Pentium Pro

processor, Pentium II, Pentium III, and Pentium 4: architecture,

programming, and Interfacing– 6 th ed. New Jersey : Pearson Education.